'nBASIS

Home » ARTIKEL » SETUJU, KETUA. SETUJU. SETUJU !!!

SETUJU, KETUA. SETUJU. SETUJU !!!

AKSES

  • 564,277 KALI

ARSIP


medbis

medbis

Pada butir ke tujuh dari delapan butir kesimpulan pertemuan Jumat malam yang disampaikan SBY kepada publik, disebutkan bahwa Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tetap menjadi wakil majelis tinggi. Sementara dirinya memimpin langsung gerakan penataan dan pembersihan partai.

Sekaligus SBY bermaksud memberikan kesempatan  bagi Anas Urbaningrum untuk menghadapi masalah hukum yang menimpanya, meskipun saat berpidato itu belum ada pengumuman resmi KPK menjadikan Anas Urbaningrum sebagai tersangka atas kasus yang selama ini dipergunjingkan (Hambalang). Tak lupa SBY menegaskan pendiriannya, agar keadilan benar-benar tegak dan tim hukum siap untuk memberikan bantuan hukum.

Hal lain yang ditegaskan ialah, soal pentingnya seluruh kader utama melakukan penandatanganan pakta integritas terutama Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, DPP, DPD, DPC baik legislatif maupun daerah. Ini sebuah pengakuan kebobrokan partai, terutama terkait soal korupsi yang merajalela saat ini.

Sebelumnya. Sebelumnya, Andi Alfian Mallarangeng telah langsung mengundurkan diri dari KIB II, setelah secara resmi dinyatakan tersangka korupsi oleh KPK. Sebelumnya, telah ditetapkan hanya 10 partai (nasional) yang berhak ikut Pemilu 2014. Sebelumnya juga, Indonesia telah digegerkan oleh kasus Raffi Ahmad dan kawan-kawan. Pasalnya ia dianggap memiliki beberapa linting ganja. Tetapi, beberapa linting ganja itu adalah temuan berharga dari BNN selama pengendusan berbulan-bulan setelah mengembangkan informasi yang diterima kari masyarakat.

Politisi Wanda Hamidah dari PAN yang sempat ditahan bersama Raffi Ahmad kemudian langsung dinobatkan menjadi duta anti narkoba. Rupanya, setelah diperiksa dengan berbagai cara lazim maupun tak lazim, ia dinyatakan tak terlibat narkoba.

Sebelumnya, Dubes Amerika Serikat di Jakarta telah mendatangi markas KPK. Katanya kunjungan itu terkait dengan kerjasama yang sudah berjalan baik selama ini. Sebelumnya, SBY telah diributkan soal pajak keluarganya yang oleh sebagian orang dianggap bermasalah.

Sebelumnya, seperti sebagai reaksi balasan, SBY membeberkan data yang pernah diperolehnya tentang kekurang-bersihan Fuad Bawazier yang karenanya kala itu ia akhirnya tak diangkat menjadi Menteri pada KIB II.

Sebelumnya, Presiden PKS LHI ditahan atas tuduhan suap impor daging sapi, yang membuat sejumlah orang merasa aneh meski bagi Anis Matta hal itu bermakna sebagai faktor penyebab promosi jabatan menggantikan LHI.

Sebelumnya, telah dipublikasi hasil survey partai-partai di Indonesia yang menempatkan elektibilitas Partai Demokrat pada pemilu 2014 mendatang akan merosot hingga tersisa hanya kurang lebih 8%.

Sebelumnya telah digembar-gemborkan pula di kalangan petinggi Partai Demokrat (tentu yang tak sekubu dengan Ketua Umum Anas Urbaningrum), keniscayaan SBY turun tangan untuk membenahi Partai Demokrat. Sebelumnya, kepada sejumlah petinggi partainya SBY telah mengirimkan SMS (pesan dingkat) dari tanah suci. Itu untuk memberi semacam aba-aba urusan atau perubahan penting yang akan dilakukan pada internal partainya.

Sebelumnya dari KPK Busro Muqoddas tiba-tiba merasa perlu angkat bicara soal pejabat publik (seperti SBY) yang kerap susah dibedakan apakah sedang mencampur-adukkan urusan partainya dengan jabatannya, atau tidak. Padahal ini bukan soal baru dalam fenomena demokrasi di Indonesia.

Makai Jum’at malam lalu, SBY pun memimpin sebuah pertemuan petinggi partainya yang di antara hasilnya ialah “kudeta” terhadap Anas Urbaningrum.

Setelah Ini. Dulu, sewaktu Kongres Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bukanlah orang yang dianggap (oleh SBY) sebagai figur tepat memimpin Partai Demokrat. Tetapi itu urusan dulu.

Hal yang lebih penting dibayangkan, apa ke depan? Setelah ini, apalagi gerangan? Tokoh dari partai mana pula yang akan diamankan lagi? Betulkah pengganti Anas Urbaningrum nanti ialah si polan yang dengan demikian sekaligus menjamin kemudahan penentuan Capres 2014 dari Partai Demokrat? Betulkah ada manfaat pakta integritas untuk mengeliminasi korupsi partai politik di Indonesia? Sepanas apa Pemilu 2014? Siapa presiden kita pada periode mendatang? Akan lanjutkah korpsi sistemik ini ke depan? Akan tetap demokrasi prosedural yang naifkah yang terus-menerus dibudayakan ke depan di Indonesia?

Inilah sepenggal cerita tentang sebuah partai terbesar di Indonesia yang melakukan pembenahan dengan persetujuan penuh oleh para petinggi lainnya. Semua setuju. Semua mengamini. Memang itu watak partai ini. Meski dibuat tak seperti kudeta, tetapi Anas Urbaningrum  tampaknya akan bernasib lain ke depan. Dan semua setuju saja.

Shohibul Anshor Siregar. Diterbitkan pertamakali oleh Harian Medan Bisnis, Selasa, 12 Februari 2013, hlm 2.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: