'nBASIS

Home » ARTIKEL » ULANG TAHUN: SEPINTAS&BERPINTAS-PINTAS

ULANG TAHUN: SEPINTAS&BERPINTAS-PINTAS

AKSES

  • 538,714 KALI

ARSIP


emptyness

Saya belum kehabisan kata-kata terbaik untuk kalian para sahabatku. Terimalah ucapan termakasih dan penghargaan tulus atas perhatian dan do’a yang kalian berikan. Saya penuh pengharapan kepada kalian semua, untuk progress Indonesia.  Kalian sangat baik. begitu saja dulu. Terimakasih

Air Asia flight no QZ7794 baru saja mendarat di landasan Juanda, Surabaya, yang basah. Saya berusaha melihat ke luar jendela. Tampaknya hujan sedang turun. Waktu menunjukkan sekitar pukul 20.00. Ucapan selamat dari pimpinan dan para crew terdengar jelas. Selamat Ulang tahun kepada Sofyan Siregar yang duduk di seat no 8 C. Di antara nama dan marga itu masih ada sepotong kata lagi yang tidak saya ingat sebagai nama lengkapnya. Saya duduk di seat no 28 C, dan saat keluar pesawat tentu tak bisa bertemu dengan orang yang berulang tahun. Sebelum pintu pesawat dibuka, mereka bertepuk tangan, dan hampir seluruh penumpang mengikuti. Gemuruh.  Itu tanggal 12 Maret 2013.

Perasaan letih belum bisa sirna meski Selama 2/3 masa perjalanan Polonia-Juanda saya habiskan dengan tidur pulas. Malam hari sebelumnya saya tidak tidur cukup sempurna, siang juga tidak sepi dari kegiatan. Saya memang tidak menyetir sendiri hari ini. Perasaan saya berharap malam ini akan bisa tidur pulas. Itu menjadi kenyataan. Tetepi entah karena asupan makanan yang tidak terkontrol, bangun pagi serasa kurang fit. Selama beberapa jam di kampus (UNAIR)  dengan terkantuk-kantuk akan menjadi  masalah nanti. Tapi sudahlah, sudahlah. Tidak usah terlalu dipikirkan.

******************

Hari ini 14 Maret 2013. Saya tidak begitu ingat hari apa sekarang. Saya mengurung diri untuk konsentrasi, karenanya tak ingin membeli koran dan tak ingin mengupdate berita online. Tadi malam pukul 24.00 saya baru tidur setelah menyelesaikan diskusi kecil tentang upacara Bailau di Sumatera Barat bersama Wani dan Ketut. Diskusi itu ingin menemukan bingkai sejarah dan budaya yang melingkupi upacara Bailau. Semula saya menduga ini terkait dengan ajaran Syi’ah, karena ingatan bahwa Tabuik di Pesisir Sumatera Barat itu memang adalah peringatan atas perlakuan buruk terhadap Hasan dan Husein. Tetapi Tabuik dan Bailau taampknya dua jenis upacara adat yang berbeda.

Meski mengemukakan argumen ini, Wani yang dosen Seni Tari Unimed ini saya lihat tetap ingin meyakini kaitan kebudayaan dalam Syi’ah dengan Bailau yang akan ditelitinya. Saya ingat pernah mengemukakan itu kepadanya, dan saya sedikit merasa menyesal telah pernah buru-buru mengemukakan itu dalam keadaan tak memiliki informasi apa pun. Ketut yang arkeolog kodang di Medan itu berpandangan lain dengan memberi komparasi upacara serupa di kampungnya di Bali. Upacara yang mirip. Karena itu dugaan berubah. Bailau mungkin warisan animesme. Tetapi Wani yang akan menyelesaikan pertanyaan itu. Diskusi ditutup dengan memberi saran kepada Wani tentang bahan-bahan bacaan yang mungkin relevan.

Sebelum tidur Mana’o ahli hukum yang tejun di dunia politik praktis meminta agar saya putuskan untuk tetap atau mematikan AC jika hendak tidur menyusulnya. Saya tahu maksud dia. Baginya lebih nyaman mematikan AC saat tidur, sedangkan saya sebaliknya. Meski saya tahu maksud kalimatnya, saya jawab saya “ok” dan membiarkan AC tetap hidup. Saya benar-benar menikmati kondisi hampir menggigil karena dinginnya suhu udara. Pukul 3.00 saya terbangun. Sesungguhnya suhu di kamar tidak terlalu panas, tetapi jelas beberpa menit setelah saya tertidur Mana’o sudah mematikan AC.

*********

Saya berpikir akan meneruskan penyelesaian artikel tentang Gedung Nasional. Rusman Siregar dari Koran SIndo  dalam pembicaraan beberapa jam sebelumnya tidak member clue artikel mana dari dua judul yang saya kirim yang akan duluan diterbitkan. Tetapi artikel tentang Gedung Nasional yang sudah dimuat pada harian Medan Bisnis masih dapat saya buat paling tidak 2 judul lagi tanpa kesamaan isi barang 2 % saja pun. Semua akan orisinal dengan misi masing-masing. Itulah yang saya selesaikan pagi hari ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.45. Saya benar-benar sudah siap pergi ke kampus. Sebotol aqua sisipkan di kantong samping ransel setelah saya pastikan penutupnya tidak bocor agar jangan membasahi dokumen dan laptop. Di depan penginapan saya bertemu orang yang 6 bulan lalu saya kenal. Tetapi saya tidak ingin beramah-tamah hari ini. Saya hanya sodorkan segepok uang dan meminta dengan hormat “antarkan saya ke kampus”. Hari ini saya akan berusaha super-aktif. Hanya itu solusi yang saya tahu untuk menghilangkan rasa kantuk. Di ruangan ini cukup tersedia beberapa bahan minuman jenis kopi. Saya tidak menggunakan itu mengikuti cara lama saya yang sudah saya tinggaljkan lebih dari 5 tahun lalu. Saya kira cukuplah membantu bahwa hari ini ada perubahan agenda hingga semua kegitan di kampus selesai pukul 13.00 WIB. Saya akan berjalan ke penginapan di tengah teriknya matahari. Saya akan berkeringat. Saya ingin berkeringat. Saya hanya kasihan melihat sepatu saya yang nanti akan mengalami penyusutan padahal saya sangat menyenanginya dan tak ingin solnya menjadi sedikit miring karena terlalu banyak jalan kaki. Ha ha.

*****

Ibrahim Chalid sangat menentang langkah-langkah kosong menuju kemajuan daerahnya Aceh. Ia cukup bingung. Saya ingin tegaskan sikapmu. Toh kita bukan praktisi sekarang ini. Beri sesuatu yang membuat dunia makin mengerti Aceh. Saya pernah mendengar gagasan sipilisasi para kombatan itu dan problematika yang ditemukan di lapangan. Jelas ini bisa sangat berkaitan atau sekaligus bertentyangan dengan Imam Hadi Sutrisno yang tetap merasa kekuhannya mestilah keluhan dunia tentang belum kaffahnya penerimaan Aceh kepadanya sebagai orang Jawa. Hal-hal serupa ini tidak boleh dikaji sepihak. Tidak sama sekali. Saya kenal kalian berdua. Kalian orang yang tahu langkah ini benar-benar on the track. Majulah. Majulah.

Sadari missi besar dibalik kajian itu. Bandingkan ketika seseorang akan membahas lesbianitas. Itu tak mengaapa. Orang juga ingin faham apa saja di balik fenomena ini. Sama halnya Kethoprak yang dibedamakna dan fahamkan untuk komunitas yang sama setelah berpisah jauh secara waktu dan ruang yang dikaji oleh Panji. Jangan jadikan semua ini mengurangi kadar kosmopolitantmu. Pupuk itu terus. Itu yang saya sampakan kepada Ibrahim Chalid, anak muda dari Aceh yang sedang giatnya memuat apa saja yang bisa difilekan dalam memorynya. Ia sangat bergairah.

******

Siang ini cukup panas. Saya akan masuk kamar. Saya akan menulis sesuatu. Mungkin dua atau tiga jam. Setelah itu akan berjalan ke arah mana saja sepanjang tak lebih dari 5 km perjalanan pergi dan pulang. Jantung saya perlu latihan. Rongga dada yang perlu diperlebar. Paru-paru yang perlu dicuci. Dengan keringat.

*******

Saya sangat menghindari pengupacaraan ulang tahun. Hari ini saya berulangtahun, 14 Maret. Karenanya saya akan segera mengurung diri. Tadi pagi, usah menjawab beberapa surat (permintan cv dan dua permintaan radio talkshow) saya balas dengan santun dengan permintaan agar dicarikan saja pengganti karena saya tidak bisa hadir. Tadi pagi sebuah stasioun radio di Medan juga mewawancarai saya tentang Pilgubsu. Jika ia merekam saya tidak khawatir dengan vocal yang begitu jelas dari saya meski dengan speed yang cukup cepat. Tetapi saya merasakan ia akan mengutip bagian-bagian yang bisa member makna lain. Tetapi sudahlah.

Sebelumnya juga seseorang telah bertanya “memilih siapa saat pilgubsu”. “Siip”, katanya saat saya jawab “Saya berteman lama dengan Chairuman Harahap dan saya memilihnya. Mungkin dalam hati ia masih bertanya “mengapa pilih yang kalah?”. Saya tak perlu menjelaskan bahwa saya bukan politisi yang gampang berubah haluan. Tentu saya tahu posisi Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (dalam pilgubsu) bahkan jauh-jauh hari sebelum hari pemberian suara. Itu pun saya kemukakan kepada Chairuman Hrahap dan beberapa orang dekatnya. Bukankah posisi itu bisa dikoreksi jika sudah diketahui dalam waktu yang cukup lama sebelum terlambat? Bgi saya pasti jawabnya bisa dan saya punya cara untuk itu. Tetapi yang menjadi calon gubernur itu bukan saya. Tidak semua orang bisa diberi saran. Saya kira hal itu kini dirasakan oleh bukan saja Chairuman Harahap dan orang-orang dekatnya, karena saya membuat usulan secara tertulis. Orang-orang dekat Amri Tambunan-RE SIahaan dan Gusman juga pasti berkta-kata sama sekarang. “Sekiranya”. Ya, “sekiranya”. Ha ha. Bagi saya ini semua memang untuk dinikmati saja. Jika begini maka akan begitu. Ramalan-ramalan seperti itu tidak saya buat menirukan mbah Djamin Sumitro yang menggunakan media ‘Banyu Bening”. Orang ini dan teman-temannya, beberapa jam sebelum pemilihan, masih berkata kepada saya bahwa Chairuman Harahap-Fadly Nurzal menang. Meski saya tidak yakin sama sekali, tetapi tetap saya hormati pendapatnya. Bukankah ia juga seorang ahli dlam bidangnya? Ha ha.

*******

Studi budaya tampaknya akan lebih menarik. Bukan politik? Ya, sepanjang bukan budaya politik yang spesifik. Politik hari ini sebetulnya sudah sangat tak menarik bagi saya mengingat progresnya yang demikian lambat. Tak menarik juga karena kelucuan-kelucuan dan bahkan keanehan yang tak patut. Kekuasaan yang buruk ini begitu mebggelikan untuk dibincangkan. Berhenti sajalah di sini, kalau bisa. Tetapi saya yakin masih aka nada pertanyaan media esok dan lusa. Apa mungkin dijawab “ I have no idea?”

*******

Saya bersyukur bahwa sejumlah teman menyampaikan ucapan selamat ulang tahun memalui inbox di facebook. Beberapa seperti Sri Bintang Mutiara mencatatkan sesuatu yang sangat bernilai di dinding akun facebook saya. Ia lengkapi ucapan selamatnya dengan sebuah gambar kueh ulang tahun lengkap dengan lilinnya.

Saya belum kehabisan kata-kata terbaik untuk kalian para sahabatku. Terimalah ucapan termakasih dan penghargaan tulus atas perhatian dan do’a yang kalian berikan. Kalian sangat baik. Itu dulu. Terimakasih.

Surabaya, 14 Maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: