'nBASIS

Home » ARTIKEL » TABIB

TABIB

AKSES

  • 551,228 KALI

ARSIP


IMAGE0019

Sebelum ilmu kedokteran modern berkembang pesat, masyarakat tradisional mengenal ilmu pertabiban untuk menjawab kebutuhan pengobatan pada masanya. Tetapi lama kelamaan, seiring perkembangan iptek, tradisi lama tergusur. Tetapi yang mengherankan ada gelombang baru untuk kembali ke tradisi lama. Tidak saja karena kini banyak orang mengandalkan jamu-jamuan, tetapi dalam dunia kedokteran pun kini berkembang model alternatif.

Mungkin orang kerap merujuk kepada China. Tetapi selain negeri berjulukan tirai bambu yang kini kelihatan merambah jauh dalam perkembangan ilmu kedokteran alternatif , rupanya di negara Barat juga perkembangan yang sama sedang terjadi. Di negeri kincir angin (Belanda) dikabarkan saat ini terdapat lebih dari 500 ahli terapi alternatif. Mereka terdiri dari iridiolog, homeophatist, anthroposofist, hypnotherapist, dan ahli pengobatan alternatif lainnya.

Memang dunia kedokteran modern menyebut pengobatan-pengobatan seperti ini sebagai pelayanan alternatif menurut alam berfikir mereka  karena belum terbukti secara ilmiah efek (positif atau negatif) nya. Tetapi, sifat “kesombongan” seperti itu tentulah tak sekaligus berarti model alternatif itu omong kosong belaka. Siapa sih yang tidak mengenal perawatan  akupunktur, terapi manual, dan hipnotis mempunyai efek positif terhadap berbagai keluhan seperti nyeri di punggung, mual, dan bayi sungsang?

IMAGE0017

Memang simpang-siur tentang peran ketabiban klasik itu lebih diwarnai oleh pola-pola masyarakat modern yang diback up oleh industrialisasi yang pesat. Persaingan dalam industri kesehatan tentu berkembang dalam ranah yang semakin kompleks, dan ini persaingan sempurna.

Tetapi tidak semua negara bersikap sama. Konon dikabarkan bahwa di sebuah klinik pengobatan Universitas Duisburg (Jerman), sekitar 50 tempat tidur disediakan khusus bagi pasien yang ingin dilayani dengan pengobatan alternatif. Para calon-calon dokter dapat berlatih di bawah bimbingan para senior mereka dengan lebih baik. Mereka tak cuma mengenali khasiat pengobatan alternatif, tetapi juga kemungkinan efek samping dan hal-hal lain tentang dosis misalnya, yang dalam kasus jamu-jamuan tradisional kita selalu dianggap terabaikan. Bagaimana dengan Amerika? Kabarnya, di sini juga terjadi perkembangan. Konon lebih dari 33 % dari populasi yang ada sedang berlatih pengobatan alternatif.

IMAGE0016

Bagaimana pula di negara berkembang? Keadaannya berbeda. Karena kondisi kemiskinan, dan mungkin karena kebijakannya lebih didikte oleh negara maju, mereka lebih diarahkan sebagai konsumen produk obat-obatan modern buatan industrialis Barat. Memang, karena kemiskinan itulah juga mereka tidak akses terhadap pengobatan modern, bukan karena sadar dan memilih.

Di Afrika, konon pengobatan tradisional digunakan oleh hampir 80 % mode pelayanan kesehatan primer. Secara umum negara-negara berkembang mengandalkan pengobatan tradisional sebesar sepertiga dari keseluruhan pelayanan, dan itu semata-mata bukan karena pilihan melainkan karena keterbelakangan dan kemiskinan. Tetapi masalahnya ialah bagaimana mengkompromikan kedua ufuk itu.

(dari berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: