'nBASIS

Home » ARTIKEL » TUNGGAKAN INALUM 772 MILYAR?

TUNGGAKAN INALUM 772 MILYAR?

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


szczesliwy-pajak-szczliwy-pajk

Assalamu ‘alaikum. Anda tahu bahwa hingga hari ini Otorita Asahan yang mengelola Inalum belum juga menyetor kewajibannya ke Kas Negara sebesar Rp 772 Miliar? Apa tanggapan Anda? Itu pertanyaan yang diajukan oleh seorang jurnalis lokal kepada saya, sore ini.

Memang tidak dirinci, apakah itu jumlah pajak yang wajib disetor atau kewajiban apa. Tetapi, menurut saya itu cukup menggambarkan bagaimana model pengelolaan proyek ini selama ini. Itu pasti karena ia (Inalum) merasa negara bisa dimain-mainkan, sekaligus menjadi gambaran model pengelolaannya di masa lalu. Kita tahu, pajak sakala besar maupun kecil adalah mainan para penguasa di dua tempat, yakni pemegang otoritas birokrasi negara pengelola pajak dan pendapatan seperti dicontohkan Gayus Tambunan, dan wajib pajak atau pihak yang berkewajiban mengeluarkan dana dari aset yang dikelolanya untuk negara. Jika mau jujur, permainan seperti ini banyak sekali merontokkan kewibawaan dan rencana kesejahteraan negara.

Apa yang sudah berhasil diungkap oleh KPK tentang masalah di sekitar pengelolaan pendapatan negara ini adalah bagian dari permainan kelas teri saja. Boleh hal itu jadi sudah memberi peringatan kepada pengelola pajak, tetapi sangat tidak memadai usaha Indonesia untuk menertibkan pendapatan negara melalui pajak dan lain-lainnya.

Kita tahu anggaran negara ini di pusat dan di daerah termasuk pajak. Karena buruknya pengelolaan, Indonesia mengalami ketidak-pastian berapa pendapatan negara semestinya termasuk dari pajak itu. Karena tidak amanah, banyak wajib pajak yang merasa enggan membayar kewajibannya. Mereka tak percaya pajak yang mereka bayar akan dimasukkan ke kas negara secara penuh. Jika hal ini berkembang menjadi gerakan anti pajak, maka negara bisa kolaps.

Karena itu Presiden RI harus benar-benar mau memberi aba-aba tegas kepada Menkeu dan seluruh jajarannya sampai ke bawah. Berilah contoh tindakan yg membuat jera para petinggi pengelola pendapatan negara yang bermain mata. Jangan cuma berhenti dan bangga memasukkan Gayus ke penjara.

Saya yakin, masalah ini pun pasti menambah kerumitan dalam pencarian konsep pengelolaan proyek Inalum ke depan (yang akuntabel, tidak menjadi ATM para pejaabat, dan berdaya guna bagi kemaslahatan umat).


2 Comments

  1. iwan says:

    inalum itu kan akronim dari indonesia alumunium.. indonesia itu kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: