'nBASIS

Home » ARTIKEL » KERAK

KERAK

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


IMG_4452

Bukan lontong. Meski sama-sama berbahan nasi (beras), kerak umumnya bukan sebuah recana. Pepatah Melayu lama menggunakan sifat kerak dalam kritik sosialnya yang membangun. Anda suka kerak?

MUNGKIN lontong adalah sebaliknya. “Diluluh-lantakkan” menjadi “bubur” melalui peleburan di atas tungku dengan memberi air secukupnya, dan kemudian dibekukan. Itulah lontong, bukan? Kalau ini sebaliknya. Bahan yang sama, tetapi “beranjak” lebih kering hingga menjadi kerak nasi. Ia nasi juga tentunya. Tetapi dengan kadar air yang sudah sangat minim itu, ia berubah menjadi mengeras. Kini ia bukan nasi lagi. Sudah menjadi wujud baru: kerak nasi. Di daerah Tapanuli ada yang menyebutnya hurkur. Di beberapa daerah Jawa ada yang menyebut intip. Bisakah bahan ini diubah lagi menjadi bubur atau lontong? Mungkin bisa, tetapi tak lazim.

Pada umumnya kerak adalah sebuah keterlanjuran tak disengaja, di luar kemauan. Meskipun budaya dalam suku-suku tertentu akhirnya memiliki cara pemanfaatan atau pengolahan kerak menjadi jenis makanan baru, tetapi diyakini umumnya bukan sebuah kesengajaan awal. Periuk yang sering mengalami pengerakan saat digunakan memasak nasi pun, mungkin akan lebih cepat kerusakannya ketimbang periuk yang lain. Seorang gadis muda yang mulai belajar menanak nasi akan dimarahi ibunya ketika lalai hingga nasi yang ditanak berkerak banyak. Itulah.

Kerak itu banyak, atau katakanlah bukan hanya nasi. Ada kerak bumi. Ketika proses pengerasan serupa atau proses yang mirip terjadi pada peristiwa lain, sering juga disebut berkerak atau mengalami pengerakan.

Dalam pepatah Melayu lama kerak sering juga digunakan. Misalnya, “keras-keras kerak kena air luluh (lembut) juga”. Itu digunakan sebagai sindiran terhadap sikap keras yang berpola tertentu dengan ciri utama tidak konsisten.

Anda suka kerak? Ketika kampanye Capres 2009, SBY menyatakan dengan sungguh-sungguh akan memimpinkan upaya serius memberantas korupsi. Menurut banyak kalangan, termasuk sya, itu tak terbukti. Apakah ini juga bisa disebut keras-keras kerak? Saya kira iya. Iya.


1 Comment

  1. iwan says:

    bukan lontong. hahahaha

    ‘nBASIS: Lontong. Emang napa ya? ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: