'nBASIS

Home » ARTIKEL » PDAM TIRTANADI

PDAM TIRTANADI

AKSES

  • 568,914 KALI

ARSIP



frontimage

Harus dipastikan tidak ada uang sepeserpun yang harus dibayar oleh seseorang untuk bisa menduduki kursi Dirut PDAM Tirtanadi. Itu cara-cara kafir yang sudah bosan bertuhan dan memandang rendah status keimanan

Sore ini seorang jurnalis lokal memberitahu bahwa Dirut PDAM Tirtanadi sudah ditahan oleh penegak hukum atas tuduhan yang ditimpakan kepadanya. Lalu jurnalis ini menginginkan jawab dari saya tentang siapa yang layak sebagai pengganti. Saya pikir pertanyaan itu terlalu jauh. Darimanalah saya tahu figur paling tepat mengganti pejabat lama, dan meskipun Dirut sudah ditahan mestinyalah tidak harus divonis bahwa ia sudah bersalah.  Kan begitu asas praduga tak bersalah? Ha ha ha.

Jurnalis: Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb. Bang, minta tanggapan tentang Dirut PDAM Tirtanadi yang telah ditahan. Siapa yang layak menggantikannya dan apa sebaiknya sikap Gubsu dalam hal tersebut.

Jawaban Saya: Pada setiap institusi dan terlebih badan usaha seperti PDAM Tirtanadi itu tentu sudah ada ketentuan tentang jabatan-jabatan serta kriteria untuk menduduki setiap pos. Karena itu, kita minta hal itu tidak dicederai jika nanti akan ada penggantian Dirut PDAM Tirtanadi sehubungan dengan statuts Dirutnya saat ini. PDAM Tirtanadi memang sangat perlu berbenah diri agar mampu menyelenggarakan pelayanan yang prima. Itu yang mesti diperhatikan oleh Gubsu, agar BUMD ini dapat berkiprah lebih baik ke depan.

Bagi petinggi daerah Sumut yang memiliki akses dan pengaruh ke PDAM Tirtanadi kita minta jangan menjadikannya sebagai ATM agar ia mampu tumbuh berkembang secara sehat. Terkadang bukan karena kinerja buruk seorang pimpinan di sebuah BUMD yang membuat dia bermasalah dan berurusan dengan hukum.  Kita tak bisa mengabaikan fakta bahwa buruknya sistem membuat tak satu pun BUMD bisa sehat, padahal ditinjau dari aspek pasar atas produksinya, sangat besar peluang untuk berhasil dan seakan pasti tak mungkin tak beruntung. Semua itu disebabkan oleh ketidak transparanan manajemen, tingginya persepsi bagi para pejabat daerah yang menganggap “bagiannya” ada pada BUMD itu, dan itu dianggap saja sebagai hak-hak istimewa yang dijamin oleh kekuasaannya itu sendiri.  Sebagai sapi perahan, BUMD itu pun akhirnya bermasalah. Jika sudah bermasalah, maka yang bertanggungjawab pastilah Dirutnya.

Jurnalis: apa perlu calon Dirut PDAM dipit and Proper Test, bang?

Jawaban saya: Untuk membuat proses itu menjadi terbuka ke publik, saya setuju. Artinya proses pit and proper test itu dibikin (misalnya) siaran langsung di media lokal agar orang tahu siapa yang paling berkompeten. Tetapi jika seperti yang lazim selama ini, tak usahlah. Mestinya harus dipastikan, tidak ada uang sepeserpun yang harus dibayar untuk bisa menduduki kursi Dirut PDAM Tirtanadi. Itu cara-cara kafir yang sudah bosan bertuhan dan memandang rendah status keimanan demi uang.  Apa pun alasannya, saya kira hal-hal seperti itulah yang selama ini membuat PDAM Tirtanadi tersandra dan tidak mampu memberi pelayanan yang baik.

Padahal, sederhana kerjanya. Mengalirkan air bersih dari pegunungan, mengumpulnya di suatu tempat, mendistribusinya ke pelanggan. Di sini tidak diperlukan proses yang begitu rumit, karena bahan dasarnya pun air pegunungan yang sangat bagus kualitasnya. Hampir tak masuk akal jika mengelola Tirtanadi itu begitu sulit hingga hampir semua pelanggan mengeluh.

Advertisements

1 Comment

  1. […] 1 artikel 2 artikel […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: