'nBASIS

Home » ARTIKEL » Guru Bantu DKI: SAATNYA PEMERINTAH MELAKUKAN EVALUASI DIRI

Guru Bantu DKI: SAATNYA PEMERINTAH MELAKUKAN EVALUASI DIRI

AKSES

  • 545,402 KALI

ARSIP


Evaluasi diri adalah sikap terhadap diri mengenai apa yang seharusnya diperbuat setelah melakukan sesuatu. Berikut ini kami kembali mengingatkan pemerintah terkait Status Guru Bantu DKI Jakarta atas beberapa hal, Pemerintah beserta jajarannya yang terkait dengan persoalan ini agar dapat mengevaluasi kebijakan dan pandangannya, sehingga ada hal-hal baru yang lebih adil dan tidak menempatkan posisi Guru Bantu DKI pada satus quo.

Beberapa hal yang harus diperhatikan Pemerintah dan jajarannya dalam mengevaluasi diri terkait status Guru Bantu DKI adalah paling tidak meliputi 3 hal utama yaitu: Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, Liberalisasi ekonomi dan demokratisasi, Motivasi dan produktifitas kerja.

1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan alat-alat komunikasi dan tranformasi informasi yang semakin canggih dan cepat, telah menimbulkan mobilitas yang tinggi dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Adanya satelit, handphone, internet, telah mempercepat semua orang untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Kemajuan itu semua tentu tidak bisa di nafikkan adalah hasil dari pendidikan yang terus berinovasi dan bermutasi menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan yang ada. Tuntutan dan harapan Guru Bantu DKI Jakarta yang telah disampaikan melalau berbagai cara termasuk melalu media online seperti ini harus dimaknai oleh pemerintah dan jajarannya sebagai usaha dan upaya cerdas dari seorang pribadi maupun komunitas Guru Bantu DKI untuk menyampaikan harapannya secara beradab, bermartabat, dan bertanggung jawab, Tentu pemerintah yang aspiratif dan memiliki kepekaan tidak akan membaca tulisan ini sekedar membaca layaknya membaca cerita pendek dari sebuah karya fiksi semata.

2. Liberalisasi Ekonomi dan Demokratisasi. Menggunakan laju pertumbuhan ekonomi sebagai indikator, bukan tingkat PDB per kapita, juga tidak menghasilkan kesimpulan yang lebih tegas. Banyak negara otoriter berhasil mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi seperti sejumlah negara Amerika Latin di tahun 1970- 1980-an dan Asia Timur tahun 1980-1990-an. Sementara itu negara-negara berkembang yang relatif demokratis, seperti Filipina, Fiji, atau India, setidaknya hingga pertenganan 1990a-n, terpuruk pada siklus pertumbuhan rendah.

Robert Barro pernah melakukan studi tentang hal ini. Hasilnya, ia gagal membuktikan bahwa demokrasi menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Meski tidak ada bukti yang tegas bahwa demokrasi membawa kemakmuran, bukan berarti demokrasi itu tidak penting. Ada banyak alasan lain, di luar alasan ekonomi, untuk mengatakan bahwa demokrasi tetap sebuah pilihan terbaik.

Demokrasi itu sendiri bukanlah satu-satunya tujuan akhir. Demokrasi akan berarti jika ia juga bisa membawa kesejahteraan. Dan negara-negara maju menjadi contoh bagi kita bagaimana demokrasi bisa bertahan dan dipilih oleh rakyat ketika ia berhasil menghasilkan kemakmuran bagi masyarakatnya. Namun pada kasus Guru Bantu DKI fakta berbicara lain, disamping pendapatan perkapita yang kecil, juga harus menunggu dalam ketidakpastian waktu untuk mendapatkannya, sementara kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi menyebabkan terpecahnya konsentrasi sementara disaat yang sama Guru Bantu DKI harus melaksanakan proses KBM dengan cara yang prima untuk menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. “Bagaimana bisa bekerja dengan konsentrasi penuh sementara persoalan di rumah masih tersisa sebegitu banyaknya” adakah guru yang yang bisa dengan antusias mengajar dan mendidik saat anggota keluarganya merengek rengek minta minum susu. Karena itulah kami menyampaikan Petisi terbuka untuk Pemerintah Republik Indonesia dan jajarannya

3. Motivasi dan Produktifitas Kerja. Tidak ada perbedaan pola kerja antara Guru Bantu DKI dengan Guru PNS lainnya. Jika berbeda kami meyakini Pemerintah tidak akan merubah status Exs Guru Bantu di di luar Jakarta menjadi PNS. sudah menjadi fakta dan hasil dari banyak penelit ian bahwa kesulitan ekonomi akan berdampak serius bagi kesetabilan mental dan moral. Jelas terekam bagaimana tragedi nasional pada tahun 1998 menimpa DKI Jakarta dan daerah-daerah lainnya, kesulitan ekonomi mengakibatkan “penjarahan” hal seperti ini juga terjadi di banyak negara.

Apakah Guru Bantu DKI akan melakukan hal yang serupa? Jelas Tidak. tetapi akan menyebabkan melemahnya semangat, motivasi dan kinerja dalam melakukan tugas-tugas profesionalnya. Bagaimana bisa seseorang bekerja dalam beban yang sama, dengan mengeluarkan energi dan pemikiran yang relatif sama, mengajar dan mendidik anak-anak dari bangsa yang sama, dengan pemerintahan yang sama, dengan aturan dan berbagai regulasi yang sama, dan banyak persamaan lainnya tetapi berbeda dalam penghargaan dari sisi materinya.

Guru Bantu DKI tidak ada persoalan jika memandang penghargaan dari sisi profesi yang telah diberkan pemerintah selama ini, terutama penghargaan dalam pengakuan. Namun demikian Guru Bantu DKI tetap melihat ada ketidakadilan yang sangat terasa dan “menyakitkan” Dinyatakan lulus dalam sebuah seleksi yang dilaksanakan oleh pemerintah, namun dengan diterbitkannya regulasi yang terkait dengan Peran dan Status Guru Bantu Secara Nasional, Guru Bantu di Wilayah DKI Jakarta ternyata tidak dalam aturan yang sama. Alasannya adalah karena bekerja di “Instansi Swasta” lalu apakah pemerintah pernah mengevaluasi diri: Bahwa Pemrintahlah yang menempatkan Guru Bantu DKI pada sekolah swasta itu. Pada bagian inilah harus ada perhatian yang mendalam dan solusi yang adil dan bijak yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terkait di dalamnya.

Motivasi dan produktifitas kerja Guru Bantu DKI Jakarta, dalam melakukan tugas-tugas profesionalnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanah UUD 1945 dan UU No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Indonesia, sangat ditentukan oleh langkah-langkah strategis pemerintah dalam menyelesaikan Status kepegawaian Guru Bantu DKI Jakarta.

Jika setiap guru bantu DKI Jakarta mengajar dan mendidik rata rata 100 Orang peserta didik warga Jakarta, maka jika dikaitkan dengan jumlah guru bantu DKI akan ada sekitar 500.000 orang yang ada dalam pendidikan dan pembinaannya. Tentu jumlah ini, tidak bisa dianggap sederhana jika Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dianggap sebagai barometer mutu pendidikan nasional dan sebagai ukuran tingkat indeks pembangunan manusia (Human Development Index) Guru Bantu DKI Jelas merasa sangat bertanggung jawab atas arah dan kemajuan Pendidikan Nasional Indonesia, bagaimana mengantarkan warga bangsa sebagai bangsa terdidik yang memiliki peradaban tinggi, budaya yang luhur dan memiliki karakter bangsa Indonesia yang luhur.

Tentu bagian ini adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat yang mencintai bangsa dan tanah airnya. sering kita dengar pernyataan “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan untukmu, tapi tanyakanlah apa yang telah engkau berikan kepada negara ini” GB-DKI tidak akan menguraikan apa yang telah diberikan, tetapi Guru Bantu DKI Jakarta pasti dengan fasih dan tanpa kehilangan sedikitpun kalimat untuk dapat menjawabnya secara tegas, jelas, dan mudah di mengerti.

Tapi apa ia, pertanyaan itu masih relevan jika ditanyakan kepada Guru Bantu DKI Jakarta, di saat yang sama status kepegawaian saudara-saudaranya sudah sangat jelas di daerah lain, dan daftar nama penghuni lembaga pemasyarakatan yang di”asramakan” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin panjang, sementara di sisi lain GB-DKI Jakarta masih harus “berjuang” hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal, ditengah komitmen dan konstribusinya sebagai “penerang” kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga catatan ini, menjadi perhatian kepada siapapun yang berkesempatan membaca, dan hendaknya menjadi renungan bahwa tulisan ini bukan sekedar hasil dari sebuah imajinasi.

Penulis Irwan Putra

Advertisements

1 Comment

  1. nana as says:

    kami guru bantu dki sangat berharap status pns u slrh gb dki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: