'nBASIS

Home » ARTIKEL » PERGINYA SEORANG PENDIDIK

PERGINYA SEORANG PENDIDIK

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Perginya seorang pendidik dengan sosok yang tabah, jujur dan konsisten dan kerap dijuluki “Sejarah Berjalan”. Hari-hari terakhirnya yang terbaring dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Dr Sardjito Jogjakarta, ia benar-benar ihlas, sangat berbahagia dan tanpa beban menyongsong ajalnya. Itu salah satu potret yang dipetik dengan rasa cemburu oleh salah seorang keponakannya, Soripada Sarumpaet.

“KAU tidak usah jadi pedagang emas (ayahnya memang seorang pedagang emas). Kau pergi saja sekolah setinggi-tingginya. Biar saya saja yang mengurusi kampung. Lagi pula tak ada harta yang akan kau jaga di sini”. Itulah salah satu nasihat ayahnya kepada Agussalim Sitompul sekitar tahun 1960-an. Sejak usia dini itulah ia merantau ke Jogja untuk menimba ilmu.

Ia lahir di desa kecil Muara (Sibulan-bulan), Pahae, Tapanuli Utara (Sumut) 12-12-1942. Dari kampung kecil itu keluarganya pindah ke Sipirok (Tapsel), setelah sebelumnya juga pernah tinggal di Janji Angkola (Taput). Tiba masanya ia memutuskan untuk pergi merantau untuk ilmu, sesuai saran ayahnya, ke Jogjakarta. Di sana ia menjadi seorang aktivis. Banyak kisah di sekitar perjalanan hidupnya sebagai aktivis di Jogja yang terkait dengan pertanyaan-pertanyaan substantif  kenegaraan.

Dalam kesederhanaan hidup, seorang Agussalim Sitompul tak memiliki harta untuk diwariskan. Saat IAIN Sunan Kalijaga tempatnya mengajar menginginkan perluasan ruang kuliah dan peruntukan lainnya, maka ia bersama Prof.Dr Simuh (mantan Rektor) terpaksa diminta pindah dari gedung kuliah yang disekat-sekat di wilayah kompleks kampus. Cukup lama ia dan Prof Dr Simuh tinggal di ruang kuliah yang disekat-sekat itu.

Waktu itu ia hanya memiliki tabungan Rp 40 juta rupiah. Soripada Sarumpaet yang merupakan seorang di antara keponakannya yang tinggal di Jogjakarta mengambil inisiatif. Uang itu digunakan sebagai panjar untuk material bangunan yang akan didirikan di atas tanah yang sudah dibeli oleh Agussalim Sitompul sejak tahun 1990-an. Selanjutnya Soripada Sarumpaet mengkomunikasikan kesulitan itu kepada banyak pihak. Akhirnya rumahnya berdiri dengan biaya dari banyak orang, dan itu hanya sekejap waktu.

Agussalim Sitompul sudah lama mengalami penderitaan sakit (diabetes). Dua kali dalam sepekan harus cuci darah. Beberapa bulan lalu ketika saya berkunjung, ia banyak bercerita, bukan tentang penyakit dan keluarganya melainkan tentang negara. Seolah ia tak merasakan apa-apa dengan penyakitnya itu. Hanya ketika akan minum teh yang disajikan, ia berucap maaf karena tak bisa meminum gula sejenis yang disajikan untuk saya.

Kemaren salah seorang cucunya Fauzan Arafat Siahaan memberi tahu “nenek sakit parah. Mohon do’a”. Saya tertegun seolah merasakan hal-hal yang kini benar-benar menjadi kenyataan. Saya katakan “Bisikkan kebahagiaan menyongsong ilahi. Bisikkan kejujuran dan keteguhan pendirian ke kupingnya, karena hanya itu kekayaan yang diwariskannya”.

Siang ini, Mohd Arifin Gultom, salah seorang keponakannya yang tinggal di Medan memberitahu beliau sudah pergi untuk selamanya. Soripada Sarumpaet juga bertelefon. “Almarhum sangat ihlas dan sangat berbahagia serta tanpa beban dalam menghadapi akhir hayat yang seolah-olah ia sudah tahu”, jelas Sarumpaet. “Ketika saya bahwa besuk sejumlah kerabat dan teman-teman beliau, alangkah gembiranya suasana yang diciptakannya. Luar biasa. Luar biasa. Semua kalian datang melihat saya menjelang akhir hayat ini. Saya sangat berbahagia. Terimakasih. Terimakasih”. Itu diucapkannya dengan suara yang jelas dan penuh canda.

Seorang sejarah berjalan sudah pergi, menyusul para pendahulu. Dia meninggalkan sikap kritis dan konsistensi kepada kita. Sejumlah buku yang pernah diterbitkannya masih bisa kita pelajari.

Innalillah wa inna ilaihi raajiun. Allahummagfirlah, warhamh, wa’afih, wa’fuanh.

Shohibul Anshor Siregar

Ali Mukmin Siahaan


1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: