'nBASIS

Home » ARTIKEL » MARTUNIS PUN KE BALI

MARTUNIS PUN KE BALI

AKSES

  • 564,277 KALI

ARSIP


sby-martunis-menginspirasi-ronaldo-jadi-duta-mangrove

ASAP sudah sangat mengganggu di Riau, begitu juga di Singapura dan Malaysia. Tetapi Martunis datang ke Bali, bukan ke Riau dan bukan ke Singapura atau Malaysia. Dari kampungnya di Aceh, remaja ini menyusul  Cristiano Ronaldo yang diundang untuk membahasakan dengan cara lain tentang ketidak-sanggupan kita melestarikan hutan mangrove di Indonesia. Saat pertemuan sangat singkat di Bali, keduanya berpelukan dan berbahasa isyarat untuk menunjukkan rasa saling rindu.

Di sini dikembangkanlah cerita, bahwa kaka angkat Martunis sang survival Tsunami yang terkenal di Eropa itu sangat terkesan dengan peristiwa tahun 2004 yang meluluh-lantakkan Aceh. Martunis yang saat itu sedang ingin bermain bola bersama kawan-kawannya memakai kostum Cristiano Ronaldo, dan terseret arus deras hingga terkatung-katung belasan hari tak ditemukan oleh semua tim penyelamat. Ia menggunakan kostum pesepak-bola pujaannya Cristiano Ronaldo waktu itu. Ada pohon mangrove,  Martunis tersangkut di sana dan selamat.

Itulah yang disebut menjadi sebuah alasan kuat bagi Cristiano Ronaldo begitu respek atas upacara penanaman pohon Mangrove sebagai simbol upaya pelestarian di Bali itu. Adik angkatnya Martunis pernah selamat karena pohon itu. Kita pun tidak tahu apa yang dipikirkan oleh bintang sepakbola tersohor itu. Ia hanya dikutip media berharap kehadirannya di Bali dapat mendorong Indonesia lebih giat untuk mangrove.

Cristiano Ronaldo tidak tahu bahwa para nelayan kecil di Indonesia menjerit karena mangrove dihabisi, ditanam dihabisi, ditanam dihabisi. Tetatapi yang menghabisi selalu lebih perkasa.  Para nelayan itu banyak tergantung pada mangrove karena menjadi tempat yang begitu baik untuk ikan-ikan yang cocok menjadi tangkapan buat mereka.

Di zona lain, merekja dimusuhi, sebagaimana sangat sering terekspresikan dalam “pertempuran” yang terjadi antara nelayan kecil dengan para kapitalis. Oleh keperkasaan kapital yang membuat tidak saja undang-undang tak berlaku, tetapi juga pengawasan undang-undang yang sangat tidak adil bagi mereka. Selera neoliberalisasi bertuhankan uang kerap menomor-duakan cita-cita kebangsaan dan kenegaraan yang berkeadilan.

Mangrove juga penting bagi masyarakat keseluruhan selain nelayan kecil. Itu pasti. Karenanya soal mangrove ini memang patut menjadi perhatian nasional. Dibincangkan, diteliti, diseminarkan dan diheboh-hebohkan. Tetapi tak pernah berjalan on the track. Atau, siapa yang yakin ke depan akan lebih serius dengan kehadiran Cristiano Ronaldo di Bali?

Beberapa pesebak-bola kesohor lainnya sudah pernah datang ke Indonesia, termasuk Zidane dan Nainggolan. Di belakang semua itu ada sponsor. Tak lama lagi Maradona juga akan hadir di sini. Berseminar. Berperaga ketangkasan, dan berbincang sambil makan malam dengan sejumlah orang yang bersedia membayar ticket. Tetapi semua itu tak pernah mereduksi “tsunami” sepakbola kita.

Ada pesepakbola asing yang sakit, lalu meninggal karena menderita penyakit yang terindikasi sebagai gambaran ketidak-profesionalan pengelolaan. Belum lagi soal honor. Mungkin saja ada orang yang merasa dirinya sudah sangat profesional mendatangkan Zidane, Nainggolan, Cristiano Ronaldo dan Maradona ke sini. Juga mendatangkan pesebakbola manca Negara untuk menjadi pemain di sini. Seolah-olah sudah seperti di Eropa yang jual-beli pemainnya begitu menyita perhatian dunia karena harga, martabat dan roda bisnis di baliknya.

Juga mungkin ada orang yang merasa professional, bahwa di tengah teriakan akibat kenaikan harga BBM bersubsidi dan festivaliasi salah urus bantuan kemiskinan nasional bernama BLSM metamorphosis BLT yang mengundang bencana itu, berhasil membawa orang-orang top dunia ke sini.

Meski tak mau disebut takut kepada Singapura dan Malaysia soal “ekspor” bencana asap, SBY kelihatan seperti mendahulukan penenggangan perasaan Negara jiran. Mengapa? Beliau tak bertanya serius kepada pihak yang mestinya tahu siapa yang membakar hutan di sini. Dengan tujuan apa mereka membakar hutan. Martunis dan Cristiano Ronaldo pun tak tahu itu, dan memang tak perlu tahu itu.

 

 

Shohibul Anshor Siragar. Diterbitkan pertamakali pada Harian Medan Bisnis, Sabtu, 29 Juni 2013, hlm 2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: