'nBASIS

Home » ARTIKEL » MENCARI NAPI YANG LARI

MENCARI NAPI YANG LARI

AKSES

  • 564,825 KALI

ARSIP


KEMBALI seorang jurnalis lokal bertanya kepada saya. Ini soal napi yang kabur dari lapas Tanjung Gusta. Ini pendapat saya:

Ada dua hal yang menjadi tujuan pertama para napi yang kabur itu. Pertama ialah keluarga. Tujuan ini adalah bagi napi yang sama sekali kabur tanpa motif politik. Itulah yang kita lihat ketika ada seorang ibu yang mengantarkan puteranya kembali ke lapas. Kategori ini tidak begitu rumit dianalisis.

Tujuan kedua, ialah kelompok rujukan (group reference). Ini bagi mereka yang kabur dengan motif politik. Meskipun mereka satu saat akan berusaha bertemu atau berkomunikasi dengan keluarga, tetapi itu tentulah tidak dilakukan sekarang. Mereka sangat faham kapan itu akan dilakukan. Namun tetap bermanfaat untuk meminta informasi sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga.

 

Napi yang lari dengan motif politik itulah yang sejak awal sudah memiliki rencana dan pemanfaatan situasi. Mereka bisa segera keluar dengan kelihaian berkat pengalaman selama ini. Saya kira, di LP mereka juga sangat disegani oleh semua napi yang lain dan semua petugas sampai sipir dan kepala lapas. Napi koruptor pasti berwibawa karena mereka bisa mengendalikan keadaan di dalam karena uangnya dan bisa plesiran kemana-mana. Maling ayam tidak akan punya kelas dan kewibawaan. Napi pemerkosa juga tidak. Tetapi napi pembunuh dan napi dengan klasifikasi teroris pasti sangat disegani.

 

Jadi terus mencari jalur-jalur strategis adalah bermanfaat.Jika dalam proses persidangan mereka tempohari dan dalam proses verbal mereka di kantor kepolisian dilakukan secara baik, data-data itu sangat membantu menemukan mereka kembali. Tetapi jika proses verbalnya acak-acakan dan proses persidangannya tidak pernah mengungkap kejadian sebenarnya, maka gelaplah jalan untuk menemukan mereka kembali.

 

Bayangkan misalnya, napi itu masih menyembunyikan 500 juta di semak-semak dan dipastikan dalam keadaan aman sebelum mereka dulu tertangkap atau menyerahkan diri. Itu salah satu permisalan saja. Artinya, jika proses verbal dilakukan semberono dan persidangan tidak mampu mengungkap fakta sebenarnya, maka akan gelaplah pencarian terhadap mereka. Catatlah, bahwa peradilan sesat kerap sekali mewarnai penegakan hokum di Indonesia dan memang itulah wajah Indonesia dari aspek keadilan dan hukum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: