'nBASIS

Home » ARTIKEL » BANK PERTANIAN ATAU KOPERASI?

BANK PERTANIAN ATAU KOPERASI?

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Sawa2
Bankkah atau koperasikah yang paling cocok untuk menyediakan pembiayaan untuk pertanian di Indonesia? Seseorang mengatakan, bukan keduanya. Melainkan komitmen. Jika ada komitmen yang mana saja bisa. Begitu katanya.

Memang bagi pihak tertentu (penguasa) lebih enak memilih kebijakan impor karena mekanisme itu manis. Masih ingat kasus impor daging sapi, bukan? Itu sangat klop dengan buruknya kehidupan pertanian. Sayur, buah-buahan, dan bahan makanan hasil pertanian lainnya diimpor terus. China, Malaysia, Thailand, Amerika dan lain-lain meraup keuntungan besar di tanah subur ini.
Untuk mendongkrak pertanian, memang pemimpin harus berfikiran berdaulat penuh dan tidak sekadar berpikiran penggandaan uang seketika (growth). Hendaknya tidak pula lebih berperan agen pemasaran belaka buat produk-produk asing yang menjadi leluasa di sini. Bagaimana pembiayaan mereka (pertanian itu)? Bank sangat tidak mungkin kabarnya. Karena Bank itu jahat.

Lalu apa akal? Hidupkanlah koperasi. Bagaimana caranya? Bukankah koperasi itu sering diplesetkan “kuperasi”? Saya kira pak Presiden yang harus menjawab ini. Tidak bisa dijawab oleh seorang atau beberapa orang menteri. Mengapa? Ini masalah harkat dan martabat, kedaulatan dan nasib mayoritas rakyat di sebuah negeri agraris.

Fruits and Vegetables --- Image by © Fukuhara, Inc./CORBIS

 

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: