'nBASIS

Home » ARTIKEL » TARIK TAMBANG, PANJAT PINANG, LOMBA LARI PAKAI KARUNG, DAN MERDEKA

TARIK TAMBANG, PANJAT PINANG, LOMBA LARI PAKAI KARUNG, DAN MERDEKA

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


POSTING ini saya pindahkan dari komentar yang saya berikan terhadap status seorang teman pada facebook, baru saja. Orang kerap lupa bahwa hal-hal yang kita warisi sebagai bangsa dari masa lalu memiliki nilai yang tinggi. Negara-negara lain di dunia memiliki hal yang juga kuno-kluno, tetapi dilestarikan hingga kini. Suatu keheranan mengapa banyak yang sangat tak ramah terhadap warisan masa lalu itu.

Belum lama ini sebuah pertemuan satu asosiasi disiplin ilmu tingkat internasional berlangsung di Jogjakarta. Salah satu temanya kira-kira “institusi lama yang masih survive”. Di kampung saya (Pahae) Tumba (sejenis kesenian rakyat) sudah tak lagi dimainkan oleh rakyat kecuali pada saat-saat acara tertentu saja. Padahal dulu menjadi permainan anak-anak muda setiap malam, apalagi saat terang bulan. Dalam tumba ada mekanisme kritik sosial yang sangat efektif, di samping sebagai hiburan yang mengasyikkan. Jika setiap kampung di Indonesia menginventarisasi kesenian rakyat yang sudah mulai menghilang, barangkali daftarnya cukup panjang. Modernisasi mendesak dan melenyapkannya. Tetapi arisan, Anda tahu arisan. Entah bagaimana asal mulanya dulu, meski pun kini ada bank dan para rentenir yang menawarkan “uang panas”, ia tetap eksis. Arisan itu sebuah rasionalisasi kiat dalam menghadapi kemiskinan meskipun banyak orang melihatnya tak rasional. Inilah salah satu di antara institusi lama yang bertahan itu.

Dalam posting teman saya tersebut di atas disebut beberapa jenis perlombaan yang lazim digunakan sbg “kebesaran” merayakan hari kemerdekaan, semisal “balap karung, tarik tambang, paku dalam botol (hal ini saya tidak faham maksudnya), dan lain-lain. Masih ada satu lagi sebetulnya: panjat pinang. Ya, juga lari dengan kencang dengan membawa sendok makan berisi kelereng. Memang rasanya semua itu sudah ketinggalan zaman. Tetapi jika saja ditelaah nilai filosofinya, boleh jadi semua itu dimaksudkan untuk memperingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam keadaan susah sekalipun, jangan patah semangat dan jangan pernah menyerah. Bukankah kemerdekaan itu bukan sebuah hadiah? Bukankah kemerdekaan itu dicapai dengan pengorbanan jiwa dan raga? Itulah maknanya. Hanya saja orang sekarang mungkin sudah jarang menyadari makna terdalam dari semua itu sehingga lebih cenderung hanya melihat aspek keterbelakangannya di depan teknologi dan ilmu pengetrahuan yang demikian maju di sekitar.

Ada hal yang paradoks, di sini Sunzu disebut-sebut sebagai seni survive. Juga nilai moral Samurai. Mungkin jarang orang merenungi mengapa Karate dan kungfu malah jauh lebih dianggap hebat ketimbang pencak silat (apa betul?). Di beberapa negara di Eropa bukan cuma pencak silat yang dipelajari, tetapi juga gamelan dan beberapa kesenian yang original Indonesia. Saya teringat seorang ahli tiup sarune (sejenis seruling) bermarga Gultom dari Porsea yang begitu disanjung karena keahliannya itu, di beberapa negara di Eropa.

Saya khawatir krisis kebanggaan sebagai warga negara dengan segenap warisan budaya lokal dan nasionalnya begitu serius menerpa. Rasa MC dengan semua atribut keindonesiaan tak terelakkan. Sungguh, ini sebuah krisis. Karate, Sunzu, Samurai, itu semua nilai-nilai peradaban kuno di Jepang. Mengapa mereka mampu membuatnya dicintai di lintas batas dan lintas zaman?

Mereka bangsa yang sangat mencintai negerinya dan segenap kekayaan leluhur mereka. Dengan cinta masa lalu itu semua kita menyaksikan Jepang itu bukannya terbelakang, meski ia terus memiliki secara kuat sifat Kaizen Gemba (sempurnakan terus menerus). Jepang adalah salah satu negara di Asia yang tak pernah dijajah, katakan secara simplistis itu sebuah kebetulan. Tetapi kini Jepang itu luar biasa. luar biasa. luar biasa.

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: