'nBASIS

Home » ARTIKEL » DAKWAH DI BONA PASOGIT

DAKWAH DI BONA PASOGIT

AKSES

  • 538,596 KALI

ARSIP


Mesjid Raya Tarutung

Mesjid Raya Tarutung

SIANG INI saya berdebat dengan seseorang yang mengemukakan sebuah rencana untuk Islam Tapanuli Utara, khususnya Tarutung. 

Ini awalnya:

Assalamualaikum’
berhubung byknya tugu dn patung2 yg dibangun didaerah tarutung oleh non Muslim dlm memeprkuat dogma agama mrk’ ada rencana dari Mesjid Agung Hati Nurani ‘tarutung’ utk membngun sebuah menara mesjid brtinggi 25-35mtr’ada yg mau bntu’tp dgn syarat proposalnya dilengkapi gambar rncana bangunan dn detil biaya’ kmi sdh coba cari yg bisa’tp tak ketemu jg’ ada yg bisa bantu utk gmbar rancang bangunan serta detil biaya? ditunggu?

Ketika saya masuk dalam diskusi yang dimuat dalam sebuah akun sosial media itu, sudah ada orang yang memberi respon, termasuk jasa untuk membuat design (gambar) dan juga budget. Tetapi saya berpendapat lain, sehingga saya kemukakan pendapat saya demikian:

saya kira itu kurang bagus. digeserlah prioritas dakwah itu ke pemberdayaan. membangun sebuah mesjid di sarulla saja hingga kini blm kelar krn bertahun-tahun mendapat resistensi.

beberapa tahun lalu di sipirok org Kristen saya dengar mau buat proyek trivia sejenis (jgn lupa di sanalah pertamakali jejak Nommensen ditemukan dalam Kristenisasi. orang Batak Kristen pertama adalah orang Parau Sorat, bermarga Siregar). Itu dari aspek historisnya. tetapi, rakyat mayoritas tersinggung.

di sana (taput) ada salib kasih raksasa. itukah yang akan disaingi? untuk apa, kawan? tugu (tambak) itu warisan budaya lama, bahkan saya kira ajaran Kristen pun tidak merekomendasikannya seperti itu. Kalau tdk salah sdh ada perda Taput (sebelum dimekarkan menjadi 4 kab) yang membatasi pembangunan tambak itu. Sdh dianggap sbg investasi boros. Itu kah yang akan direplikasi oleh tokoh di balik proyek ini?

sadarlah, kawan-kawan.sebelum proyek itu dijalankan (mohon jangan sampai diwujudkan), sebetulnya sangat baik untuk berdiskusi, termasuk (malah lbh penting) untuk membicarakan strategi dakwah. MUI, Muhammadiyah, Alwashliyah, NU dan perguruan tinggi serta LSM yang bergerak dalam bidang dakwah, dilibatkan.ayo.

Orang yang mengajukan gagasan merespon demikian:  “bisa kita diskusikan’ tp apkh membangun sebuah menara utk syiar islam’ agar orang2 tau bhw tapanuli Itara’ khususnya tarutung mempunyai penduduk Muslim yg bukan pendatang’ tp “Raja Huta” jg disana’ jgn lupa tarutung pusat HKB sedunia:.

Saya makin jelas memahami ide di balik gagasan itu. Lalu saya beriu balasan demikian: ” ya, itu maksudnya mengajak bertarung untuk sebuah isyu kosong. bertarunglah hingga mati untuk sebuah nilai kesia-siaan”.

Saya tidak jelas apakah ia tersinggung atau karena tak faham sehingga berucap : “maaf”’ anda baca yg mana’ sya tdk mengajak bertarung’ bila anda ini anggap kekosongan belaka itu hak anda’ saya tdk memaksa anda ikut’ saya ajak anda berdiskusi bkn bertarung!!!”

Saya kira ia perlu mengetahui banyak hal, sehingga saya memberinya jawaban “bahwa di Sarulla sudah muncul solidaritas dari kalangan muslim yang sangat luas (bukan cuma dari Taput) karena ketidak-berhasilan mewujudkan pembangunan mesjid itu. itu hak Islam. mengapa tak mereka (Kristen) izinkan? Di Sipirok, kalau mereka memaksakan kehendak untuk membuat tugu raksasa peringatan missionaris Kristen itu (dasarnya ada), apakah orang Islam di sana mau dan merelakan itu hingga simbol Kristen menenggelamkan Islam di sana? Itu pertarungannya”.

Sebuah akhir dialog yang tak bagus telah terjadi:

  • dia: mantap boss! maka mari kita bertarung dgn mrk dgn jalan yg berbeda tp tujuan sama!
  • saya: nah. jika hrs bertarung saat ini, mestinya prioritas dakwah bona pasogit hrs diperiksa ulang. agar tarungnya tak sia-sia.
  • dia: nah”’itu yg bisa kita diskusikan’ mungkin Forum ini bisa menjembatani’ agar Umat Islam ditapanuli ttp bangga mnjadi Islam!!!
  • saya: saya ingin memberi satu contoh, dalam pendidikan. Sumut adalah negeri dengan mayoritas penduduk Muslim. Tetapi sekitar tahun 1960-an, fakultas FAN di Universitas HKBP Nommensen itu sangat terkenal. Putera dan puteri Islam tak jarang merasa hrs kuliah ke sana. Seorang teman saya mantan Sekjen PB HMI malah kuliah di sana. Di Indonesia Timur, sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi tujuan putera-puteri lokal yang tak terserap di Perguruan Tinggi negeri. Kebanggaan seperti ini lain sekali maknanya dengan kebanggaan mendirikan tambak atau yang sejenisnya.

Pada tahun 2005 sebuah seminar bertajuk Dakwah di Bona Pasogit digelar di Medan. Saya sangat heran banyak orang menstir buku Alfred Siregar alias Mangaraja Onggang Parlindungan berjudul Sipongki Nangolgolan. Padahal sejarawan dan ilmuan sosial menilainya bukan sumber informasi yang dapat dipercaya. Ketika saya tanya siapa yang membaca buku itu sampai habis? banyak orang menunjukkan tangan. Saya tanya lagi, siapa yang sudah membaca halaman yang berisi ungkapan bahwa dalam buku itu penulisnya sengaja menebar 7 kebohongan? Tak ada yang tunjuk tangan. Artinya, mereka tak tahu tentang apa yang mereka anggap sebagai kebenaran.

Dakwah di Bona Pasogit adalah sesuatu agenda yang berjalan sangan lambat. Sangat perlu revitalisasi untuk mendefinisikan kembali prioritas kekinian. Banyak organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah, namun tak banyak hasil kerja yang sudah dapat dibanggakan. Itulah.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: