'nBASIS

Home » ARTIKEL » SAPI DI ACEH

SAPI DI ACEH

AKSES

  • 538,914 KALI

ARSIP


Lihat gambar kiri bawah. Lazimnya space parkir yang dipakai oleh sapi itu adalah space untuk mobil pejabat tertinggi di kantor ini. Kepala kantor di sini tentu tidak berkenderaan sapi

Lihat gambar kiri bawah. Lazimnya space parkir yang dipakai oleh sapi itu adalah space untuk mobil pejabat tertinggi di kantor ini. Kepala kantor di sini tentu tidak berkenderaan sapi

INI hanya sebuah guyonon belaka. Tidak boleh dianggap serius. Mohon pula jangan ada yang menjadi tersinggung. Saya tulis sekadar melepas kepenatan bekerja seharian.

Sapi dari Aceh Protes. Bagaimana caranya? Ini baru berita. Begini ceritanya:

Bukan cuma karena tuntutan merdekanya itu Aceh memiliki banyak perbedaan dengan yang lain. Di sini sapi juga masuk kantor, meski tak diabsen dan pekerjaannya juga berbeda. Rumput di halaman bisa mereka ratakan sambil berkonsumsi ria. Ini kan bisa dihitung penghematan untuk tak menyewa tukang kebun.

Kalau biaya tukang kebun sudah hilang dari struktur pembiayaan kantor, itu berarti akan ada penghematan dengan hapusnya sebuah item peluang penggunaan anggaran secara mark up (korupsi) menurut kebiasaan yang terjadi umum di seluruh instansi pemerintahan di Indonesia.

Merumput di halaman kantor bagi sapi ini bukan sesuatu yang tak memiliki kontribusi penting. Ada pupuk yang mereka tinggalkan di sana sebagai bentuk rasa terimakasih.

Tetapi belakangan ini Satpol PP kabarnya sudah mulai menertibkannya. Sapi pun marah. Mereka berkumpul, lalu membuat petisi. Tidak ada LSM yang mendampingi mereka membuat petisi itu. Petisi mereka berbunyi demikian:

Indonesia kurang memuaskan dalam memahami dan menerapkan keadilan. Binatang diperlakukan tidak adil. Aceh juga menyedihkan tampaknya, karena di satu ketika menuntut kemerdekaan dari Indonesia, tetapi nyata-nyata tak bisa membayangkan keinginan sapi untuk merdeka. Ini ironis.

Kami dilarang berjalan di atas jalan raya. Padahal atas nama Bendi dan Pariwisata, kami pun tahu kuda dibiarkan leluasa masuk kota dengan hiasan-hiasan warna-warni seperti di Jogja dan Bukittinggi. Diskriminasi itu, jika ditelusuri lebih luas, rupanya bukan hanya terjadi diantara sesama binatang. Mengapa benda-benda mati seperti mobil, sepeda, sepeda motor dianggap tepat mendominasi penggunaan jalan raya ketimbang makhluk hidup seperti kami?

Ini jelas tidak adil dan jelas lebih dari cukup sebagai alasan untuk kami mengajukan protes. Protes. Protes.


Banda Aceh, Agustus 2013
Atas nama Sapi Sedunia.
Tertanda
Sapi Aceh

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: