'nBASIS

Home » ARTIKEL » DI BALIK HIV AIDS

DI BALIK HIV AIDS

AKSES

  • 538,596 KALI

ARSIP


POSTING ini berasal dari pertanyaan Ismail Nasution jurnalis SUmut24. Ia awali dengan sebuah pertanyaan “Apa penyebab meningkatnya angka penderita HIV Aids di Medan?”
Tanya jawab pun berlangsung melalui inbox facebook, demikian:

Ismail: bang mohon komentar apa penyebab meningkatnya aids di masyarakat

Pertama harus saya tegaskan bahwa saya tidak tahu data penderita HIV aids di Medan atau Sumut dan bahkan Indonesia. Data yang ada selama ini sangat saya ragukan. Tetapi jika anda bilang membesar jumlahnya, maka secara asumptif dapat saya terangkan begini:

Hancurnya nilai-nilai sakral perkawinan yang didorong oleh pariwisata. Dalam konsep Barat tourism itu adalah sex, surf and sand. Semua rekreasional dan kesenangan duniawi (hedonis) dengan pengecualian tertentu. Uang dari pariwisata sebetulnya juga tidak bersih menjadi keuntungan kita, karena demi standar internasional kita harus bayar ke negara besar seperti minuman, jasa manajerial, makanan dan lain-lain berikut tenaga ahli.

Ingat bhw pada tahun 1970 sampai 1980-an lokalisasi hanya ada di Bandar Baru. Sekarang itu sudah hampir tutup. karena hampir semua hotel di Medan dan di wilayah pinggiran di Medan, dengan pengecualian kecil saja, sangat terbuka untuk itu. Bagi pemerintah hal itu artinya agregasi pendapatan daerah.

Ismail: apa akibat kurangnya kerja ulama di masyarakat, bang

Ulama kita sudah sangat tidak mampu. selain karena pola pandang yang sangat tradisional, mereka kurang memahami perkembangan organik masyarakjat. Mereka lebih banyak marah-marah dari mimbar di mesjid dan beradu banyak amplop dari jama’ah, termasuk dari pemerintah. Menjadi legitimator bagi pemerintah yang buruk pun kini ulama sudah melembagakan diri secara sporadis. Kecenderungan pendakwah populer juga pada tema-tema yang tidak menyintuh pada persoalan umat. Mereka hanya mengajarkan kesalehan pribadi. Memang kecakapan para ulama kita jauh ketinggalan, selain kerangka berfikirnya dipenuhi motif tertentu kalau bukan hedonitas.

Ismail: apa sebaiknya tindakan pemerintah?

Oh, apa masih mau mereka bertindak ya? Saya sangat ragu. Pertama, pikirkan halal atau haramnya uang masuk ke kas daerah, apalagi yang daya destruksinya sangat besar seperti ini. Kedua, familiarkan konsep poligami. Masak negara memusuhi poligami (ada uu anti poligami) padahal fasilitasi hubungan sex di luar perkawinan begitu marak.

Tentulah mesti kita catat dengan baik, pola penularan wabah HIV Aids masih ada selain hubungan seksual.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

1 Comment

  1. Kebanyakan penularan hiv aids adalah lewat kontak seksual, meskipun ada juga yang bukan lewat kontak seksual tapi jumlahnya tidak sebanyak lewat penularan seksual.

    Bagi saya, semakin menyebarnya penyakit hiv aids ini merupakan cermin kegagalan kita semua dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama dan moral. Agama dan moral bahkan sering dikesampingkan.

    Misalnya dulu pernah ada wacana pembagian kondom gratis untuk menghambat penyebaran hiv aids. Meskipun akhirnya batal karena banyak ditentang, tapi hal itu bukti bahwa agama dan moral dinomorduakan dalam upaya menghambat penyebaran penyakit ini.

    ‘nBASIS: terimakasih atas pendapatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: