'nBASIS

Home » ARTIKEL » WAWANCARA 3: UNJUK RASA TIONGHOA

WAWANCARA 3: UNJUK RASA TIONGHOA

AKSES

  • 568,914 KALI

ARSIP


ROZI, seorang jurnalis lokal mengajukan pertanyaan kepada saya siang ini. Ia tertarik memberitakan tanggapan beberapa narasumber tentang unjuk rasa orang Tionghoa di Medan seputar pelayanan PLN beberapa hari lalu. Saya beri ia jawaban tertulis demikian:
Memang itu menarik karena semakin berani dan opensif. Tetapi itu memiliki sejarah yang agak panjang, dan sifatnya fulktuatif (naik turun). Ketika masa Soekarno partisipasi politik warga Tionghoa juga signifikan, terutama pada tahun-tahun 1960-an. Di Medan malah ada gerakan Poh An Tui saat peralihan pemerintahan Orde Baru ke Orde Lama. Organisasi ini malah memiliki kesiapan tempur secara fisik.

Ketika zaman Soeharto kelihatannya warga Tionghoa lebih diarahkan untuk menjadi pebisnis meski dengan konsekuensi matinya pebisnis pribumi. Pada masa Soekarno ada yang disebut dengan kebijakan ekonomi Benteng, yang berusaha mendewasakan pribumi dalam berbisnis dengan support skill, managemen dan akses permodalan. Belakangan itu ditiru di Malaysia, dan diterapkan hingga sekarang. Tetapi ekonomi Benteng tidak berlanjut, dan pada masa Soeharto warga Tionghoa semakin diperkuat untuk menguasai bisnis. Ciri bisnis mereka tidak sama dengan pribumi. Pribumi mungkin terbiasa dengan usaha-usaha yang tergantung pada APBD dan APBN. Tionghoa tidak, karena mmg kalo bisnis berdasarkan anggaran negara itu tentulah pangsa pasarnya tidak begitu besar.

Hasilnya bisa kita lihat sekarang. Dari tahun ke tahun orang terkaya di Indonesia adalah warga Tionghoa (https://nbasis.wordpress.com/2013/09/23/lima-terkaya-dari-indonesia-2013/), meski pun mereka menasionalisasikan nama-nama mereka menjadi nama Jawa dan ada yang bermarga Batak. Mereka Tionghoa.

Bagi pribumi, soal mati listrik hanyalah masalah terganggunya kenyamanan yang biasa dinikmati setiap hari. Misalnya di rumah menjadi gelap, memasak dengan rice cooker tidak bisa, dispenser mati, tak bisa menyetrika, dan tak bisa nonton tv dan main facebook. Sedangkan bagi warga Tionghoa itu bermakna kerugian bersifat kumulatif dalam bisnis.

Dalam konteks bisnis itulah mereka melakukan unjuk rasa itu. Jika hanya karena kenyamanan tinggal di rumah, bagi mereka tidak masalah. Karena mereka sanggup membeli genset dengan kapasitas besar sekalipun untuk kebutuhan rumah tangga. Tetapi industri mereka tak bisa digerakkan dengan genset, karena tidak efisien.

Kemaren dalam dialog interaktif di tv lokal, Brillian Moktar, seorang legislator Sumut yang adalah warga Tionghoa, hadir dengan keberanian yang mungkin tak ditemukan pada legislatif pribumi. Banyak sekali gugatannya dalam dialog itu terhadap PLN dan pemerintah lokal.

Tetapi dalam demo itu saya melihat pengetahuan mereka tentang persoalan kelistrikan  tidak jauh berbeda dengan pengetahun pribumi. Karena mereka kelihatannya tidak tahu bahwa jika orang PLN atau Gubsu sekalipun digantung di Lapangan merdeka sekarang, masalah juga tidak pernah selesai.

Mereka tidak tahu:
(1) PT PLN (Persero) tidak menguasai teknologi pembangkit miliknya, yakni mesin Gas Turbine 1.2;
(2) Hal yang sama terjadi untuk mesin pembangkit PLTU Labuhan Angin. Boiler pada PLTU Labuhan Angin bocor dan dalam perbaikan hingga 23 September 2013.
(3) PLTG GT 2.2 berkapasitas 130 MW di Belawan sudah mati dan tidak bisa dipertahankan untuk beroperasi. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin juga sudah mati.

Pertanyaan yang menggoda saya kemudian ialah (1) Jika PLN belum memiliki tambahan pembangkit dan menjadikannya sebagai prioritas kebijakan, apa artinya gerangan? (2) Bagaimana profesionalitas PLN hingga merasa nyaman saja tak menguasai bidang tugasnya?

Unjuk rasa itu tidak menjelajahi persoalan terakhir itu. Bagaimana menurut Anda?

SHohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: