'nBASIS

Home » ARTIKEL » TUAN RUMAH KTT APEC

TUAN RUMAH KTT APEC

AKSES

  • 568,727 KALI

ARSIP


Tanggal 5-7 Oktober 2013, di Bali, akan diselenggarakan KTT APEC dengan mengusung sebuah tema yang cukup obsesional dan sama sekali tak mengejutkan, yakni “Resilient Asia-Pacific, Engine of Global Growth”. Disebut tak mengejutkan karena memang kerap diumbar oleh para pemimpin pemerintahan dunia sambil berteriak keadilan dalam kemajuan bersama yang sangat tak mungkin. Tiga agenda utamanya ialah Bogor goals (perluasan perdagangan dan investasi, serta reformasi struktural), sustainable growth with equity (daya saing global sektor UKM, financial inclusion, ketahanan pangan dan kesehatan), dan promoting connectivity (isu konektifitas fisik termasuk pengembangan dan investasi infrastruktur dan konektifitas kelautan atau blue economy).

Dengan begitu, ada 3 event internasional yang melibatkan banyak Negara di Indonesia pada waktu berdekatan dalam bulan September dan Oktober. Event pertama ialah ajang Miss Wolrd yang meski kontroversial, tetapi oleh Hary Tanoesudibyo disebut begitu penting. Pandangannya tak hanya dari aspek jumlah wakil berbagai Negara yang hadir sebagai kontestan, tetapi juga penggambaran econonomical benefits termasuk kesempatan promosi luas Indonesia di mata dunia.

Memang agak mengarang itu, karena sebelum bernama resmi Indonesia pun, tempat berjulukan nusantara ini sudah (dikunjungi oleh) entah siapa-siapa saja dan dari mana saja orang datang ke sini dan akhirnya mengeksploitasi dengan berbagai cara, termasuk dengan menjajah seperti Belanda itu. Miss World tak menyumbang untuk popularitas Indonesia, hanya menambah keterangan baru bahwa sebuah dominasi pemikiran yang menolak pamer aurat telah dijungkirbalikkan di sini. Saya kira itu sebuah catatan Indonesia untuk Hary Tanoesoedibyo yang sudah resmi dinobatkan sebagai calon wakil presiden dari partainya (bersama capres Wiranto).

Kedua, event olah raga antar Negara organisasi kerjasama Negara Islam yang dibuka oleh Presiden SBY di Jaka Baring, Palembang, pekan lalu. Dalam event ini 47 dari 57 negara anggota mengirimkan delegasi atau atlitnya untuk unjuk kebolehan. Dari sana Presiden SBY memberi pesan perdamaian kepada dunia. Amat menarik bahwa Islam memanglah sebuah agama dan mungkin sedang dianggap inferior dan malah dikesankan berlumur darah dengan agresivitasnya yang barbar (di dunia Barat) dan sedang diupayakan untuk disingkirkan di “homelandnya” sendiri seperti Indonesia. Islam yang disekulerkan itu tentu amatlah tak masuk akal jika berbicara tentang urusan-urusan profan seperti olah raga, apalagi politik.

Pada saat bersamaan Indonesia berjuang memperoleh gelar kejuaraan dalam sebuah titel yang tak begitu mendunia dalam sepakbola. Konon 22 tahun berharap untuk itu, dan barulah tercapai bersamaan waktu dengan pembukaan event olah raga di Jaka Baring, Palembang.

Menurut berbagai sumber, event ketiga (KTT APEC ke-21) sejak dini sudah mendapatkan kepastian kehadiran 11 kepala negara dan 1.200 CEO dari perusahaan-perusahaan besar dunia. Akan diliput oleh 2 ribuan jurnalis, event ini pun disebut akan diamankan oleh belasan ribu aparat keamanan (sebagian menyebut 11 ribuan, sebagian lagi menyebut 14 ribuan). Presiden SBY pun dikabarkan sudah meninjau persiapan, dan menyatakan kepuasannya. Media mainstream kelihatannya memang lebih memilih tendensi pemberitaan dengan pojok-sorot ketuan-rumahan Indonesia, dengan sedikit halaman dan ruang yang disediakan untuk ajuan pikiran-pikiran kritis yang mempertanyakan manfaat.

Ada ko-insidensi event Miss Wolrd dan KTT APEC di tempat yang sama. Tetapi bayangkanlah sejumlah wanita yang diklaim tercantik di dunia hadir di sini, dengan “penyakit” eksibisionis (kesukaan memamerkan kelebihan atraktif hedonis bagian-bangian tubuh kewanitaan), kemudian disusul oleh para pria paling tangguh di dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan para Kepala Negara lainnya serta para pebisnis kaliber internasional. Rasanya tak mungkin ko-eksidensi ini tak diperhitungkan oleh negara sejak awal.

Sukses sebagai tuan rumah sebuah event memanglah satu hal. Tetapi apa substansinya untuk Indonesia? Beberapa bulan lalu, ketika menjadi narasumber pada sebuah forum di Medan, seorang diplomat karir menunjuk diplomasi substantif sebagai salah satu masalah Indonesia sembari menyesalkan apa arti sekadar menjadi tuan rumah untuk sejumlah pertemuan berkaliber internasional.

Menukik pada makna substantif KTT APEC, setidaknya hasil diskusi panel Kementerian Perdagangan dan ISEI menunjukkan sejumlah hal yang patut dijadikan perhatian penting, dan itu semua kelihatan sangat menggamangkan berhubung posisi subjektif dan objektif yang sangat tak menguntungkan.

Forum itu mengetengahkan bahwa, pertama, Indonesia perlu membuat peta isu-isu prioritas dengan mengukur untung dan ruginya; kedua, melakukan kolaborasi intensif dengan pengusaha; ketiga, melaksanakan peran think thank dan membangun sinergitas yang komprehentsif; keempat, perlunya langkah-langkah strategis yang mengedepankan kepentingan nasional; dan kelima, perlunya kerjasama yang lebih kuat dari para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan kerjasama APEC.

Dalam ungkapan lain, kelima rekomendasi itu adalah jeritan panjang dalam ketak-berdayaan. Memang ada yang secara optimistik menyebutkan KTT APEC ke-21 di Indonesia dapat sebagai momentum kebangkitan politik luar negeri bebas aktif yang digagas oleh Soetan Sjahrir itu. Tetapi pertanyaannya adalah modalitas apa untuk membayangkan itu dalam lalulintas perhubungan antar Negara yang sedemikian kejam?

Instrumen dunia untuk menopang liberalisasi yang dahsyat adalah kepentingan para pemodal dan penguasa perdagangan dan teknologi yang sangat tangguh. Sisi-sisi yang amat mencemaskan sudah lahir sejak semula, seperti Washington Concensus yang rinciannya bisa ditemukan pada berbagai instrumen ikutan lainnya.

Shohibul Anshor Siregar. Naskah ini pertamakali diterbitkan oleh Harian Waspada, Medan, Senin, 30 September 2013, hlm B7.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: