'nBASIS

Home » ARTIKEL » KABUPATEN LUAT PAHAE

KABUPATEN LUAT PAHAE

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


OTONOMI daerah dan pemekaran wilayah adalah solusi politik yang dijamin oleh undang-undang untuk mempercepat pencapaian kemakmuran rakyat. Rentang kendali dan mata rantai administrasi serta birokrasi pembangunan benar-benar diperpendek, sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dan lebih cepat sampai.

Banyak hal yang bisa kita ceritakan tentang keterbelakangan yang terjadi selama ini di Luat Pahae (Tapanuli Utara). Kemajuan yang dicita-citakan bersama terhenti karena alokasi kebijakan yang tidak cukup dan tidak memihak. Di lembaga legislatif masyarakat dari Luat Pahae itu kerap merasa tidak pernah diwakili oleh wakil-wakil yang benar-benar paham masalah mereka. Mereka juga menilai tidak tulus, dan tidak amanah. Politik alokatif yang semestinya bisa mengorbitkan putra daerah (Luat Pahae) pada posisi-posisi strategis pemerintahan lokal tidak pernah didapatkan, atau sangat langka. Seolah-olah tak seorang pun putra dari Luat Pahae yang memiliki kemampuan.

“Kita semua masih ingat bagaimana usaha untuk mendirikan Provinsi Tapanuli tersandung,” kata Ketua Umum Majlis Pengurus Pusat Persatuan Luat Pahae Indonesia (MPP PLPI) Dr Hulman Sitompul Sp.OG, akhir pekan kemaren. Daerah-daerah kabupaten dan kota pengusung Provinsi Tapanuli itu, kini memang kelihatannya sudah tidak solid. Terutama sejak bergeser dari ide perjuangan eks Kresidenan Tapanuli menjadi Provinsi Tapanuli yang tak memberi peluang untuk Sibolga menjadi ibukota. Jika persyaratan mendirikan provinsi pemekaran baru itu di antaranya ditentukan harus ada paling tidak 5 (lima) kabupaten/kota, maka eks Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) kini hanya terdiri dari 4 (empat) kabupaten (Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir).

Baru-baru ini angin segar telah berhembus untuk pendirian provinsi baru di Sumatera Tenggara (Sumteng) yang pendukungnya adalah tokoh-tokoh dari eks Kabupaten Tapanuli Selatan yang kini sudah 5 (lima) kabupaten/kota (Kota Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan, Madina, Paluta dan Palas). Begitu juga gagasan provinsi kepulauan Nias yang kini sudah 5 (lima) Kabupaten/Kota.

Mendirikan kabupaten pemekaran baru tidak dipantangkan. Malah diyakini menjadi sebuah solusi politik demi kesejahteraan rakyat. Belum lama ini rencana pemekaran Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Simalungun telah disetujui di DPRD Sumut, tinggal proses lanjut di tingkat pusat. Memang besar juga keluhan atas perubahan melalui pemekaran wilayah yang bertali-temali dengan kemakmuran yang meningkat. Catatan paling besar adalah soal munculnya raja-raja kecil di daerah karena proses pendaulatannya yang sangat sukar dijejaki dengan ukuran-ukuran moralitas.

Banyak juga kepala daerah yang tersangkut masalah hukum (pidana korupsi). Itu karena rem tidak ada berhubung kepentingan pengembalian modal pemilukada begitu mendesak. Bukan pengusaha artinya tak ada sumber lain kecuali anggaran pemerintah yang secara adnministratif dan politik dikuasasinya. Berbagai modus diciptakan untuk “perampokan” uang negara itu. Sebagian yang rada naïf atau yang kelewat berani segera tertangkap dan dipenjarakan. Tetapi masih banyak yang mampu menyiasati cara agar tetap korupsi namun tak pernah dipermasalahkan. Pemekaran Kabupaten Luat Pahae sangat strategis untuk mendukung semua rencana kemajuan rakyat Tapanuli. Dari segi persyaratan teknis sebagaimana ditentukan oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tampaknya bukan tidak memenuhi syarat dan memadai.

Melalui even Pilkada Tapanuli Utara tahun 2013 ini, MPP PLPI menilai penting menyuarakan tunutan pemekaran Kabupaten Luat Pahae, yang diklaimnya untuk kemajuan bersama. Tetapi lazimnya gagasan serupa ini pertama-tama akan terbentur dengan pemerintah daerah yang bila tak setuju segala bentuk pertentangan misal dapat terjadi. Karena itu MPP PLPI bertekad membantu sepenuhnya memenangkan satu pasangan dalam pemilukada di Taput.

Shohibul Anshor Siregar. Sekretaris Umum MPP PLPI. Diterbitkan untuk pertamakali oleh Harian Medan Bisnis, Medan, 30 September 2013, hlm 2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: