'nBASIS

Home » ARTIKEL » Innocence Of Muslims, Bukti Kebenaran alQur’an

Innocence Of Muslims, Bukti Kebenaran alQur’an

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


abu faisal Oleh: Ustadz Abdurrahman Lubis

KALAU sebagaian masyarakat Islam merasa tersinggung dengan film Innocence Of Muslims, sebaliknya kok malah saya pikir justru film itu menguntungkan umat Islam. Pengarah film Nakoula Basseley, mungkin sedang duduk santai sambil menghirup vodka ketika membaca tulisan ini, sementara di berbagai sudut teriakan umat Islam memaki-makinya dan menuntutnya agar dihukum dan minta maaf.

Berbagai demonstrasi memprotes film tersebut di Pakistan, Indonesia, Malaysia, Thailand, Mesir, Inggeris dan umat Islam di Amerika sendiri. Dari Libya nasib tragis Duta Bear AS dan dua stafnya mati terbakar dalam satu unjuk rasa yang ‘panas”.

Koordinator lapangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan, Immawan Muhammad Gusti dalam suatu unjuk rasa, mengatakan, film itu menggambarkan Rasulullah saw yang  lemah, rakus, berperilaku buruk, hidung belang, pembohong, kikir. Juga disebut sebagai penjahat perang.

Sebenarnya, umat Islam diuntungkan dan bersyukur dengan kasus ini. Kenapa ? Karena semakin terbukti lagi kebenaran al Qur’an, ‘Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. (QS al Baqarah  120). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu’. Ayat itu diawali, ‘Wa-lan-tardho’, Lan dalam kaidah bahasa arab artinya ‘tidak akan pernah terjadi’.

Sampai kapan pun tak pernah suka Yahudi dan Nasoro kepada Islam. Jadi kalau mereka mengigau bahasa toleransi, itu cuma kepompong alias bohong. Sebenarnya kata pendusta yang tepat ditujukan kepada  mereka, jika mereka ingin benar dan jujur  mencari agama ingin masuk surga.Andaikata ada toleransi dari mereka, berarti Allah berdusta mengatakan Walantardho. Subhanallah, Maha Susi Allah dari sifat dusta. Kalau bukan Allah yang berdusta, sudah pasti mereka yang pendusta.

Dalam catatan hitam sejarah, dengan enteng acap berdesing nada sumbang bagi gerakan Islam. Sesat, sempalan, ekstrimis, teroris. Dicampur gegap gempita cap pukul rata euphoria media massa, yang notabene kepompong dari kefahaman Islam. Akibatnya, stempel itu melekat di hati publik. Sangat jarang dan hampir tidak ada, media barat menceritakan kebenaran ajaran Islam dan mengekspos kebaikan orang Islam yang mengamalkannya.

Kalau sudah urusan agama, media mereka yang terkenal jujur dan demokratis, seketika berubah menjadi pembohong. Mungkin lebih tepat dikatakan media dengan teknologi canggih tapi dengan hati nurani yang kering. Yang terjadi adalah, mereka selalu mengangkat berita tentang orang Islamnya, itu pun yang buruk-buruk. Karena memang masih banyak orang Islam yang buruk amalnya. Padahal itu kan orang Islamnya, bukan ajaran Islamnya yang salah.

Justru, contoh-contoh kehidupan Islami banyak sekali di negeri-negeri muslim bahkan di negeri minoritas muslim seperti Amerika dan Inggeris. Sayangnya, mereka tak cuma memberitakan, tapi melintir berita menjadi image building,  membangun anggapan. Mereka menulis tentang mujahidin begitu hitamnya. Mereka tak pernah mau melihat bagaimana kehidupan para mujahidin itu, muamalatnya, muasyaratnya, keluarganya, kehidupan sehati-harinya. Itulah corengan kepada wajah Islam sejak dulu.

Nyatanya, semua  itu kini menjadi uang sekolah mahal. Karena hanya rekayasa sejarah dari individu dan kelompok Islamopobhia. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit Islamopobhia berubah, kini menjadi kasih sayang. Manusia semakin sadar bahwa pada akhirnya amal dunia untuk bekal akhirat. Sebenarnya, film itu, dan segala klaim nada sumbang terhadap gerakan Islam, tak lebih hanyalah upaya membelokkan hakikat keadaan. Mereka tahu, sebagaimana Abu Jahal dahulu tahu bahwa Muhammad saw itu adalah seorang Rasul dan ajarannya benar. Mereka tahu betapa Islam itu kini semakin diminati dan terbukti menjadi solusi kepada manusia. Terutama bagi orang barat yang sudah jenuh dengan kehidupan hedonisme. Muhammad Saw itu ibarat emas,  walau diletakkan dalam lumpur, ia akan tetap emas.

Meski satu dunia para ahli dan sutradara membuat makar keburukan untuk Muhammad saw, ia tak akan otomomatis menjadi hina,kemuliaannya dan kesuciannya tak akan berkurang, hanya dengan ceracau mulut bau khomarnya para pendosa. Dan justru orang yang menghinanya lah yang terhinakan. Contohnya Raja Abrahah yang mau menghancurkan Ka’bah, justru  ia dan tenteranya yang hancur dengan pasukan burung Ababil. Lihat saja Ibrahim AS yang dilemparkan ke kobaran api oleh Raja Namrud, justru ia sejuk dan selamat dan selama dalam api mendapat makanan dari Surga.

Lihat Firaun yang ingin mencelakakan Musa As dan kaumnya, justru ia yang tenggelam di lautan dan mati konyol. Jadi, segala usaha untuk mencelakan dan menghinakan para Nabi Allah, mereka sendiri yang harus menerima resikonya. Di sisi lain,kita lihat studi menarik koran London, banyaknya  jumlah muallaf  (orangInggris masuk Islam).

Menurut Faith Matter, penelitian kelompok think thank antar-agama, angka muallaf  mencapai 100.000, ditambah 5000 muallaf  baru setiap tahun. Sebelumnya muallaf di Inggris antara 14.000 – 25.000. Dari penelitian  masjid-masjid di London untuk menghitung jumlah muallaf. Hasilnya, 1.400 menjadi muallaf di London 12 bulan terakhir. Secara nasional Inggris, 5.200 tiap tahun masuk Islam. Studi di Inggris ternyata tak beda dengan Jerman dan Perancis, 4000 muallaf tiap tahun.

Kenapa mereka berbondong-bondong masuk Islam?  Semestinya orang seperti Nakoula Basseley, sebagai seorang sutradara yang cerdas dan tidak dungu, ikut memikirkannya  dengan tanpa hasad dan dengki, yang menurut Fiyaz Mughal, ‘Saya pikir pasti ada hubungan antara konversi agama dan keunggulan Islam dalam domain publik. Orang tertarik mengetahui segala tentang Islam, kemudian menemukan sesuatu yang khusus, yang mungkin tak mereka peroleh selama ini.‘

Di Inggris, dari laporan menggambarkan satu dari empat migran ternyata Muslim. Ini berkaitan dengan masjid agung di Newham, London Timur, tak jauh dari Olympic Park, tempat Olimpiade Inggris 2012. Markas Islamisasi Eropa terbesar sepanjang sejarah Islam, simbol terbesar kolonisasi Islam di benua biru itu. Artinya peluang kenaikan terbesar penduduk Muslim – terutama didorong migrasi lanjutan – di Barat dan Eropa Utara.  Apalagi dari Pakistan,  Bangladesh dan pendatang Islam dari Afrika. Pakistan dan Bangladesh, nampak jelas  sebagai pusat dakwah dunia, pengirim terbanyak rayap-rayap dakwah dengan silaturahim di Amerika dan Eropa, pro aktif mengunjungi masjid, lintas kampung,  kota,  negara. Dari penelitian tentang penyebaran Islam hampir satu dari sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada 2030.

Di samping tingginya angka kelahiran. Agar Nakoula Basseley dan semua orang Amerika, termasuk Presiden Obama, mengetahui, bahwa di negeri-tuan-tuan, di Amerika Serikat jumlah umat Islam akan meningkat berlipat ganda pada 2030, mencapai 6,2 juta dibanding tahun ini yang hanya 2, 6 juta. 2010 penduduk dunia 6.9 miliar diproyeksikan naik 26 persen sehingga 2030 menjadi 8.3 miliar. Di antaranya, tahun 2010 dari 1.6 miliar penduduk muslim dunia naik 35 persen sehingga tahun 2030 menjadi 2.2 miliar.

Secara umum, populasi Muslim memiliki kesuburan lebih baik dari non-Muslim. Agar perdana Menteri Inggeris juga mengetahui, bahwa tahun 2030, agama Kristen kehilangan lebih dari setengah juta orang pemeluk setiap tahun, sedangkan jumlah atheis dan agnostik akan naik 750.000 per tahun.

Inggris mungkin tak lagi menjadi negara Kristen. Jumlah kaum atheis dan non-Kristen akan melebihi jumlah Kristen. Daily Mail melaporkan, penelitian oleh House of Commons Library, pemeluk agama Kristen menurun, pemeluk agama lain meningkat tajam. Enam tahun terakhir, jumlah muslim melonjak 37 persen menjadi 2,6 juta. Hindu 43 persen. Buddha 74 persen. Mungkin orang Amerika, terutama yang sudah tertular penyakit Islamopobhia, boleh mengcopy-paste cara berfikir Ketua Partai Tory Baroness Warsi, ‘prasangka terhadap Muslim dipandang normal dan menyerukan warga untuk berhenti memarginalkan muslim‘.

Duapuluh tahun ke depan diproyeksikan muslim seperempat dari penduduk dunia, seperti tulis Daily Mail, yang menyebut 72 negara memiliki satu juta penduduk muslim. Steve Doughty menulis di koran terkemuka Inggris, 2030, muslim Inggris akan lebih dari umat Muslim Kuwait. Artinya hampir satu dari sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada 2030. Karena penduduk muslim Inggris ternyata lebih banyak ketimbang umat Muslim di Negara Islam, Kuwait.

Pew Research Centre memproyeksikan selama 40 tahun 1990 – 2030, jumlah Muslim bertambah terus. Contohnya tahun lalu muslimin meningkat empat persen menjadi 2,8 juta dan 2030 melonjak 5,5 juta, delapan persen dari populasi yang diperkirakan (68 juta).

Nah, orang -orang dakwah dengan gerakannya yang mendunia, coba menciptakan suasana Islami, tawarkan terapi rohani sebagai alternatif kekosongan jiwa hingga setiap orang akan hidup lagi dari kematian hatinya. Memang,  tak secara langsung mereka mendakwahi non muslim, namun pengaruh amalan mereka dan orang yang mengikutinya membuat segolongan non muslim ingin mencoba, akhirnya mereka sendiri memeluk Islam. Kenapa?  Itulah keadaan di Inggeris dan Amerika, yang signifgikan,yang selama ini kita dengar baru berita sepihak.

Kita angkat masalah ini, karena negeri barat yang mengaku paling demokratis dan guru besarnya HAM, tapi paling getol menggebrak Islam. Mereka lupa, bahwa manusia dapat berubah melalui zamannya, manusia tak dapat selamanya ditipu dengan doktrin kosong, manusia ingin mendapatkan hakikat kebenaran yang akan membawanya kebahagiaan dunia dan akhirat. Lalu, apa target pembuatan film itu ? Tak jauh dari kamuflase keadaan. ‘Liuthfi’u nur Allahi biafwaahihim’, (usaha untuk menutupi cahaya Allah dengan mulut mereka). Segala usaha untuk membuat keliru, dalam bentuk makar apa pun, pada awalnya memang kelihatan berhasil.

Tapi akhirnya yang bau akan tercium juga. Karena kebenaran tak akan berubah seperti mudahnya perubahan cuaca. Bagi umat muslim, demonstrasi dan kutukan bukan menyelesaikan masalah, tapi mungkin menambah masalah. Buktikan bahwa ajaran Islam itu hak dan dapat membawa keselamatan kepada manusia. Kembalilah kepada jati diri Islam, bina iman dan amal, taat perintah Allah dan ikut cara hidup Muhammad saw. Hilangkan cinta dunia dan kejar kehidupan akhirat. Semoga…

Penulis, Pemerhati Masalah Keislaman, tinggal di Jakarta.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: