'nBASIS

Home » ARTIKEL » NARKOBA

NARKOBA

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


http://www.gameedukasi.com/

Sudah lewat tengah malam, tetapi masih ada seorang jurnalis yang bertanya. Pertanyaannya begini: “Asslm bang. Mana komentar abang tentang Camat Polonia (Medan) yang direhab BNN itu?

Saya sebetulnya sangat enggan memberi jawaban. Ya, sangat enggan. Tak tahu mengapa. Tetapi, saya tetap juga menjawab, begini:

(1) Soal rehab saya kira sesuatu yang masih harus dipertanyakan. Berapa orang dapat ditampung. Siapa saja yang boleh direhab? Seimbangkah program rehab itu dengan besaran permasalahan?

(2) Saya kira pak camat itu bukan satu-satunya pecandu di kalangan birokrat. Konon, BNN pun tahu itu, begitu mudah mendapatkan barang itu. Jadi, siapa yang punya uang bisa membelinya. Tersedia di berbagai tempat. Pihak kepolisian juga sering memberi keterangan kepada publik bahwa mereka menangkap aparat mereka yang sedang pesta narkoba.

(3) Jadi, dalam hal ini saya merasa ada hal yang tak beres. Saya masih sangat meragukan akuraditas data yang kita miliki tentang pengguna dan korban. Juga sangat ragu atas upaya-upaya tentang pemberantasannya.

(4) Konon ada tekad Indonesia bebas narkoba 2015. Saya kira isapan jempollah ini.

(5) Jika di sebuah negara sudah begitu meluas pemakaian narkoba dan banyak orang kecanduan termasuk para petinggi dan atau para penentu politik dan birokrasi, malah penegak hukum, maka nanti yang terus menerus menjadi korban penangkapan hanyalah orang yang bernasib sial.

(6) Sering sekali saya membaca berita ditangkapnya gembong narkoba. Apa itu gembong? Kalau sudah gembong yang itu sdh raja. Kok banyak kali rajanya? Kok ditangkap tak pernah habis? Artinya dua hal yang dipertanyakan (1) efektivitas hukum tidak jelas atau (2) kita sudah membiarkan negeri kita dengan penduduk besar ini menjadi pasar menggiurkan.

(7) secara nasional kita sdh bisa faham dengan pemberitaan tentang bagaimana Freddy Budiman mengatur negara untuk kepentingannya bernarkoba ria ini. Juga bagaimana presiden kita memberi “penghormatan” kepada negara lain karena warganya ada yang menjadi ratu narkoba di sini.

(8) Jadi, ini tak sederhana, kawan. Syukurnya saya tak pernah sama sekali mengisap ganja, meminum pil kecuali saat sakit, itu pun krn diberi dokter. Tapi ini bukan masalah orang perorang.

(9) Seorang teman saya menyekolahkan anaknya ke Malaysia karena di sana, katanya, negara memang betul-betul melawan narkoba. Jika anak saya masih akan kena, itu memang karena Allah mendesign sebuah ujian untuk saya. Jika anak saya tetap di Indonesia, saya yakin mereka akan menjadi sahabat setia narkoba itu karena negara tenang-tenang saja menyaksikan rakyatnya gugur satu demi satu.

Dalam buku kumpulan puisi yang baru terbit, puisi ke 19, hlm 67-68 terdapat sebuah puisi yang mewakili pandangan dan kegalawan saya tentang permasalahan narkoba di negeri kita ini, begini:

[19] SIAPA UNTUNG DARI KONSUMSI NARKOBA?
| 02 Juni 2013 |

Tidak untuk berperang dengan semua pihak
Yang mendapat penugasan secara institusional
Dalam pemberantasan narkoba
Tetapi betulkah kita masih bisa hidup wajar
Sebagai warga masyarakat
Dengan tingkat ketersediaan narkoba
yang begitu tinggi saat ini?
Bagaimana gerangan
menyelamatkan anak-anak muda kita
Yang dikepung begitu ketat oleh narkoba?
Bisakah semua peradilan narkoba berhenti
Karena narkobanya dihentikan peredarannya?
Agar tak ada lagi yang mati sia-sia untuk narkoba
Agar tak ada lagi
yang hidupnya terlunta-lunta untuk narkoba
Baik karena harus berumah di kantor-kantor polisi
Rumah-rumah tahanan kejaksaan
dan lembaga pemasyarakatan

Agaknya hukum itu harus dicari saat ini
Digali dan dibuat serius
Seserius seorang ibu mengandung dan melahirkan
Serta merawat dan membesarkan anak-anaknya
Untuk apa seorang ibu ini hamil 9 bulan
dan melahirkan dengan perjuangan bertaruh nyawa
Dan kemudian bersusah payah
merawat bayi yang dilahirkannya
Jika kemudian nasibnya disepelekan oleh narkoba
Yang diwadahi oleh negara yang destruktif
Memusuhi ibu yang luhur untuk pertiwi ini?
Jika harus tak ada lagi air mata yang akan mengalir
Karena manusia sudah sama dengan sampah
Karena atas nama narkoba
pasal-pasal hukum dipalukan kepada mata bathin
dan eksistensi kemanusiaan mereka
Sebuah kolektivitas hidup bernama Indonesia
sebetulnya sudah kiamat

Teman-teman
Bapak-bapak
Ibu-ibu
Kita tolong Indonesia kita ini
Kan masih kita perlukan Indonesia ini?
Berdirilah kita setegak yang mungkin
Membangun sebuah peradaban yang mulia
Termasuk hukum
Bagiku
Tak seorang pun warga negara
yang boleh dipermasalahkan
Ketika mengonsumsi narkoba
Pada saat yang sama
Ketersediaannya begitu dijamin
Oleh kebobrokan sistem dan hukum

Aku berdiri pada pojok (pendirian) sepi ini
Akan banyak yang membenciku
dengan pendirian terpojok ini
Tak apa

Shohibul Anshor Siregar


1 Comment

  1. […] siapa? Siapa yang kaya raya dari situ. Berfikirlah untuk Indonesia. MERDEKAMERDEKA MERDEKA https://nbasis.wordpress.com/2013/10/19/narkoba/ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: