'nBASIS

Home » ARTIKEL » SOCIAL ORDER

SOCIAL ORDER

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


http://2.bp.blogspot.com/

Di tengah kontroversi denda untuk para penyerobot jalur busway di Jakarta, JK mengusulkan sesuatu yang lain, yakni contra flow system. Mungkin ini lebih efektif.

Di Jakarta sedang disosialisasikan denda penyerobotan jalur busway. Untuk sepeda motor Rp 500.000 dan untuk mobil Rp 1.000.000.  Pro dan kontra pun terjadi. Sebagian mengatakan  “Ah itu terlalu mahal. Emang ada yang sanggup?” Tetapi ada yang berbeda dengan itu dan berpendapat: “Itu pasti efektif. Mungkin alasannya sederhana, bahwa akhirnya orang akan memilih “lebih baik mati” ketimbang melanggar hukum”.

Tetapi untuk Indonesia saat ini, masalah penegakan hukum bukanlah hal sederhana. Uang sudah selalu terbukti bisa mengubah konstruksi keadilan dan hukum. Apa boleh buat. Bukan tak diusahakan membenahi. Tapi masalahnya yang membenahi boleh jadi lebih jahat dari orang yang dianggap perlu dibenahi. Lagi pula, sanksi hukum (pidana dan perdata) adalah sesuatu yang bisa dikomersilkan oleh para penjahat di balik proses penegakan hukum. Tak terhitung jumlah contoh kasus untuk hal ini, bukan?

Ketika masalah ini saya buat menjadi status dalam fecebook saya hari Minggu kemaren, lalulintas pembicaraan pun berlangsung dengan meriah. Ya, meriah. Ada tawaran pemikiran yang bening, ada pula yang emosional dan ada yang apatis sama sekali.

  • Danu Satyanugraha sy heran dgn pola fikir bangsa ini…denda penerobos jalur buway diprotes masyarakat…ktnya terlalu mahal…lha…kalau ga mau kena denda ya jgn terobos jalur busway….gitu aja koq repot…..emang bangsa ini bangsa aneh….kapaaaaannnn Indonesia bisa maju kalau pola fikir masyarakatnya spt org hutan???…
  • Aliandi Syahputra sudahlah itu…tak perlu dibahas sama kita nampaknya….kan di medan tidak ada bus way…hehehehehe…betul toh…???!!!

Komentar kedua itu saya kira muncul dari apatisme juga. Karenanya saya coba luruskan pandangannya dengan berkata “Teman facebook saya sebanyak 4.989 orang. Ada orang Medan, banyak orang Jakarta, juga di luar dua kota itu. Orang yang merasa tak faham Jakarta ya tentu tidak diminta ikut diskusi. ha ha”

  • Wuming Aja memang sanksi yang harus keras dan tegas. Dimanapun negara didunia yang tertib karna ada sanksi yang keras dan diterapkan. Apa yang terjadi di Indonesia hari ini adalah akibat sanksi yang sudah ringan, tidak pula diterapkan karna bisa ditempuh dengan jalan damai alias suap dan pungli. Akibatnya kejahatan ada dimana-mana. Indonesia jadi surga bagi kejahatan dengan kata lain Indonesia sama dengan neraka.
  • Taufik Elhasybuani selain denda, usulan JK kayaknya bgs jg, jalur busway d buat berlawanan arah.yg melanggar selain denda bsa berakbt fatal.kematian. Saya orang padang lawas boleh gbung diskusi tulang!

Pada moment ini saya merasa perlu memberi tanggapan: Danu Satyanugraha dan Wuming Aja saya kira sefaham. Saya setuju. Hanya saja kemana uangnya nanti? Meminta ketegasan dari penegak keadilan saat ini hanyalah seakan meminta darah dari batu besar yang mati. Karena itu pula agaknya Armen Kaedy Siregar mengekspresikan perasaan hopeless, itu sangat dapat difahami. Taufik Elhasybuani yang tingal di sebuah kawasan di luar kota besar merasa perlu penegasan apakah Jakarta dan permasalahannya tidak boleh didiskusikanb secara meluas hingga melibatkan orang di luar Jakarta? Orang mana saja tentulah boleh (ikut diksusi). Kita saja belajar membangun di Indonesia dengan meniru keberhasilan dan merevisi kegagalan negara lain kan? Itu pula dasar pertimbangan positifnya mengapa ada agenda kunjungan kerja di instansi pemerintah termasuk legislatif ke berbagai daerah lain dan bahkan manca negara dengan biaya yang cukup malah dan dianggap oleh sebagain orang sebagai bukan prioritas. Jadi negeri ini satu, bahkan duniua ini sudah semakin sempit. Lewat media online mana ada lagi batas (borderless)? Jadi, dengan senang hati dipersilakan siapa saja yang mau ikut diskusi. Pendapatnya yang menstir JK saya kira sangat bagus.

  • Panca Dana Pancasila Hukumn efek jera spy efektif hrs tggi nilai’a…jgn dpertanyakn knp mhal.. Mk’a disiplinlah,  jgn buat slh!!
  • Muchlis Simatupang No. 1.Tanggung Pak kl cuma segitu,krn selama sidangnya masih bisa digelar di samping kios rokok,berapapun nominal dendanya gak akan mampu membuat orang gentar.No.2.Kok saya selama ini malah melihat sebaliknya ya..??sebagian-besar orang malah memilih “melanggar hukum” ketimbang mati,,(tergantung kasusnya barangkali).
  • Wuming Aja selama kebijakan transportasi bisa ditentukan kalangan industri otomotif, maka kesemrawutan lalulintas akan terus terjadi. Kebobrokan negara betul2 sudah dibawah titik nadir. Lembaga2 negara yang ada sebenarnya cuma de jure. Defacto-nya para mafia yang bermain menentukan kebijakan negara. Sebenarnya sangat mudah menghentikan kemacetan jalan raya di Indonesia. Dijalankan saja peraturan untuk memperoleh SIM. Dijamin 95% SIM yang beredar saat ini akan ditarik. Otomatis jalanan lengang. Tes saja pemahaman tentang rambu2 lalu lintas, pasti gugur semua. Lihat saja bagaimana prilaku para pengendera di Indonesia. Gampangnya lihat saja dipersimpangan lampu merah terutama pengendara motor. Berhentinya bisa sampai ditengah jalanan sehingga menggangu lajur kenderaan dari lajur lain. Banyak pengendara motor seakan tidak takut mati, sudah lawan arah, ngotot pula mau jalan duluan dan mengharapkan org lain memberi dia jalan. Jadi menggantungkan nyawanya ke org lain. Sehingga angka kecelakaan sepeda motor sangat tinggi. Dia yang mengharap santunan kematian tetapi merepotkan org lain. Sudah sangat keterlaluan. Kesemrawutan lalu lintas sebuah negara ada salah satu cermin kebobrokan negara.
  • Erwin Azmi memang harus seperti itu kejam dan mahal bikin tak sanggup kalau melanggarnya, jangan seperti hukum buat koruptor karena sanggup mereka atas konsekuensi nya jadi tak akan pernah habis koruptor di negeri ini ! cocok itu jga diterapkan !

Empat komentar terakhir ini saya kira sangat bernas. Mereka mendiagnosis masalah dengan sangat teliti, dan meskipun keempatnya dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yang berlawanan arah secara diametral, tak satu pun dapat lebih dibenarkan ketimbang yang lain. Perlu sanksi yang berat, tetapi mungkinkah ada yang dapat melaksanakan sanksi berat itu? Freddy yang diklaim sebagai salah seorang raja narkoba itu saja dengan tegas mengatakan kepada pacarnya bahwa ia akan membayar ratusan milyar agar bebas. Perbandingkan pula kasus peradilan atas Antasari Azhar yang mengabaikan fakta-fakta persidangan itu. Kalau ibu Prita masuk tahanan karena mengeluh atas pelayanan sebuah rumah sakit, dan beberapa pencuri kakao, kapas dan pelanggaran pidana ringan lain dieksekusi dengan begitu menyayat perasaan, mengapa Indonesia tetap berkorupsi ria padahal Kejaksaan, Kepolisian, lembaga pengawasan internal seperti inspektorat, LSM dan media masih ada dan malah ditambah lagi dengan Satgas Mafia Hukum (sudah dibubarkan sendiri oleh SBY) dan KPK? Tetapi seburuk itu pun kinerja semua instrumen itu tak juga ada pembenaran atas usul “bubarkan”. Memang begitu sulit.

Usul JK. Beberapa media telah memberitakan usul JK. Buat saja berlawanan arah (contra flow system). Ia paparkan bahwa yang melakukan penerobosan itu bukan hanya rakyat biasa. Negosiasi yang buruk pasti terjadi untuk sebesar apa pun denda. Malah nanti yang bertugas mengeksekusi denda yang takut atau didanai seketika. Itu tak cuma terbatas pada saat kejadian perkara, bahkan sampai ke peradilannya juga.

Polling. Sebagai perbandingan sebuah situs berita melakukan polling atas masalah ini. Hingga pukul 04.00 pagi ini hasilnya adalah 75 % (4.342 responden) setuju, 23 % (1341 responden) tidak setuju, 2 % (126 responden) tidak tahu. Dengan begitu total responden masih berjumlah 5.809. Jelas, ini memang tidak ilmiah, sebagaimana diakui oleh pembuat polling.
Bagaimana kira-kira?

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: