'nBASIS

Home » ARTIKEL » Kamu harus menjadi Bapak dan Ibu Bagi Anak Yatim

Kamu harus menjadi Bapak dan Ibu Bagi Anak Yatim

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


Dalam hati saya berbisik: “Kamu harus menjadi bapak dan ibu bagi anak yatim. Itu perintah Tuhanmu. Jangan membantah. Saya tak mau tahu urusan penggandaan materi untuk kantong kalian, itu urusan KPK saja saya kira. Urusan anak yatim itu urusan kemanusiaan”.

Sudah lama menjadi pemberitaan di Sumut. Jatah hidup bagi anak yatim yang diasuh di banyak panti asuhan tidak cair dari APBD. Para pengurus panti asuhan sudah kehabisan akal. Tak tahu lagi mau berbuat apa. Kemaren seorang jurnalis bertanya kepada saya tentang masalah ini. Tetapi saya butuh perenungan untuk menjawabnya. Ini tidak mudah. Kok sampai hati? Karena itu saya minta ia mengirimkan adress email agar saya bisa mengirim jawaban tertulis, dan ia saya janjikan  tak perlu lama menunggu. Inilah jawaban yasa:
Saya ingin mengetuk hati Bapak Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujonugroho agar menganggap masalah ini sebagai sesuatu yang sangat serius. Betul, mengurus pemerintahan itu belepotan kepentingan politik dan kekuatan tarik-menarik yang saling bersaing. Tetapi masalah jatah hidup anak yatim yang tidak ditunaikan, adalah sebuah ancaman bencana besar, dan termasuk kategori bencana kemanusiaan, jika mereka sampai tak makan. Ajaran agama sangat jelas memperingatkan jangan sia-siakan anak yatim, agama apa pun itu.

Mengurus anak yatim itu tidak mudah, karena itu tolong fahami juga mereka yang mengasuh di panti-panti kini terjerat oleh berbagai persoalan pelik karena terkendala biaya. Jika jatah mereka yang dialokasikan dalam APBD masih belum bisa dicairkan, maka Bapak Gubernur saya kira sangat diminta dan diharapkan bersikap dan bertindak bijak. Carilah dana untuk mereka, dan urusan itu tidak harus ditimpakan kemana-mana.

Nanti yang disalahkan oleh umat sedunia bukan Bapak Kepala Dinas atau para Bapak/Ibu Kepala Panti, apalagi rakyat jelata. Pasti orang berpikir “senaif apa gubernur orang ini? Siapa gerangan gubernur yang memerintah di Sumut ini”.

Tanpa harus menunggu demonstrasi anak-anak yang tak berdosa itu, saya berharap Bapak Gubernur merubah pendirian dan segera menyelesaikan problem ini.
Dalam hati saya berbisik: “Kamu harus menjadi bapak dan ibu bagi anak yatim. Itu perintah Tuhanmu. Jangan membantah. Urusan anak yatim urusan kemanusiaan. Saya tak mau tahu urusan penggandaan materi bagi kantong kalian, itu urusan KPK saja.”

Shohibul Anshor Siregar


1 Comment

  1. nengwie says:

    Ya Allah… sedih dan prihatin sekali bacanyasemoga segera terjamin kehidupan para anak yatim.dan para pejabat semakin amanah dalam mengemban jabatannya…aamiin.

    Ayooo galakkan infaq dan sedekah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: