'nBASIS

Home » ARTIKEL » KADAR KENEGARAWANAN: SEBUAH ILLUSTRASI

KADAR KENEGARAWANAN: SEBUAH ILLUSTRASI

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


Anda mengikuti saling sindir SBY-Jokowi soal kemacetan Jakarta? Anda menikmati atau malah muak dengan saling sindir itu?


(1) Soal macet Jakarta, tanya pak Jokowi. Bukan saya (SBY).

(2) Saya sudah kurus dalam setahun memimpin Jakarta. Tapi ada orang yang makin gemuk saja, dan mau bikin mobil murah lagi untuk menambah kemacetan Jakarta. Para pembantunya makan tidur menggemukkan diri bermodal citra; tapi sayalah yang salah menurut mereka. Siapa yang membuat daerah miskin dan semakin miskin terus? Siapa yang membuat Jakarta bagai gula yang diserbu oleh urbanisan baru? Siapa sih yang kemaren memanfaatkan kesumpekan Jakarta untuk buat proyek pemindahan ibukota, membangun gedung-gedung pemerintahan pusat? Itu bukan Jokwi. Memang saya, Jokowi, sudah mengalahkan banyak orang dalam pemilukada di Jakarta, termasuk jagoannya pak SBY. Kalau beliau sakit hati karena itu, saya mau bilang apa? (Jokowi).

(3) ?????

Katakanlah Jakarta ini amat tak beres. Ya, amat tak beres setak-beres tak-beresnya. Tetapi semua kini sudah tak beres. Jangan hanya lihat soal kemacetannya saja. Korupsi dan ketidak-becusan lainnya. Terjadi di semua daerah. Jadi, jika semua daerah sudah tak beres, siapa gerangan yang harus disalahkan dalam “iklim politik senang menuding dan lempar tanggungjawab ini”?

Sebaiknya jangan lagi ada orang merasa dirinya masih beres. Ini yang tak jujur itu, apalagi yang menuding-nuding itu seorang SBY. Memang betul sekali, SBY itu bukan Presiden RI saja, ia “pemilik” parpol berkuasa, Partai demokrat. Apakah mungkin derajat senangnya otomatis bertambah menuding Jokowi karena ia diketahui pasti adalah seorang kader PDIP yang menggebrak kewibawaan sesiapa yang selama ini merasa dirinya sudah hebat dan sudah amat beres?

Ini memang cerita yang pantasnya dibahas dalam judul “kadar kenegarawanan”.


1 Comment

  1. Raja says:

    mobil murah memang tidak dibutuhkan, yang dibutuhkan adalah transportasi umum (publik). Jokowi benar dalam hal ini. Bila ada yang tidak setuju dengan pernyataan ini entah dia tidak mengerti ekonomi dan perencanaan tata ruang kota, atau saya ras orang tersebut lebihmelihat karena sosok Jokowi yang melontarkannya. Coba yang melontarkan itu adalah kader pilihannya sudah pasti orang tersebut (termasuk penulis artikel diatas) akan memuji dia dan mencerca habis Pak SBY. Jokowi berhak mengatakan demikian karena kapasitasnya dalam memimpin Jakarta. Jadi tak ada yang salah dalam kadar kenegaraan Jokowi. Dan saya liat Jokowi tidak merasa dirinya paling beres seperti yang coba digambarkan oleh penulis diatas.

    Jokowi sudah banyak berbenah tidak mungkin merubah yang sudah rusak belasan tahun dengan dan penduduk yang terus bertambah dapat diubah dalam 1 tahun. Bila ada orang luar Jakarta yang mengkritik Jokowi, silahkan datang kemari jangan komen berdasarkan koran2 atau liputan yang dibaca sekilas lalu dan tebang pilih mengenai kegagalannya. Kelihatan penulis artikel diatas lebih suka mengawasi dan mengkritis gubernur lain di luar propinsinya daripada mengkritik gubernur di daerahnya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: