'nBASIS

Home » ARTIKEL » DITUDING SUAP MK, PERAMBAHAN HUTAN LINDUNG DAN DEMO PARA DOKTER

DITUDING SUAP MK, PERAMBAHAN HUTAN LINDUNG DAN DEMO PARA DOKTER

AKSES

  • 568,914 KALI

ARSIP


  • Assalamu ‘alaikum wr.wb. Bang, minta tanggapan tentang pasangan Ganteng dituding suap hakim MK pada pilgubsu lalu.
  • Satu lagi bang, minta komentar abang tentang perambahan hutan lindung jadi kebun sawit diasahan diduga mafia bermain dan mata sipit.
  • Satu lagi tentang demo dokter tanggal 27/11 2013 bang apa komentar abang

Saya tak berusaha merubahnya, tetapi tiga pertanyaan di atas itulah yang masuk ke inbox facebook saya saat asyik menonton Karni Ilyas dan para narasumbernya. Pertanyaan itu berasal dari Ismail Ucok Nasution, jurnalis lokal. Sejak pagi tadi saya sudah memerhatikan 3 berita itu, tetapi tak memberi tanggapan serius kecuali hanya berucap “ini sangat serius”.

GANTENG Dituding Suap Hakim MK. Sebetulnya tidak sulit untuk meyakini tuduhan ini. Semua pemilukada penuh kecurangan, dan bila di antara salah satu pasangan ada petahana, penyimpangannya pun sukar di antisipasi dan tak ada cara untuk membuatnya taat hokum dan aturan. Dengan cara itulah mereka pada umumnya menang. Jika ada sengketa di MK, sangat masuk akal mereka memilih memberikan suap kepada hakim MK misalnya Rp 5 milyar daripada maju ke putaran kedua dengan konsekuensi kehabisan anggaran berlipat ganda dari jumlah itu, dengan kemungkinan bisa kalah.

Diperiksanya mantan Ketua KPUD Sumut (oleh KPK) baru-baru ini semakin menggiring opini publik atas kebenaran tudingan itu. Bukankah dengan tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar membuka mata bahwa mungkin saja tak ada sengketa pemilu dan pemilukada yang tak disuap dalam peradilannya di MK? Apa boleh buat, dasar tudingan ada dan biasanya apa yang kelihatan di permukaan adalah sebagian kecil dari masalah. Ibarat sebuah puncak gunung es.

Kemaren dalam konsultasi masalah pengawasan hakim di Medan, di depan forum LBH Medan-KY saya kemukakan bahwa jika Anda mengawasi hakim MK sejak awal dengan benar dan benar dan benar, saya kira setiap bulan kita mungkin wajib memenjarakan ketua MK. Disan pemilu dan pemilukada itu sangat buruk dan hampir tak mungkin tak masuk MK karena berbagai jenis pelanggaran yang menjadi sengketa dan di sana pertarungan lebih merupakan laga pengaruh, bukan peradilan mencari keadilan.

Semua ini tentu akan hanya tinggal opini yang liar jika KPK tidak ingin menuntaskannya. Dapatkah ini dituntaskan? Sangat mudah menurut saya. Akil Mochtar sudah melewati batas-batas pertahanannya untuk misalnya bungkam dan menafikan semua dugaan yang dilancarkan oleh penyidik di KPK. Tetapi jika nanti terbukti akan diapakan Ganteng? Memang negeri ini sudah runtuh.

Perambahan Hutan Lindung di Asahan.  Saya kira kasus ini bukan kasus sederhana. Tidak karena keberanian yang sangat luar biasa dari pelaku an sich. Tetapi karena kemampuan membuat semua pihak terkait ikut dalam scenario, terutama Pemerintah Daerahnya.  Mereka bersepakat menyepelekan ketentuan. Konon Kementerian Kehutanan itu memiliki jejaring dan perangkat sampai di daerah dan bahkan di hutan-hutan, selain ia memiliki sistem pemantauan berbasis satelit. Jadi, sesungguhnya ini seperti sebuah kemustahilan. Jika toh terjadi juga, maka hukum memang sudah dipandang tak lebih dari lembaran-lembara kertas belaka. Para pentolan seakan tahu bagaimana mengatur Menteri agar tidak rewel. Juga semua penegak hukum.

Kontra klaim atas lahan di Sumut adalah sesuatu kelaziman politik yang dibiarkan atau dipelihara. Negara memang tak ingin ada kepastian hukum tentang lahan dan hutan, entah karena apa. Kurang lebih ada yang menikmati kekacau-balauan ini. Saya mengapresiasi kelompok-kelompok civil society yang meneriakkan hal ini, yang sekaligus menandakan bahwa jika pun aparat mendiamkan, rakyat tidak bisa nyaman dengan kesewenang-wenangan menerabas hukum.

Demo Para Dokter. Saya kira upaya mereka adalah sebuah solidaritas yang terkait dengan keraguan nasional atas objektivitas putusan di pengadilan. Secara psikologis sangat erat kaitannya dengan kejadian di MK.  Ditambah dengan fakta bahwa proses penangkapan, penahanan dan vonis yang menurut mereka sangat tak adil.

Hal yang membuat saya begitu terkesan adalah opini yang menggerakkan para dokter secara nasional. Mari kita lihat besok. Solidaritas ini semoga tidak berakibat kelumpuhan pelayanan di rumah-rumah sakit.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: