'nBASIS

Home » ARTIKEL » GATOT TAK PERCAYA DIRI?

GATOT TAK PERCAYA DIRI?

AKSES

  • 568,727 KALI

ARSIP


pemira pks

Malah jika pencalonannya oleh PKS cukup serius, itu namanya PKS pun sudah tak sejeli sediakala. Artinya menyebut nama Gatot dalam bursa pencapresan dalam pemilu internal PKS adalah basa-basi belaka

SAYA sudah dua hari tak berada di Medan dan juga tidak melakukan update informasi lewat media. Karena itu saya terkejut ketika seorang jurnalis mengatakan lewat sms bahwa Gatot Pujo Nugroho, Gubsu, tidak percaya diri dalam mengikuti pemilihan (internal) calon Presiden RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jurnalis itu menanyakan pendapat saya.

Hitung-hitungan PKS.  Tahun lalu, meski survei beberapa lembaga memprediksi PKS akan mengalami degradasi pada pemilu 2014, tetapi mereka (PKS) malah mendeklarasikan optimismenya dengan mengatakan akan mampu meraih kemenangan menembus angka 20 %. Angka ini tentu tak sehebat perolehan suara PDIP tahun 1999, Golkar tahun 2004 dan PD Tahun 2009.

Tetapi waktu itu tampaknya semua pihak yakin atas optimisme itu dan sejak itu terjadilah prahara beruntun PKS hingga tertangkap tangannya Presiden Luthfi Hassan Ishak.  Dengan prahara itu, belakangan banyak lembaga survei meramalkan PKS dalam pemilu 2014 hanya akan mampu meraih posisi papan bawah (dengan perolehan di bawah 5 %). Ada penjelasan bahwa bukan saja kader semakin mengerdil jumlahnya, tetapi simpatisan (swing voter) yang selama ini menguntungkan PKS sudah lari. Karena itu PKS melakukan pembenahan. Tetapi dua pemilukada yang berhimpitan waktu dengan saat terjadinya prahara itu (Jabar dan Sumut) semua dimenangkan oleh Kader PKS.

Di antara pembenahan itu ialah persiapan menghadapi Pemilu 2014, yakni Pemilu internal untuk penentuan Capres dari PKS. Kalau sebelum prahara PKS cenderung membatasi kandidat pada beberapa nama elit saja, kini mereka sudah mengembangkan hingga puluhan nama. Jika Golkar pernah melakukan konvensi dan mereka menyesal sendiri karena manfaatnya tidak ada, dan malah merugikan karena pertarungan tidak bersih, dan jika PD hari ini meniru konvensi yang pernah dilakukan Golkar, maka PKS tidak mengikuti itu. Mereka tak membiarkan kandidat berkoar-koar, karena nanti hasilnya sudah dapat diperkirakan. Sebaliknya mereka ingin menguji kesetiaan para kader dengan memberi mereka sejumlah nama untuk dipilih. Itulah nanti yang dijadikan sumber untuk penentuan calon presiden dari PKS. Disebut calon presiden adalah dalam pengertian longgar, sebab jika faktanya amat menyedihkan kelak, mungkin mengajukan calon Wakil Presiden pun akan sangat tak memungkinkan.

Presiden PKS. Setelah tertangkapnya Luthfi Hassan Ishak dan sejumlah orang yang terkait dengan impor sapi itu, nama Presiden PKS penggantinya (Anies Matta) juga malah disebut-sebut dalam kesaksian di persidangan. Pertanyaan gencar ialah, jika prahara ini masih akan terus menerus hingga pemilu 2014, setelah suara-suara yang mengusulkan pembubaran PKS jika terbukti memobilisasi orang-orangnya untuk mencari uang agar dibawa ke partrai (kartel), maka kini sangat sensitif posisi Anies Matta. Jika ia akan bermasalah juga menjelang Pemilu, rasionalitas yang lazim di PKS akan segera menentukan secara kilat siapa yang akan mengisi posisi puncak yang kosong. Di situ pun sebetulnya nama-nama para kader yang berhasil memenangkan pemilukada sudah disebut-sebut. Katakanlah misalnya Aher dari Jabar, Gatot dari Sumut, dan lain-lain. Jadi, Gatot sebetulnya ada dalam peta nasional PKS.

Mengapa tak Percaya Diri? Saya kira semua orang akan bersikap sama dengan Gatot dalam menghadapi situasi yang dihadapinya kini. Sejumlah masalah ialah warisan pra dan pasca pemilukada. Perdagangan kekuasaan yang dituduhkan dengan pola distribusi tak adil BDB dan kaitan-kaitan yang begitu dekat dengan tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar, ditambah lagi dengan fakta pecah kongsi dengan wakil (T Erry Nuradi), maka wajarlah Gatot itu tidak Percaya Diri. Malah jika pencalonannya oleh PKS cukup serius, itu namanya PKS pun sudah tak sejeli sediakala. Artinya menyebut nama Gatot dalam bursa pencapresan dalam pemilu internal PKS adalah basa-basi belaka.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: