'nBASIS

Home » ARTIKEL » INFO

INFO

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


agenda setting

Terkadang apa-apa yang seharusnya sudah diselimuti begitu rapih, dan rakyat tak mendapat apa-apa dari yang seharusnya mereka dapatkan.

Telefon saya berdering untuk kesekian kalinya: Tut tut tulitut.Tut tut tulitut. Wah, ini harus segera dijawab. Tentu ada yang penting sehingga ia berkali-kali berusaha menghubungi.

Saya: Halo, apa kabar? Sehat wal’afiat bukan? Di sana hujan gak?

Dia: Assalamu ‘alaikum. Mengapa nomor saya tak terekam? (dia tahu bhw saya tak tahu pasti siapa yang menelefon hingga tak berucap salam).

Saya: Setelah ini akan saya save. Maafkan saya. Syukurlah Anda menelefon hari ini. Sudah lama saya ingin bicara dengan Anda tapi tak tahu no Anda.

Dia: Lho kok bisa? Kejam kalilah. Masa saya gak dianggap orang dekat. Sedih kali awak ah.

Saya: Ya, begitulah. Kalau para pejabat itu kan ada yang mengurus hpnya satu orang. Ada dua orang yang membukakan pintu mobil. Ada yang menuliskan pidatonya. Ada pula pesuruh untuk menyampaikan pokok pikirannya kepada publik saat tak mengenakkan. Tapi jika menyenangkan, hal tetek bengek pun ia akan bicara langsung ke publik. Saya tidak seperti itu hingga nomor Anda tak terekam dalam hp saya, tepatnya hilang. (Saya hanya ingin mendramatisasi sembari menghiburnya untuk mengalihkan ketak-sukaannya karena mengetahui no hpnya tak terekam.)

Dia: Sudah tahu kabar?

Saya: Saya membaca koran dan juga update informasi dari internet. Saya tahu KPK tak akan bisa menuntaskan korupsi. Saya tahu Mandela sudah meninggal. Saya tahu Chris John terkapar di tangan petinju tangguh. Saya tahu nama jalan sudah ada GM Panggabean di Medan. Lalu kabar mana yang akan kita diskusikan?

Dia: Si Anu sudah diperiksa untuk kasus dugaan korupsi. Bagaimana itu? Apa tanggapan Anda?

Saya: Pertama, tak ada api tak ada asap. Tetapi sebesar apa pun api dan asapnya, itu tergantung nego.

Dia: Nego bagaimana? seriuslah. Anda seperti main-main saja nampaknya.

Saya: Ya, pendapat saya begitu. Ridwan Panjaitan tak masuk akal disebut bertanggungjawab atas kehilangan uang negara sebegitu besar jika kita tahu apa statusnya di Pemprovsu. Tetapi negolah yang membuat dia sebagai orang yang bertanggungjawab. Gayus Halomoan Tambunan awalnya kita kira menjadi entry point untuk menuntaskan seluruh korupsi yang ada di tempat kerjanya. Eh tahunya ia dikonstruk menjadi raksasa korupsional nasional hingga dengan menghukumnya seolah Indonesia sudah pasti akan selamat.

Dia: Kok mengambang jawaban Anda? Bukan itu yang saya harapkan dari Anda

Saya: Bagaimana saya memaki-maki kurcaci yang didesign untuk ditangkap agar dianggap lembaga penegak hukum masih bekerja? Saya memang pesimis.

Dia: Susah diskusi sama ketua ini. Sudah menjadi nihilis sekarang ya. Kapan majunya negeri ini kalau begitu?

Saya: Bah, justru saya ingin maju. Jika Anda punya daki di sekujur tubuh, jangan Anda cari parfum menutupi itu. Cari seember air, pinjam sabun ke tetangga. Mandi. Itu yang benar. Jangan berlagak beres dengan parfum Anda itu. Faham?

Dia: Payah memang sama ketua ini. Tak jadilah wawancaranya. Kucari orang lain sajalah.

Saya: Bah, jurnalisme Anda pun sudah jurnalisme konstruk legitimasi fakta buruk menjadi kebenaran. Mestinya Anda sudah harus menayangkan berita Anda begitu mendengar penjelasan sepihak petugas penegakan hukum tentang kasus yang Anda ingin diskusikan dengan saya, jika Anda tak mau ada pandangan lain. Saya tak bersedia menjadi korban dari jurnalisme “truism” (ketika seorang jurnalis hanya membutuhkan “ya”, “ya”, “ya” dari narasumbernya). ha ha.

Akhirnya ia pamit memutus pembicaraan, saya baru menyampaikan satu (pertama) dari sejumlah hal yang mestinya saya kemukakan untuk hal yang ia ingin diskusikan: pemberantasan korupsi. Ha ha ha.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: