'nBASIS

Home » ARTIKEL » REUNI AKBAR ALUMNI USU 2013: PANGGUNG POLITIK ALA HT ERRY NURADI

REUNI AKBAR ALUMNI USU 2013: PANGGUNG POLITIK ALA HT ERRY NURADI

AKSES

  • 568,727 KALI

ARSIP


Membalas sms Reuni Akbar Alumni USU 2013. Barangkali semacam tema reuni ini, dicantumkan MERAJUT SINERGITAS: SAATNYA ALUMNI USU BERBICARA”. Sms pertama segera saya balas, sedangkan yang berikutnya tak saya sadari masuk karena saya sedang diwawancarai via phone oleh Dol Barbarosa dan Roji dari Radio Sindo. Perhatian saya tertuju ke sana. Soalnya sangat serius topik yang mereka bincangkan pagi ini.

Akan ada orasi ilmiah tentang Strategi Sumut dalam konstelasi Nasional. Dahlan Iskan akan berbicara di sana. Ada pula talkshow “Mencari Punca Benang Kusut Kelisterikan di PLN Sumut” dengan menghadirkan sejumlah orang penting dan mantan orang penting PLN, juga alumni USU yang berkiprah di “lahan” penting lainnya di negeri ini.

Salah satu acara berikutnya “Kebulatan Tekad Alumni USU”. Panitia yang ditulis dalam sms itu ialah HT Erry Nuradi (Ketua) dan H Awaluddin Th (Sekretaris). Saya merasa perlu memberi jawaban: “Berilah Mohammad Arif Nasution cs kesempatan bicara tentang Sumut merdeka yang mereka gagas itu”.

Ada jawaban beberapa waktu berselang, begini bunyinya: “Wah maaf, di luar topik diskusi tentang Sumut hari ini (listrik) dan Sumut ke depan (pusat pembangunan Wilayah Barat Indonesia). Arif baru melempar wacana. Harus diskusi terbatas dulu”.

Mungkin pengirim sms merasa yakin bahwa saya tak dapat memahami logika yang diberikannya (klise kali kan Sumut pusat pembangunan wilayah Barat Indoinesia?), maka disusul lagi dengan sms demikian: “Karena gagasan Arif masih debatable, harus diadakan diskusi khusus pada topik tersebut. Gak pas disisipkan pada topik lain. Ada juga yang minta Inalum. Juga gak pas. Ya, topik itu akan kita buat. Tks sarannya. Wss”.

Sama sekali saya tak mampu mencernakan argumen itu. Memajukan Sumut tak terkait dengan pikiran-pikiran besar membebaskan Sumut dari belenggu sistem? Membicarakan krisis energiĀ  di Sumut tak dianggap terkait (tak boleh) mengaitkan Inalum? Emang Inalum itu apa, kawan? Sejenis kesenian tari-tarian atau sejenis terompah bekas? Lalu dalam kesulitan mencernakan, saya pun mengirim sebuah balasan, demikian: “Semua keluhan yang masuk dalam agenda dialog termasuk pertumbuhan dan energi terletak pada software yang sifatnya lebih hulu dan lebih subtantif. Suka atau tidak suka, itulah yang dikeluhkan Arif. Ia pasti akan heran masih ada orang yang percaya perkataan Meneg BUMN dan apa pula yang akan didapat dari omongan oknum penyelenggara monopoli energi yang gagal?”

Saya hanya memberi saran. Begitu pun terimakasih karena saya telah diberitahu justru di tahun politik ini ada reuni akbar alumni USU. Dugaan pengaruh tahun politik itu pun terjawab dengan sms balasan berikutnya demikian: “Itu kan pandangan masing-masing. Saya tidak ingin masuk di situ. Toh bagi sebagian rakyat beliau masih alternatif pimpinan nasional. Terbukti teratas dalam konvensi Demokrat. Hasil pleno Presidium IKA USU di Jakarta, IKA akan sediakan panggung untuk alumni dan tokoh-tokoh nasional. Kalau ini sukses, tahun depan kita undang tokoh-tokoh nasional yang potensil jadi presiden. Agar mereka ingat ada USU yang punya SDM bagus-bagus”.

Jelas. Sudah jelas arahnya HT Erry Nuradi yang kini menjadi Wakil Gubernur Sumut itu. Kiprah politik mantan Bupati Serdang Bedagai ini tidak usah dikaitkan ke hal-hal lain, termasuk dengan proyeksi perolehan suara pemilu 2014. Biasa saja, pejabat daerah memilih afiliasi politik. Good Luck.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: