'nBASIS

Home » ARTIKEL » PKS MENYONGSONG PILPRES 2014: SEBUAH EVALUASI

PKS MENYONGSONG PILPRES 2014: SEBUAH EVALUASI

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Pemilihan Raya (Pemira) calon Presiden (capres) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar pada tanggal 29 dan 30 November 2013 lalu akhirnya diumumkan kemaren di Jakarta (29/12/2013). Dari 22 kandidat 5  peroleh suara terbanyak ialah Hidayat Nur Wahid  50.567 suara (18,34 %), Anis Matta 48.152 suara (17,46 %), Ahmad Heryawan  46.014 (16,69 %), Tifatul Sembiring 31.742 suara (11,50 %) dan Nur Mahmudi Ismail 20.249 suara (7,41 %).

pks
Pada babak kedua muncul tiga nama, yaitu Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW), dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Anis Matta beroleh 79 % dukungan anggota DPTW (Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah), sedangkan HNW mendapat 17 % dan Ahmad Heryawan 4 %.

Tiga nama bakal capres ini akan segera disampaikan ke musyawarah Majelis Syuro PKS untuk diputuskan siapa yang akan menjadi calon presiden. Musyawarah Majelis Syuro itu akan berlangsung Januari 2014.

pks2

Evaluasi. PKS sangat penting melakukan Pemira ini bukan saja untuk menentukan sikap menghadapi pilpres 2014. Tentulah setelah diterpa badai begitu berat, partai ini ingin mengetahui sendiri dan dengan cara sendiri kemungkinan ketergerusan dukungan kader. Dalam blog ini sudah pernah dikemukakan obsesi partai ini menghadapi pemilu dan pilpres 2014. Saat itu sudah ada opini yang keluar dari dapur survey yang mengatakan (proyeksi) kemerosotan perolehan suara yang cukup signifikan. Tetapi waktu itu PKS masih optimis akan meraih persentase besar suara rakyat Indonesia pada pemilu 2014.

Memang tidak ada rincian berapa persen golput (dari perkiraan suara atau jumlah kader semula). Tetapi kini PKS jelas menjadi tahu kekuatannya dalam menghadapi pemilu dan pilpres 2014.

Satu hal lagi yang menarik dari data pemira ini ialah kalahnya Anis Matta yang menjabat Presiden meski terpaut tipis dengan angka perolehan suara Hidayat Nur Wahid. Artinya apa? Hidayat Nur Wahid masih jauh lebih  dipercaya ketimbang Presidennya sendiri, termasuk sesama mantan Presiden lainnya (Nur Mahmudi Ismail dan Tifatul Sembiring). Ini masalah serius dalam kepemimpinan PKS, tentu saja.

Shohibul Anshor Siregar


1 Comment

  1. […] saja begitu besar caci maki mengikuti prahara yang terjadi. Hasil survey politik menunjukkan posisi mereka masih mampu bertahan pada papan tengah. Partai kader memang partai harapan masa […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: