'nBASIS

Home » ARTIKEL » PENYESALAN SEORANG MESIN PEMBUNUH: JASON BOURNE

PENYESALAN SEORANG MESIN PEMBUNUH: JASON BOURNE

AKSES

  • 564,592 KALI

ARSIP


“Aku telah berusaha minta maaf atas semua yang mungkin pernah kulakukan. Tetapi tampaknya semua tidak akan mengubah keadaan”, begitu ungkapan Jason Bourne dengan sangat lirih dan penuh kesedihan”. Dia seorang eksekutor di bawah proyek sangat rahasia (Treadston) yang mencederai nurani, keadilan dan kemanusiaan.

Itu cuplikan “The bourne Ultimatum” yang tayang di GlobalTv malam ini. Seri sebelumnya memperlihatkan bagaimana Jason Bourne mengintimidasi seorang petinggi intelijen di kamar hotelnya sendiri (Berlin), sehingga orang ini memilih lebih baik bunuh diri karena membayangkan semua data rekaman percakapan yang dibuat Jason Bourne tak hanya akan membuatnya tak punya hak pensiun, tetapi sekaligus masuk LP.

Transaksi keuangan dan keuntungan material yang sangat koruptif (very-very hidency) dalam lembaga intelijen ini melibatkan banyak orang. Deputy CIA Noah Vossen jelas menyadari itu, dan pasca kejadian Berlin telah memetakan siapa saja yang harus dihabisi. Aset lokal di Maroko sudah diperintahkan membunuh Daniels. Jason Bourne berhasil mengacaukan rencana, bahkan membunuh aset lokal yang ditugasi, bernama Desh meski Daniels tak bisa lolos dari bom yang diletakkan oleh Desh di lintasan jalan yang akan dilalui mobil Daniels.

Kini ia akan ke sarang CIA dan pengendali proyek Treadstone di Manhattan Building.

Proyek ini merekrut sejumlah prajurit sangat berbakat, mengubah perilaku dan menghilangkan memorynya untuk siap berbuat apa saja sesuai kehendak pengendali dengan dalih membela dan menyelamatkan kepentingan dan rakyat Amerika. Berkat bantuan Pamela Landy, Jason Bourne berhasil meruntuhkan dan memenjarakan semua pengambil kebijakan koruptif yang menjual negaranya dan jabatannya untuk kepentingan sendiri.

Saya yakin perasaan dan penyesalan serupa ini (Jason Bourne) akan dialami oleh mereka-mereka yang dengan kesetiaan tulus kepada Negara telah ditugaskan untuk pekerjaan yang salah oleh orang-orang atau pengambil kebijakan yang salah.

Saya tidak tahu apakah pemutaran filem ini sebuah upaya penjelasan untuk memberi perimbangan opini atas politik yang dijalankan oleh Negara terhadap apa yang disebut sebagai teroris di Indonesia saat ini.

Kemaren sejumlah orang dibunuh lagi. Seperti sebelumnya, mereka bertindak seperti tentara: “membunuh atau dibunuh”.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: