'nBASIS

Home » ARTIKEL » AKHIRNYA ANAS DITAHAN KPK

AKHIRNYA ANAS DITAHAN KPK

AKSES

  • 538,550 KALI

ARSIP


Digiring oleh sejumlah petugas keamanan setelah diperiksa selama 5 jam, Anas yang sudah memakai uniform tahanan KPK saat keluar dari gedung KPK itu didaulat oleh awak media yang mengharapkannya berbicara untuk memberikan keterangan, persis di tangga keluar/masuk gedung KPK.

Sebelumnya digambarkan (oleh KPK) bahwa ada kemungkinan akan dijemput paksa dengan mengerahkan petugas dari Brimob. Dalam keterangan pers sebelum Jum’at di rumah PPI Anas secara jelas mengisyaratkan ia bekerjasama, dengan tak usah dilihat dari upayanya untuk memperoleh kejelasan tentang apa yang dituduhkan kepadanya (sebagaimana kontroversi atas surat panggilan). Anas datang ke gedung KPK tak berpengawal, meski KPK sudah menyiapkan pengawalan 5 kompi polisi.

Sangat terkesan ia melawan dalam ketak-berdayaan dengan pengesanan kuat menolak konspirasi hukum dengan rentetan ucapan terimakasihnya yang ditujukan kepada:

(1) semua pihak;
(2) Abraham Samad yang menandatangani surat penahanannya;
(3) kedua penyidiknya (Endang Tarsa dan Bambang Sukoco); dan juga kepada pemeriksa lain sebelumnya (Herry Muryanto dll);
(4) SBY dengan harapan penahanan dirinya ini dapat punya arti, punya makna, serta peristiwa penahanannya ini sebagai hadiah tahun baru 2014 untuk SBY;

Akhirnya Anas ditahan. Ada kesulitan yang serius bagi orang yang tak mengikuti kasus ini dari awal dan tak berusaha mendeskripsikannya secara menyeluruh. Ini adalah produk kebobrokan sistemik yang penanggungjawabnya bukan si Paiman dan si Paijem.

Di antara semua Ketum Partai di Indonesia saat ini, yakinkah Anas Urbaningrum pelaku korupsi terbesar dan memang hanya korupsinyalah yang dapat diendus oleh KPK?

Ada tuduhan lain tentang integritas moral ketika Anas mundur dari KPU dan terjun ke politik praktis. Tentu bukan karena kebetulan ia menjadi anggota Partai Demokrat. Banyak pihak mengendus masalah dalam hal kebersihan pemilu 2009 dan kasus IT dan lain sebagainya tak terkecuali soal kebobrokan DPT.

Penahanan Anas ini bukan hulu persoalan, padahal hulu persoalan itu sangat penting untuk membuat kita faham esensi masalah.

Sejak pagi tadi saya mengikuti kasus Anas lewat layar tv. Hal-hal yang saya anggap perlu disoroti langsung saya buat menjadi status pada dinding facebook, di antaranya:

Kartu Tamu KPK
Setelah mengisi buku daftar tamu, Anas Urbaningrum mengalungkan kartu tanda bertamu KPK di lehernya. Saya was-was akan menyusul atribut lain (baju tahanan KPK) di penghujung pemeriksaan hari ini. Tabah, kawan. Jalani proses sebaik mungkin. Masih banyak yang tidak buta politik di negeri kita.
Ada reaksi yang saya terima dari beberapa orang. Saya dianggap alumni HMI yang solider memela sesama alumni HMI.

Anas “Layu Sebelum Berkembang”
Buatlah daftar nama anakmuda Indonesia dengan pertimbangan mereka patut masuk bursa untuk menjadi Presiden RI 2014-2019. Berapa banyak nama yang berhasil Anda tulis? Bagi saya, dengan “tragedi” ini SBY sudah berhasil merontokkan salah satu harapan terbaik Indonesia dengan berhasil menyingkirkan Anas Urbaningrum dari bursa nasional. Salam solidaritas: duka untuk hukum dan politik Indonesia.

Hajjah Sriatun: Ibu Anas Urbaningrum
Berdo’a saja, mudah-mudahan dimudahkan oleh Allah. Ndak apa-apa diadili. Apa pun hasilnya ya dijalani. Anas pendiam. Sejak kecil dia pintar. Dia suka main bola volli. Ia sudah saya tanya sekali, katanya tak ada mengambil uang negara. Dengan anak-anaknya saya akrab, tetapi kan mereka sekolah, hanya datang sekali dalam setahun saat lebaran. Saya sendiri sudah dua tahun tak ke rumahnya di Jakarta”.

Duduk bersila, memakai kain sarung, berkemeja koko warna putih lengan pendek, Anas Urbaningrum memberi keterangan pers: “Anas tidak Melawan KPK. Anas tidak lari. Anas ajak kerjasama dengan KPK”

Saya aktivis IMM dan tak pernah sedetik pun menjadi anggota HMI. Ini perlu saya jelaskan sehubungan dengan banyaknya pesan inbox yang mengecam dengan tuduhan sikap saya itu adalah sikap buruk (esprit de corps) di antara sesama kader dalam organisasi yang sama. Kata sebagian mereka, solidaritas sesama HMI telah membuat saya membela membabi buta Anas Urbaningrum. Tidak. Saya tak pernah sedetik pun menjadi anggota HMI.

Duga-dugaan. Ketika menulis narasi di atas sebagai status di dinding FB saya, seorang pengacara melalui inbox menjelaskan dugaannya bahwa hal ini tak lebih dari pengalihan isyu belaka mengingat posisi Century Gate yang sudah semakin jelas memojokkan posisi Wapres Budiono sudah sedemikian genting. Entahlah pula ya. Tetapi ada hal serius lainnya. PPI melalui Pasek meminta agar konsumsi untuk Anas dibawa dari rumah oleh anggota keluarganya. Hal ini didasarkan kepada kekhawatiran yang diperkirakan PPI. Wah gawat.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: