'nBASIS

Home » ARTIKEL » ANAS URBANINGRUM: LAYU SEBELUM BERKEMBANG

ANAS URBANINGRUM: LAYU SEBELUM BERKEMBANG

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


ANAS1
DITAHANNYA Anas Urbaningrum, Jum’at 10 Januari 2013, meski didahului oleh polemik yang meluas atas bunyi surat pemanggilakn KPK yang oleh para pengacara Anas dianggap tidak benar, bukanlah sesuatu yang tak diramalkan sebelumnya. Tetapi jika dilihat secara keseluruhan, konteks dan prosesnya, mau tidak mau ada tanda tanya besar terkait politik, penegakan hukum dan keadilan. Betul setiap koruptor harus diadili. Ya, setiap koruptor. Tidak tebang pilih. Bisakah? Nah, itulah yang sulit itu.

Aset Indonesia. Mari kita bersimulasi ria barang sejenak. Buatlah daftar nama anakmuda Indonesia dengan pertimbangan mereka patut masuk bursa untuk menjadi Presiden RI 2014-2019. Berapa banyak nama yang berhasil Anda tulis?

Bagi saya, dengan “tragedi” ini SBY sudah berhasil merontokkan salah satu harapan terbaik Indonesia dengan berhasil menyingkirkan Anas Urbaningrum dari bursa nasional.

Puisi. Saya pernah menuliskan puisi amat sederhana. Bunyinya demikian:

[50] KONSTRUK KEKUASAAN | 03 June 2013 |

Saat musim Pilpres tahun 2009,
konon Prabowo Subianto memiliki kekayaan Rp 1.647.249.879.469
Itu sebuah jumlah besar yang mengalami kenaikan sebesar 16157 %
dari perhitungan yang dibuat sebelumnya
Megawati dilaporkan sudah bertambah kaya
dengan kenaikan hingga 142 %
Total kekayaannya saat itu Rp 256.447.223.594
SBY sendiri pada saat yang sama dinyatakan memiliki kekayaan Rp 4.736.073.812
naik 102 % dari perhitungan sebelumnya
JK Rp 61.066.512.967 (naik 24 %)
Budiono Rp 3.458.871.878 (naik 18 %)
Wiranto Rp 39.436.837.063 (naik 85%)

Jika faktanya hanya JK sendirilah yang pedagang di antara mereka semua
maka jalan pikiran apa yang bisa meyakinkan rakyat Indonesia
bahwa korupsi itu bukan sesuatu selain dosa?
Jadi sudah benar menurut realitas konstruk kekuasaan di Indonesia kontemporer
bahwa pejabat memang harus korupsi
Jika tidak
koruptor itu bukan pejabat
Itu bukan negarawan

“Negarawan” Indonesia sudah terkonstruk
sebagai orang yang berkekayaan tak berasal-usul yang jelas
dan itu tidak dianggap aneh oleh rakyatnya yang Berketuhanan Yang Maha Esa (Pancasila)

[Catatan pesimistik atas prospek pemberantasan korupsi dengan menilik harta kekayaan para capres yang diumumkan KPU menjelang pilpres 2009]

Salam solidaritas: duka untuk hukum dan politik Indonesia.

Shohibul Anshor SIregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: