'nBASIS

Home » ARTIKEL » SBY, KEPEMIMPINAN DAN SUKSESI

SBY, KEPEMIMPINAN DAN SUKSESI

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Seorang jurnalis lokal (Medan) mengajukan pertanyaan kepada saya:

  1. Soal rencana kedatangan SBY ke Medan, apakah perlu gerakan elemen masyarakat Sumut menolak kedatangan karena lambannya sikap SBY melihat kondisi Sinabung
  1. Menurut analisis Anda, adakah kemungkinan terjadi chaos parlemen menjelang pileg dan pilpres, semisal ditunda dan pemerintahan diambilalih panglima TNI untuk sementara, dengan melihat kondisi politik saat ini yang kacau balau

Berikut adalah jawaban yang saya berikan secara tertulis kepada jurnalis itu.

Ta’ziah. Saya setuju dengan pendapat banyak orang bahwa Presiden SBY sudah kehilangan momentum soal pemberian atensi kenegarawanan terhadap bencana Sinabung. Respon beliau atas masalah kemanusiaan ini mencerminkan Negara (Jakarta) yang kerap gagal memperlakukan “seluruh jengkal” wilayah dan penduduk Indonesia sebagai bagian untuh dan integral Indonesia. Sepanjang pemberitaan yang saya ikuti, banyak kunjungan Presiden SBY yang disambut dengan penolakan (demo) oleh kalangan mahasiswa di daerah kunjungan. Tetapi kunjungan ke Sumut sifatnya lain, tak ubahnya ta’ziah kepada keluarga yang sedang ditimpa kemalangan. Demo penolakan malah dapat menimbulkan masalah baru di wilayah bencana (Karo) yang dapat saja membuat Presiden SBY menjadi sangat terganggu dalam menentukan sikap Negara terhadap bencana itu. Faktanya kini kita ingin ketegasan Negara atas bencana Sinabung, dinyatakan sebagai bencana nasional atau tidak dan susulan implikasi dari statusnya itu. Karena itu, jika pun ada elemen yang merasa geram atas kelambanan penyikapan, saya kira mereka akan sangat mempertimbangkan perasaan warga kita di wilayah bencana.

Suksesi. Mungkin pertanyaan kedua di atas terkait dengan gugatan (judicial review) oleh Yusril Ihza Mahendra (YIM) atas UU pilpres (di MK). Orang mengenal kejituan YIM dalam soal gugat menggugat ini dan menduga YIM akan memenangkannya. Implikasinya begitu luas. Tak hanya perubahan jadwal atau tahapan. Kita ketahui bahwa banyak orang dari partai merasa sudah sangat siap untuk menghadapinya. Pertanyaannya jika akan terjadi perubahan tahapan pemilu, berapa lama kemolorannya ke belakang dan andilnya atas situasi politik yang akan berkembang. Lalu, bagaimana soal kepemimpinan nasional, dan lain sebagainya.

Pertama, saya ingin menyerukan agar upaya YIM diterima sebagai sebuah agenda besar untuk konstruk kenegaraan Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu YIM tidak usah dianggap gagah-gagahan, mementingkan diri sendiri, dan lain sebagainya.

Kedua, akan adakah kevakuman kepemimpinan nasional? Tentu tidak, UUD 1945 sudah memiliki jawaban untuk itu. Militer mengambil alih kepemimpinan sangat tidak mungkin, karena lingkungan internasional akan menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat setback.

Ketiga, jika gugatan YIM akan dikabulkan MK dan otomatis akan diterapkan untuk pemilu 2014, maka tentu diperlukan sosialisasi. Akan perlu tambahan biaya? Ya, saya kira ya. Tetapi dengan menyatukan semua jenis pemilu (legislatif dan pilpres itu), tentu akan ada reduksi pembiayaan yang cukup tajam.

Dengan atau tanpa membayangkan gugatan juducial review YIM, masalah demokrasi kita begitu rumit. Kepercayaan apa yang dapat kita berikan kepada demokrasi kita? Itu hal yang amat serius tentunya dan meskipun tak ada jawaban perhelatan-perhelatan suksesional berlanjut. Tampaknya tak masalah pula tiap saat meneriakkan penderitaan rakyat akibat ketidak adilan sembari menggantang kekuasaan. Itulah.

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: