'nBASIS

Home » ARTIKEL » KIAT MEMASTIKAN SUARA: MEMBAGIKAN UANG BERDALIH HONOR SAKSI

KIAT MEMASTIKAN SUARA: MEMBAGIKAN UANG BERDALIH HONOR SAKSI

AKSES

  • 545,455 KALI

ARSIP


Foto: Tohap

Foto: Tohap P.Simamora Tosim

Pentingkah peran saksi di TPS dalam pemilu? Penting sekali. Bagaimana jika saksi di TPS tidak ada? Susah membayangkannya. Bisakah suara seseorang atau suara sebuah parpol berkurang? Bagaimana aktivitas penyimpangan itu selama ini dalam pemilu demi pemilu di Indonesia? Itu paling susah dibuktikan.

Tetapi faktanya setiap parpol biasanya akan menempatkan saksinya di TPS, dan dibayar bervariasi antara satu dan lain parpol. Namun bagi seorang calon anggota DPD rasanya sukar membayangkan bayaran untuk menjadi saksi atau apa pun namanya yang akan membela kepentingannya di TPS.

Tohap P.Simamora Tosim membuat pengumuman pada akun facebooknya demikian:

Partai Hanura bersama ABS Center membuka kesempatan kepada warga yg memiliki KTP untuk jadi SAKSI pada Pemilu 9 April 2014, yang berminat jadi saksi di 10 kecamatan (Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Petisah, Medan Helvetia dan Medan Barat) bisa mendaftar di ABS Center Jl.Jamin Ginting No.272 Pajak Sore Padang Bulan Medan, setiap hari kerja pkl.09.00 – 20.00 Wib. Mohon disebarkan kepada yang lain. Honor saksi Rp. 100.000/orang/TPS.

Dari bunyi pengumuman di atas Tohap P.Simamora Tosim atau orang yang diperjuangkannya adalah caleg Medan B untuk DPRD Provinsi Sumatera Utara. Sejatinya kiat ini tentulah untuk menambah suara selain suara yang berasal dari kader partai. Patut diduga bahwa hal ini akan mengakibatkan suhu persaingan (internal dan eksternal) yang semakin tinggi.

Pertanyaan serius untuk hal ini ialah, apakah model rekrutmen seperti ini tidak akan berbahaya kepada kader partai karena akan merasa tak dipercaya atau disepelekan? Sejatinya pasti ya, kecuali memang partai yang mencalonkan sama sekali tidak ada di daerah pemilihan yang disebutkan (10 Kecamatan di Medan itu). Jika tak punya kader, maka pertanyaan selanjutnya ialah apakah dengan jumlahan suara saksi non partai ini dimungkinkan memenangkan persaingan di antara para caleg (internal dan eksternal)? Tentu saja tidak sama sekali.

Apakah ini money politic? Tentu bukan. Meskipun ini adalah membagikan uang kepada pemilih dengan dalih honor saksi. Tetapi jika Tohap P.Simamora Tosim masih akan menugaskan saksi non partai ini merekrut lebih banyak lagi pemilih lainnya, dengan bayaran, berapa pun itu, barulah dikategorikan money politic.

Kiat ini tentu tetap saja kontroversial jika dikaitkan dengan terminologi kepemiluan. Sebab saksi itu tentulah dari partai atau yang direkomendasi/ditugasi partai. Jumlahnya hanya 1 orang untuk setiap TPS. Di luar itu terminologi kepemiluan hanya mengenal pemantau. Atau ada perubahan dalam ketentuan yang membolehkan saksi partai untuk setiap TPS lebih dari 1 orang?

Sebagaimana diketahui, untuk pemilih yang terdaftar dalam DPT sebanyak 9.840.562 jiwa dalam Pemilu 2014 yang tersebar di 5.977 desa/kelurahan, 436 kecamatan, dan 33 kabupaten/kota di Sumut, telah ditetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 30.255 TPS. Nah, jika bayaran untuk setiap saksi di TPS Rp 100.000,- maka ditambah dengan biaya pelatihan dan biaya-biaya lain, tentu angka akhir akan cukup besar. Tetapi itu konsekuensi untuk sebuah demokrasi dan jika terdapat kepercayaan yang mutlak terhadap penyelenggara pemilu, niscaya pos anggaran ini tidak diperlukan. Hanya saja karena pemilu dimana saja dan kapan pun, sepanjang sejarah, adalah pekerjaan jahat, diperlukanlah saksi. Mengapa Anda tak memerlukan saksi saat Anda membuka rekening untuk menyimpan uang Anda di Bank agar uang Anda tidak dibukukan atas nama orang lain? Itu analogi terbaliknya.

Sejumlah pihak telah mewacanakan pembiayaan untuk saksi parpol ini menjadi beban negara. Calon anggota DPD pun akan merasa lebih nyaman jika ini menjadi kenyataan. Tetapi wacana ini tentu tidak serta merta dapat disetujui oleh penguasa.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: