'nBASIS

Home » ARTIKEL » KUNJUNGAN KE SUMUT: PERTANYAAN JURNALIS

KUNJUNGAN KE SUMUT: PERTANYAAN JURNALIS

AKSES

  • 545,203 KALI

ARSIP


Saya menyarankan beliau datang ke wilayah pengungsian dengan helikopter saja. Sehingga tak cuma di satu lokasi, tetapi beliau dapat mendatangi sejumlah lokasi pengungsi dan jika bisa, ya semua. Menginap di tenda itu bagi saya terasa cengeng, dan seolah ingin dipuji sebagai patriot. Kan cukup besar resiko menginap di situ?
“Asslm bang. minta tanggapan lagi tentang kedatangan SBY buat susah, PKL kena gusur, jalan macet, jalan jelek jadi bagus, dan lain-lain”.
Itu bunyi pertanyaan seorang jurnalis lokal kepada saya, siang tadi. Ini jawaban saya:
Akhirnya masyarakat menilai SBY itu lebih politisi ketimbang negarawan. Menutupi keterlambatan responnya ke bencana Erupsi Sinabung, dikabarkan beliau akan menginap di sekitar wilayah pengungsian, di bawah tenda. Muncul pula berita bahwa untuk pengadaan tenda saja diperlukan biaya mahal. Dalam twitter SBY yang dikutip media dikabarkan beliau ingin memastikan penanganan bencana berjalan baik. Ungkapan ini bermakna bahwa beliau tak beroleh informasi yang cukup dari aparat pemerintahan di bawah, dan beliau harus datang langsung baru bisa memastikan.
Saya menyarankan beliau datang ke wilayah pengungsian dengan helikopter saja. Sehingga tak cuma di satu lokasi, tetapi beliau datangi sejumlah lokasi pengungsi dan jika bisa semua. Menginap di tenda itu bagi saya terasa cengeng, dan seolah ingin dipuji sebagai patriot. Padahal tidak ada yang dapat dilakukan di sana. Siapa yang tak was-was tidur di bawah kemungkinan ancaman meletusnya gunung berapi setiap saat? Itu beresiko. Katakanlah beliau pernah melakukan hal serupa ini di sekitat Kaliurang (Gunung Merapi Jogjakarta). Tetapi watak setiap gunung bisa sama dan bisa berbeda. Kita tidak usah berspekulasi. Gunung meletus itu ya berbahaya.
Dugaan-dugaan jelek pun muncul, dan itu tidak terhindari. Beliau yang memulai mempolitisasi kunjungan ini saya kira, karena itu rakyat pun menjadi terpancing. Belum lagi dalam waktu yang hampir bersamaan peserta konvensi presiden dari partai beliau menjadwalkan perhelatan ke sini. Itu membuat orang berpikir dan menduga, bahwa jika bukan karena urusan kepartaian, beliau tidak akan datang ke Karo. Memang tuduhan itu tidak dapat dijamin kebenarannya, tetapi karena dimensi politik kunjungan di tahun politik ini, hal seperti itu sulit dihindari.
Tentang berjubelnya anak sekolah menyambut beliau, tentulah hal yang lazim di sini dan dimana-mana, dari dulu hingga kini dan mungkin sampai nanti. Mobilisasi seperti ini termasuk hemat, karena massanya anak-anak yang relatif mudah diatur dan secara kelembagaan sekolah tunduk pada penguasa. Kecuali sekolah swasta yang Kepalanya tak diangkat dan diberhentikan oleh penguasa.
Juga tentang aktivitas PKL yang terganggu, selalu terjadi dalam kunjungan seorang kepala Negara. Karena pengabdiannya tak selalu lebih besar kepada rakyat, maka selama ini jalan yang buruk pun dibiarkan saja. Tetapi karena masuk dalam agenda kunjungan, sejumlah jalan pun segera diperbaiki. Itu sangat biasa kita saksikan. Kita tinggal menilai, apakah hal seperti itu sebuah kelayakan dan patut dilanjutkan.
Shohibul Anshor Siregar
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: