'nBASIS

Home » ARTIKEL » KARNI ILYAS: “NAKAL”

KARNI ILYAS: “NAKAL”

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Karni Ilyas ini Nakal. Masak menghadapkan masalah yang begini besar menohok KPK hanya menghadirkan seorang Juru Bicara Johan Budi? Tak betul Karni Ilyas ini. Hadirkanlah Abraham Samad.

Ini sebuah episode dalam ILC yang berlangsung tanggal 21 januari 2014 lalu. Budayawan Sudjiwo Tedjo mengawali dengan kejutan-kejutan. Mulai dari rumus yang menjelaskan kondisi Indonesia saat ini. E=MC2, dimana E adalah energi. M adalah minyak, dan C2 adalah cincai-cincai. Berikut dikutip beberapa pembicaraan, sebagai berikut:

Sudjiwo Tedjo. Ditangkap dulu baru urusan belakang, atau diurus dulu baru ditangkap. Lalau semua gerrr menyambut lawakan yang sangat pedas itu. Tahu kemana arah lawakan ini kan?

Ahmad Yani: KPK harus tetap mengacu hukum. Kenapa selama ini susah betul ditembus oleh KPK? Pernah juga orang Migas ini bekerja di KPK. Apakah kini sudah kembali bekerja di Migas? Korupsi tiga sektor (Migas, Pajak dan Perbankan) yang membuat rakyat sengsara.  Kita lihat di KPK. Saksi tidak boleh didampingi lawyer. Ada tekanan luar biasa. Teror luar biasa. Tidak boleh menegakkan hukum dengan tirani iktikad baik.

Johan budi mengatakan semuanya boleh diuji dipengadilan, maka kita bertanya mengapa Bibit-Chandra mau dibawa ke pengadilan mereka ini ramai2 menolak? Mengapa juga tidak uji di pengadilan utk mengetahui apakah mereka melakukan kesalahan?

Saya menemukan fakta. Masuk akal sehat kah satu hari mengetik 600 halaman selesai? Apalagi itu dalam BAP? Itu terjadi di KPK. Tuntutan yang salah dalam kasus Endin. Konstruksinya adalah kasus orang lain, dituduhkan kepada Endin. Tetapi tetap saja pengadilan menyatakannya salah. Semua ini berawal dari terorisme.

Fachri Hamzah: Omong Kosong. Semua pembuat UU KPK sudah tidak mendukung kinerja KPK berdasarkan UU itu. Akhirnya kita melakukan hal yang salah terus-menerus. Tugas Negara tidak memberantas korupsi. Itu kekeliruan cara berfikir yang sangat fatal. Tugas utama Negara menegakkan hukum. Jika hokum itu tegak maka semua jenis kejahatan akan terproses dengan baik, mendapatkan kepastian keadilan yang menyebabkan semua jenis kejahatan termasuk korupsi akan hilang dari permukaan bumi. Kini KPK mengamalkan tujuan menghalalkan segala cara. Anda Bung Johan sudah 6 tahun menjadi Juru Bicara KPK. Sudah menyatu pada diri Anda itu kekacauan. Anda pernah ditolak oleh DPR sebagai calon pimpinan KPK. Anda dianggap melanggar kode etik karena menemani Anda Raharja bertemu dengan Nazaruddin. Pimpinan Anda itu takut dibawa ke pengadilan. Di dalam UU KPK pelanggaran etik itu pidana 5 tahun.

Sekjen PKS itu modar mandir dipanggil KPK hanya untuk menanyakan AD & ART. Padahal Anda bisa mendownload di website. Sekjen Partai Demokrat, SC penyelenggaraan kongres, disebut terima uang Anda tidak berani panggil kok. Mana yang disebut equal before the law? Omong kosong. Menurut saya semua ini sihir yang sesat dan menyesatkan.

Begitu Negara kelihatan agak congkak saya akan melawan duluan, siapa pun yang memimpin. Petantang-petenteng kok orang-orang ini saya lihat. Menurut saya petantant petentang ini harus diakhiri. Orang-orang ini distir oleh penyidik-penyidik yang menikmati cara kerja lama. Persetan Anda menyadap semua orang. Saya tahu semua ini kan hasil sadap. Semua yang Anda lakukan ini hasil sadap. Anda tidak menemukan apa-apa di awalnya. Tetapi karena Anda sadap semua orang, akhirnya Anda ketemu apa-apa. Boleh gak seperti itu? Dimana Negara yang masih membolehkan cara seperti itu kecuali Negara totaliter yang sudah rubuh semua.

Tjipta Lesmana: Kaki KPK Dipijak. Banyak pihak meragukan apakah hal ini bisa dituntaskan. Saya setuju tiga sektor besar yang sulit dituntaskan, yakni perbankan, migas dan perpajakan. Abraham Samad sudah berjanji kepada rakyat Indonesia bahwa akhir tahun 2012 akan dituntaskan (Century gate), hingga berakhir tahun 2013 gak jelas juga. Jero Wacik bilang uang di ruang kerja Sekjen. Katanya itu uang operasional. Ketika ditanya mengapa uang operasional pakai uang dolar, ia kepepet. Terakhir ini ia kepepet ketika ditanya wartawan tentang SKK migas. Ia hanya jawab serahkan kepada KPK. Tiga minggu lalu ia minta tolong kepada JK. JK marah, mengapa kamu tak minta advis ke Presiden? Kita tahu posisinya begitu sulit. KPK ini misterius. Banyak kasus besar mengambang, hilang begitu saja. Kita ini Negara sakit. Soal SKK Migas ini tuntaskanlah. Jangan hanya ecek-ecek. Saya dengar kadang-kadang KPK ini diinjak kakinya. Oleh siapa? Jangan tanya saya.

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: