'nBASIS

Home » ARTIKEL » TAKTIK “PERANG” SEORANG PEDAGANG

TAKTIK “PERANG” SEORANG PEDAGANG

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Saya menulis sebuah jawaban singkat atas pertanyaan seorang jurnalis lokal, sore ini: seputar alasan pengunduran diri Gita Wiryawan dari KIB  II (yang masa jabatannya tinggal beberapa bulan) agar fokus memenangi Konvensi Capres Partai Demokrat.

Blog ini sudah pernah menayangkan sebuah artikel ringan dan singkat tentang Gita Wiryawan: “Berani Lebih baik“. Sebagaimana sudah luas diketahui, kemaren ia menyatakan pengunduran diri dari kabinet. Jika dicermati, pengunduran diri ini setidaknya mengindikasikan dua hal:

Pertama, ketidak-konsistenan berfikir dan niat Gita. Kita ingat bukan tidak ada suara cukup besar meminta orang yang ikut konvensi mundur saja dari jabatan kenegaraanya (kementerian dan lainnya), agar tak mencampur-adukkan kepentingan pribadi dan negara. Kita tahu di Indonesia norma yang terkait dengan penganturan untuk pemantangan abuse of power model-model ini sangat sulit ditegakkan. Orang bisa membawa mobil dinasnya untuk belanja ke pasar pagi, atau membawa jabatannya untuk memperoleh pelayanan istimewa dalam urusan pribadi dan keluarga. Mengapa saat akan maju konvensi Gita tidak berfikir sebaik dan sebersih pernyataannya mundur belakangan? Jadi, siapa pun, tampaknya, harus meragukan itu;

Kedua, kelas Gita dalam politik.  Sulit untuk tidak mengaitkan tindakan ini kepada dua hal: (a) menanggok simpati lewat politik hiba dan pencitraan (b) menekan SBY agar berfikir bahwa “dengan pengorbanan seperti ini saya tak juga dimenangkan dalam konvensi, sungguh keterlaluanlah pak SBY”, kira-kira begitu barangkali. Juga harus dilihat dengan cara lain, bahwa apa pun yang terjadi setelah kepemimpinan SBY, seorang “pedagang” seperti Gita Wiryawan tidaklah harus dibayangkan berpangku tangan mengikuti redupnya nama dan pengaruh SBY yang akan lengser itu. Bukankah dalam pandangan tertentu peserta konvensi capres Partai Demokrat harus dilihat sebagai komposisi Kabinet mendatang versi usulan Partai Demokrat? Naik kelas dalam jabatan kenegaraan itu sudah kita saksikan dalam karir Gita Wiryawan. Apakah aneh jika Gita Wiryawan kini berfikir untuk selain mematut diri menjadi Calon Presiden (Partai Demokrat, jika dimenangkan oleh konvensi), juga berusaha menjadi Calon Wakil Presiden (ini tergantung pemasaran rencana dan aktivitas tim di belakang Gita Wiryawan, meski akan melawan policy SBY), atau menjadi Menko?

Bukan Karena Masalah Impor Beras. Karena itu tidak masuk akal jika pengunduran diri Gita ini terkait apa yang diributkan beberap hari ini, yakni impor beras yang bermasalah itu. Sebab untuk pemerintahan Indonesia kesalahan dan kenaifan seperti ini adalah sebuah kelaziman yang ajeg. Tak hanya soal impor beras Indonesia bermasalah dari dulu, dan memang itu merupakan konsekuensi logis dari pemerintahan yang dengan suka-rela mengimpor berbagai konsep penjeratan Indonesia dalam peta kekuatan dominan ekonomi dan politik dunia. Impor barang mudah dicegah, tetapi impor gagasan mematikan semisal liberalisme malah lebih berbahaya dan itu yang mematok nasib Indonesia menjadi jajahan dalam bentuk dan model baru untuk waktu yang susah diprediksi ujungnya.

Ketergantungan Indonesia disebabkan oleh penyimpangan kedaulatan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Perhatikanlah seluruh negara di dunia ini, ketika mereka mengingkari faktor kekuatan alamiahnya sendiri, saat itu pulalah mereka sudah memastikan nasibnya menjadi budak bagi bangsa lain. Pemimpin-pemimpin Indonesia setelah Bung Karno hanya berkeinginan untuk menjadi komparador bagi kepentingan asing. Masalah ini sangat serius.

Berapa kisaran alokasi APBN untuk pertanian selama ini? Padahal negeri ini harusnya akan menjadi raja pangan dunia dan mengendalikan policy dunia dalam bidang ini sejak akhir pelita III. Tetapi karena investasi ke pertanian tidak akan segera menimbulkan economic return yang besar sesuai rumus pertumbuhan (teori growth), pemerintah tidak mau mengambil kebijakan ini.

 

 

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: