'nBASIS

Home » ARTIKEL » OH NEGERIKU

OH NEGERIKU

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


Sejak pagi saya mensearch seolah tak bertujuan. Ada gambar, amati sebentar. Sudah. Tetapi kemudian, terpikir juga untuk membuat sesuatu. Sesuatu yang sebetulnya cukup tercela karena mengambil dan memodifikasi gambar milik orang tanpa permisi. Lagi pula, kalau pun ditanya sumbernya, saya pun tak begitu ingat lagi. Pokoknya dari internet. Titik. Saya akan tayangkan gambar-gambar yang saya modifikasi itu, dengan permohonan maaf kepada pemiliknya.

corbyIni Corby kan? Heboh negeri ini dibuatnya. Kini ia sudah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan. Katanya ia tak boleh pergi dari wilayah tanah air. Itu katanya. Jika ia mau pulang? Tak boleh. Jika tak boleh, bagaimana jika ia diam-diam dengan tak usah mengindahkan larangan? Ia pemberani dan nekad. Coba saja ia berani bawa heroin ke sini.

OBAMAAsyik melihat gambar tokoh ini, apalagi menyimak gaya berpidatonya atau ketika ia selalu harus berlari jika menaiki tangga. Cocokkah kalimat-kalimat yang saya sisipkan pada gambar anak Menteng ini?

BANDARBarangkali bukan saya saja yang bingung. Saban hari diberitakan di media tentang penangkapan gembong atau bandar narkoba. Bagi saya nama itu menjelaskan perannya yang besar dalam peredaran narkoba di negeri ini. Tetapi karena berita yang mirip hampir tiap hari diberitakan di media, maka sayapun berpikir bahwa target 2015 Indonesia bebas narkoba menjadi harapan yang tidak realistis. Satu lagi, jika memang pemberitaan itu benar, banyak sekali gembong dan bandar di sini. Jangan-jangan lebih banyak dari jumlah aparat penegak hukum.

chinaSaya sebetulnya tak mengenal kedua tokoh ini, apalagi seorang membelakangi kamera. Tetapi saya anggap mereka berdua orang SIngapura atau yang jika terjadi ketegangan antara Indonesia dan Singapura, mereka akan memihak ke Singapura. Mengapa begitu? Ya iyalah.

SINGAPURANah, begitu banyak “penghinaan” Singapura kepada Indonesia selama ini. Maka jika posisi tak berimbang, jadinya ya seperti itu. Kini ada juga orang seperti kalap. Padahal, galaknya tak galak serius agaknya. Ha ha ha.

JACKY CHENTadi saya sempat terganggu karena layanan PLN terhenti. Diperlukan sekitar 10 menit untuk menghidupkan genset. Lalu teringat kepada Jacky Chen. Ia kesal juga rupanya. Ha ha ha.

MALING TERIAK MALINGKorupsi itu extraordinary crime. Tak usahlah kita selidik apakah kita sepakat bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia jauh dari efektivitas yang diharapkan. Rumit. Susahlah. Memang susah.

PECAH KONGSIKarena korupsi dan memperebutkan akses terhadap korupsi, orang kerap menjadi retak hubungannya. Jadi, istilahnya pekong atau pecah kongsi. Bagaimana jadinya? Lazimnya tak hanya saling mendiamkan seperti menyimpan api dalam sekam.

SETORANNah, rumitnya lagi, korupsi itu seakan keniscayaan dalam pemerintahan. Siapa yang akan membantah? Memang tak perlu sepakat. Silakan saja berpendapat sendiri-sendiri. Tetapi politik kita memang beraroma transaksi.

KEJAMMemang sangkin merata dan mengguritanya, korupsi itu sedemikian ruma merusak sendi-sendi politik, sosial dan budaya sebuah bangsa. Tetapi tak ada yang bisa mengerem. Apa boleh buatlah ya.

korupsiLagi-lagi pesan gambar ini pun akan diterima dengan ufuk pemahaman yang berbeda. Itu tak mengapa juga. Tetapi nyatanya korupsi tetap merajalela. Itu intinya. Tak bisa menerima, maafkan saya kalau begitu.

ORANG MISKINNah, realistiskah kalimat-kalimat yang dibubuhkan pada gambar itu? Saya percaya, kejadian itu dialami oleh mayoritas warga negara RI. Mereka tak berdaya. Menerima nasib. Sangkin ketak-pedulian negara, malah seolah sah berpendapat bahwa soal pendidikan dan pekerjaan itu tak menjadi bagian dari urusan negara. Parah memang.

tugasNegara memang berhak melakukan kekerasan terhadap warga negara. Tetapi adalah sebuah kewajiban patriotik warga jika ia melakukan sesuatu untuk memperbaiki negara. Jika dua ufuk tugas dan penugasan serta pelaksanaan kewajiban ini bertemu secara diamteral di lapanmgan, kita tidak bisa berharap lain. Kalau takj surut, ya terima saja resiko. Bukankah Nelson Mandela pernah menerima perlakuan buruk dalam penunaian kewajibannya atas negaranya?

Berharap Indonesia lebih baik adalah sebuah doa. Maka perbanyaklah harap, sekaligus itu sudah berarti memperbanyak doa. Sukar memang sebuah doa terkabul jika tak ada keselarasan antara narasi doa dengan sikap dan perbuatan. Jika dua atau tiga orang saja yang berdoa, sedangkan mayoritas lainnya apatis dan malah bertindak menghancurkan negara, maka azablah sebetulnya yang sedang dinanti. Begitulah.

pemiluMasih menarikkah bagi Anda bercerita tentang pemilu 2014? Atau Anda merupakan bagian aktif dari golput yang ditengarai berjumlah besar itu? Tetapi karena buruknya legalframework pemilu, banyak kekesalan dan bahkan gugatan hukum terjadi. Kacau pulalah status pemilu ini (2014) jika menurut alur pikiran MK yang sudah menyatakan Pileg dan Pilpres adalah inkonstitusional jika dipisah tetapi tetap merekomendasikan amar pelaksanaannya nanti tahun 2019.

SAKSI PARPOLTiba-tiba saja ada usul untuk membayar saksi parpol dan juru bayarnya kelihatannya adalah (berselera) Bawaslu. Ini aneh saja. Makin membingungkan juga. Belum lagi kasus-kasus seperti kehilangan kotak suara dan bilik suara dalam jumlah besar dan yang diperhitungkan dapat merubah hasil pemilu 2014 jika kotak suara yang hilang itu dipergunakan untuk mencuri suara, mengganti yang sah dengan yang siluman. Bisa? Bisanya ya bisa, hanya saja secara moral dan hukum tidak boleh. Tetapi apa setiap yang dilarang moral dan hukum itu serta-merta dijauhi? Itu yang saya tak percaya. Pemilu demi pemilu kita berwarna hitam, kawan.

hayatlNah kalau Anda tak punya apa-apa lagi dan dalam keadaan itu tetap memiliki asa untuk melakukan sesuatu, maka pekerjaan yang semestinya main bola, karena terhalang oleh satu dan lain hal, bisalah diganti dengan permainan lain: kuda kepang misalnya. Tanpa kuda bisa naik kuda. Hebat nalar hayal Indonesia bukan?

pertanianMengapa impor beras tetap berlangsung? Inilah akibat dari policy yang menafikan kekuatan utama Indonesia sebagai negara agraris. Naif memang. Tetapi faktanya tak bisa dibantah.

TERORISMaunya dihukumlah itu pemain-pemain jahat yang menyebabkan kesusahan rakyat itu, termasuk penata kebijakan salah pertanian dan perdagangan yang kerap berujung pada tindakan impor untuk mendapatkan sesuatu. Tapi jangan minta kepada saya bukti. Saya hanya mendengar penjelasan dan menganggap rasional penjelasan itu.

Jadi, penjahat seperti itu yang perlu ditembak. Berbeda dengan perburuan teroris yang hingga kini tetap berlangsung tanpa sebuah standar yang dapat dipercaya keterukurannya. Tetapi itulah.

FILEMSeburuk apa negeri kita kini? Ini sulit dijawab. Sebab ketika kita sebut buruk, ada pemerintah yang mengatakan bagus dan optimis terus. Tetapi banyak aktor yang membuat negeri ini rusak.

Shohibul Anshor Siregar


2 Comments

  1. Anti Korupsi says:

    Apa yang kami dapat ddari tulissn ini sungguh berguna bagi kami.
    Terima kasih, saya yakin pada tulisan selanjutnya pasti lebih berkualitas
    lagi. Sukses untuk Anda!

  2. ambeienlur says:

    Terimakasih informasinya gan. salam kenal aj dari saya n sukses selalu .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: