'nBASIS

Home » ARTIKEL » TRANSISI INDONESIA: DENGARKAN IWAN FALS, KAWAN

TRANSISI INDONESIA: DENGARKAN IWAN FALS, KAWAN

AKSES

  • 538,714 KALI

ARSIP


Iwan Fals

Dalam lagu berjudul “Bangunlah Putera-Puteri Pertiwi”, Iwan Fals bertutur untuk kita. Dia mengetuk pintu hati. Cermatilah syairnya, simbol-simbol yang ditebar bukan suatu kemarahan untuk si Paijo dan si Paijem. Kau yang dimarahinya. Ya, jelas. Kau yang dimarahinya.


Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu tak kan tergoyahkan
Kuat jarimu kala mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkerammu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh karisma

Pulau pulau yang berbencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu kutu di sayapmu
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Hei jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sesungguhnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan pancasila itu
Bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisi harapan
Yang hanya berisi khayalan

Sungguh subversif gaya Iwan Fals. Tetapi kalimat-kalimat dalam syair itu yang tepat untuk kuping yang lebih banyak tak berfungsi dan untuk hati yang lebih banyak membatu. Maka jika kau merasa bahwa Iwan Fals sebetulnya berbicara kepadamu, maka lakukanlah sesuatu. Selagi mampu. Ocehanmu tak berguna, sebagaimana lazimnya yang lain dan yang sudah-sudah, yang terasa lantas saat tak lagi berdaya karena tak bermandat kuasa (lagi).

Iwan

Dalam lagu “Negara” Iwan Fals bertutur tentang tugas-tugas dan kewajiban imperatif negara. Jika kau merasa itu sudah terpenuhi, maka bersyukurlah. Tetapi jika sebaliknya,  apa gerangan yang akan kau perbuat?

Negara harus bebaskan biaya pendidikan
Negara harus bebaskan biaya kesehatan
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak

Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap

Kenapa tidak ?
Orang kita kaya raya
Baik alamnya
Maupun manusianya

Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya

Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudera hidup
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini

Negara negara
Negara harus seperti itu
Bukan hanya di surga di duniapun bisa

Negara negara
Negara harus begitu
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada sang sepi

Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan

Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Selain Tuhan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: