'nBASIS

Home » ARTIKEL » VOICE OF DEMOCRACY

VOICE OF DEMOCRACY

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Image

Mungkin oposisi adalah sebuah kata yang mudah disebut, tetapi tak mudah dilaksanakan. Tetapi jika konsisten dengan cita-cita kepartaian Anda, menjadi oposisi tak kurang mulianya untuk mengawasi perjalanan pemerintahan bersama rakyat.

(1) Mari berhitung: (a) berapa rata-rata jumlah pemilih di sebuah TPS? (b) berapa petugas utk setiap TPS? (c) berapa lama rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menghitung, mencatat hasil dan menyiapkan dokumen-dokumen lainnya untuk setiap TPS? (d) apa-apa saja kesulitan yang lazim dalam setiap perhitungan suara di TPS? (e) berapa lama batas waktu terlama yang masuk akal dalam setiap perhitungan suara di TPS?

(2)  Dokumen C1 mestinya wajib dibagikan kpd seluruh lapisan masyarakat terutama partai dan Caleg, begitu pula calon anggota DPD. Dokumen itu bukan rahasia, melainkan dokumen publik yang mestinya leluasa diakses publik. Mengapa? Karena pemilu bukan milik pemerintah apalagi KPU. Kepada siapa tempo hari KPU menilai pemilu perlu disosialisasikan, kepada semua itulah KPU pada dasarnya perlu menyampaikan c1 itu.

(3) Dengan capaian sekitar 10 % suara, bagi PD sebagai partai penguasa cukup mengguncang. Tetapi jika karena hasil survey yang mengatakan popularitas PD melorot AU dianggap layak diturunkan, gerangan apa yang akan mereka lakukan pasca pemilu 2014 yang merontokkan posisi itu? (Memang, kata SBY anything is possible in politics).

(4) Di LP, siapa pilihan untuk masing-masing mereka? Tersalur dengan baikkah suara para pesakitan itu? Sabarlah kalian. Setiap musibah pasti ada hikmah. Masa depan kita tekadkan lebih baik.

(5) Siapa lebih berkepentingan kejujuran dan keadilan pemilu ini? Saya kira tak parpol saja. Kalau begitu, pantaulah teman-teman. Jangan beranjak. Tugas kita belum selesai. Keep on watch.

(6) Kalaulah saya bimbang untuk memilih satu di antara semua teman-teman saya yang maju dalam level dan dapil yang sama, akhirnya saya bisa menjadi golput karena tak mampu memilih. Karena itu, saya mohon maaf memberi penilaian kepada kalian semua untuk akhirnya memilih hanya seorang berdasarkan perbandingan plus and minus. Sekali lagi maafkan saya para sahabat.

(7) Ada dua jenis wajah di sekitar TPS tadi. Saya saksikan wajah kurang faham, dan itu para saksi di depan saya duduknya berjejer sambil membolak-balik kertas di hadapan mereka. Wajah kedua, cukup ceria. Mereka petugas TPS. Mengapa berbeda wajah untuk pekerjaan yang sama (demokrasi)? Apa karena honor ya

(8) Kutuliskan dalam bahasa Batak untuk diterbitkan sebagai broshure yang akan diedarkan di Luat Pahae, Tapanuli Utara “Kalau bukan teman-teman kita, sebetulnya famili kitalah semua caleg itu. Tetapi harus kita pastikan caleg mana yang paling dapat dipercaya membangun daerah. Dia tidak boleh pemabuk, penjudi, tukang ijon dan berperangai tak terpuji.  Jika sudah ada di antara kalian yang diberi uang atau pemberian lain untuk maksud bujukan, maka biarlah kejadian itu kita anggap sebuah musibah. Berhentilah menggadaikan negara kepada penjahat”.

(9) Jika partai Anda memenangkan pemilu ini, dan jika Anda berhasil menggondol kursi yang terbatas jumlahnya di lembaga legislatif itu, maka saya harap Anda menganggap hal itu sebagai amanah rakyat. Berbuatlah yang terbaik, jangan memusuhi negara dan rakyat dengan perilaku buruk seperti korupsi. Pengaruhilah perjalanan pemerintahan negeri ini agar keluar dari keterpurukan.

Jika partai Anda belum berhasil menang dan Anda gagal (tereliminasi) dalam rivalitas perebutan kursi di lembaga legislatif, maka saran saya: kampanyelah selama 5 (lima) tahun tanpa henti. Kalahkan partai dan rival-rival yang mengalahkan Anda pada pemilu mendatang. Jangan loja dan jangan pula mandele. Asah ideologi Anda dan keterampilan Anda.

Mungkin oposisi adalah sebuah kata yang mudah disebut, tetapi tak mudah dilaksanakan. Tetapi jika konsisten dengan cita-cita kepartaian Anda, menjadi oposisi tak kurang mulianya untuk mengawasi perjalanan pemerintahan bersama rakyat. Kekuasaan itu selalu cenderung korup, dan jika Anda terus mengawasi, keberanian orang-orang jahat untuk memusuhi negara dan rakyatnya dengan korupsi ria pasti menurun.

 

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: