'nBASIS

Home » ARTIKEL » NATIONAL MEMO

NATIONAL MEMO

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


1902782_10201400759082890_1029378144_n

Galau. Bangsa ini galau. Mengapa? Harus bertanya kepada sejarah. Bagaimana rezim diberi legitimasi menjalankan pemerintahan dan apa yang menjadi agendanya. Kini tiba untuk memikirkan semakin serius, akan dipimpin oleh orang seperti apa negeri ini? Bangsa ini akan dibawanya kemana?

  • Mental bangsa itu terus menerus diteror oleh fasisme yang membuat mereka memilih jalan pembebek, gampang kaget dan gampang kagum, goyah dan cepat puas. Pada dasarnya bangsa itu tak pernah berencana, karena perbudakan yang mereka alami tak mungkin memerlukan rencana. Kini sedikit-sedikit mereka diberi minum dan makan serta berbaju dan berdasi agar kelihatan sah bahwa mereka pemilik sebuah negeri. Ketimbang menemukan musuh, mereka lebih asyik saling sikut dan mempermalukan sesama. Slaven Folk.
  • Dalam dunia perbudakan tuan yang sering membentak “bodoh kau” akan ditiru oleh budak konyol itu ketika sempat menemukan sesuatu yang tak difahaminya dalam dunia yang luas. Sebagai budak ia dikonstruk tak utk sesuatu kecuali pembebek. Bahkan kerap saat tuannya pergi, ia pun bersimulasi menirukan tuan yang menindasnya. Ia dibikinkan sejarah oleh tuannya sebatas keperluan utk membanggakan dirinya sebagai budak.
  • Terangkanlah kepada saya bagaimana seorang yang bukan pedagang dan bukan pengusaha bisa kaya raya kalau bukan dengan jalan merampok. Kita hanya perlu membedakan perampok berkerah putih (white collar crime) dan berkerah jorok (blue collar crime). Sayangnya di negeri yang sudah diformat jadi budak orang yang menindas dan mengkorup harta kekayaan negerinya kerap disembah sebagai dewa penolong. Kasihan bangsa itu.
  • Orang tak mengenal Soedirman dan tak tahu AH Nasution. Tetapi ngotot bicara dwi-fungsi ABRI utk melegitimasi kebobrokan fasisme yang mengabadikan perbudakan.
  • Itu Timtim, kau ambil itu. Siap tuan. Itu Timtim, kau lepaskan itu. Siap tuan.Kau tak perlu punya jenderal kecuali diformat dulu di tempat saya ya. Siap tuan.

Indonesia. Merdekalah. Merdeka sesungguhnya.

 

 

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: