'nBASIS

Home » ARTIKEL » ISLAH PARTAI KA’BAH

ISLAH PARTAI KA’BAH

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


Dikhabarkan bahwa 27 DPW PPP sudah berada di Jakarta untuk islah melalui Mukernas III yang kelihatannya terencanakan atas kesepakatan antar kubu, yang dimediasi oleh berbagai elit berwibawa dalam partai itu. Mukernas III PPP pada hari Rabu-Kamis, 23-24 April 2014 ini akan berlangsung di Cisarua| Can we believe this as the end of the storm?|

Tak ada salahnya sebuah proposal diajukan, siapa tahu bermanfaat. Tak bermaksud menggurui, namun sekadar sumbang saran belaka:

(1) Harus ada evaluasi objektif mengapa PPP tak mampu membuktikan dirinya partai Islam dengan karakter, perilaku politik, agenda advokasi dan program serta nexus keterkaitan yang meyakinkan dengan umat? Nexus itu mestilah yang berwatak dan nilai Islami.

(2) Keseluruhannya itu menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa PPP tak mencapai keberhasilan dalam pileg. Mengkambing hitamkan money politic yang dahsyat dalam pemilu tak boleh diperkenankan karena tanpa kecuali semua partai melakukannya;

(3) Islah bukan untuk berbagi apa-apa kecuali merumuskan jalan terbaik untuk menempatkan diri dalam peran ke depan khususnya dalam kurun 5 tahun. Seyogyanya begitu, dengan tanpa pengabaian atas  agenda perebutan kekuasaan negara yang sudah semakin mendekat;

(4) Sekecil apa pun nilai transaksi yang diatur amat rahasia di sana, pada saat yang tak menuggu lama akan bocor juga ke publik dan itu dapat bermakna sebagai kampanye diri terburuk yang diawali justru setelah tak memperoleh dukungan memuaskan dalam pemilu. Jika difahami, kejadian seperti ini dapat identik dengan “sudah jatuh ketimpa tangga lagi”;

(5) Bisakah PPP diharapkan “mengusir dan atau mengeliminasi peran bandit-bandit politik” yang memuakkan yang dalam kesan umum bahkan dapat lebih buruk dari politisi sekuler dan politisi anti Islam?;

(6) Bersediakah PPP merenungi kembali klaimnya sebagai “rumah besar umat Islam” dengan meneruskan detil rencana perubahan substansi gerakan dan perjuangan? Tanpa itu, sebagai warga muslim, saya akan ajukan keberatan karena PPP telah menggunakan simbol sakral Islam sebagai lambangnya meski dengan cita-cita dan karakter serta perilaku politik yang sangat diametral dengan sifat dan ajaran Islam;

(7) Memilih di antara “induk semang” Jokowi, ARB, Prabowo atau mendirikan poros sendiri bersama kekuatan politik lain di luar ketiga “induk semang” itu tampaknya sederhana dan seolah nothing to loose jika ke mana saja di antara ketiga “induk semang” itu, di luar altetnatif keempat. Tetapi percayalah, pilihan itu akan beresiko besar manakala rakyat tak merasa nyaman.

(8) Saya sangat yakin bahwa satu-satunya sumber dana partai di negeri ini adalah uang negara yang diambil secara halal dan secara korupsiomal dari APBN dan APBD dengan proporsi yang tak berimbang antara yang halal dan yang haram. Ijtihad apa yang dimiliki oleh PPP untuk tidak dituduh berdamai dengan korupsi atas nama Islam?

(9) Ini problematik yang serius jika harus tetap eksklusif sebagai partai Islam dengan kinerja praksis yang mengejawantahkan nilai Islam sebagaimana sering didengungkan dalam partai ini “rahmatan lil alamin”. Di luar Islam juga dilarang korupsi itu, maka jangan pula atas nama Islam di Indonesia nanti terkesan korupsi itu dianggap lebih familiar;

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: