'nBASIS

Home » ARTIKEL » KASUS JIS DAN REAKSI KHAS NEGARA BARU MELEK (YANG BODOH)

KASUS JIS DAN REAKSI KHAS NEGARA BARU MELEK (YANG BODOH)

AKSES

  • 557,706 KALI

ARSIP


Hakmu untuk bingung tak perlu dibatasi. Kau tahukah jika di Jakarta Internastional Schoool (JIS) yang terkesan demikian hebat, bagus dan amat berwibawa itu rupanya ada pelecehan seksual terhadap anak, lantas tak adakah kemungkinan di tempat lain yang sekolahnya berizin juga ada pelecehan seksual? Jika misalnya di kantor polisi pernah ada pelecehan seksual, apakah Kepolisian itu juga harus kau bubarkan?

Masuk dan telaahlah JIS itu, kau akan bertemu banyak hal lebih buruk yang tak ada dalam bayanganmu selama ini. Tetapi dijamin, apa yang akan kau temukan di sana bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Sama halnya jika kau tak hanya melihat negara ini dari Naskah Pancasila yang selalu dipampangkan, tetapi masuki relung kegiatan setiap penyelenggara negara. Kau akan pingsan begitu mengetahui rahasia pengkhianatannya terhadap Pancasila.

A: JIS itu sekolah apa?

B: Jangan tanya saya. Tanyakan saja kepada pemerintah. Itu sudah lama berdiri. Dua puluh tahun.

A: Itu sekolah internasional ya?

B: Jangan tanya saya. Tanyakan kepada pemerintah. Itu bukan cuma Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tapi ada berbagai jenjang.

A: Katanya ada pelecehan seksual di sana? Bagaimana itu?

B: Jangan tanya saya, karena saya pun tahunya dari media. Sama saja kau tanya di sekolah mana lagi pelecehan seksual terjadi, saya tak tahu itu. Tak ada orang yang tahu tentang itu di Indonesia. Tetapi yakinkan dalam pikiranmu, bahwa bukan karena saya tidak tahu dan tidak diliput oleh media, dan tidak diributkan oleh lembaga-lembaga tertentu berarti kejadiannya tidak ada. Kau berhadapan dengan sebuah fenomena puncak gunung es.

A: Katanya PAUD JIS itu akan ditutup, karena sudah 20 tahun tahun berdiri ternyata belum memiliki izin.

B: Salah kau, negaranya yang harus ditutup, atau paling tidak pemerintahannya yang harus dibubarkan beserta lembaga-lembaga bentukan  baru yang tampaknya dibuat khusus untuk mengutuk-ngutuk belaka itu.

A: Mengapa begitu? JIS yang salah kok?

B: Begini. Negara dan pemerintahan beserta seluruh lembaga yang dibentuk, apakah komisi, apakah yang lain, dan yang telah dibiayai untuk berkoar-koar itu, dibentuk untuk melindungi segenap tumpah darah. Jika karena perasaan takutmu yang luar biasa, lalu kala jengking dan lipan kau undang bersarang di ketiakmu, dan kemudian ia menggigitmu, dan sebentar lagi kau akan mati karena gigitan kala jengkin dan lipan itu, maka dunia akan menganggapmu sangat bodoh jika kau menyalahkan kala jengking dan lipan itu.

A: Lho, kala jengking dan lipan itu harus dibunuh.

B: Untuk apa kau membunuh kala jengking dan lipan yang kau undang sendiri dan kau tempatkan bersarang di ketiakmu? Pertanyaannya orang sebodoh apa kau telah mengundang kala jengking dan lipan ke ketiakmu?

A: Ah, makin bingung pun aku.

B: Hakmu untuk bingung tak dibatasi. Kau tahukah dimana saja selain di JIS itu ada pelecehan seksual terhadap anak? Kau tahu di tempat lain yang sekolahnya berizin mungkin ada juga pelecehan seksual? Tidak ada orang Indonesia yang tahu itu. Orang Indonesia hanya tahu perlu uang untuk menggaji orang yang disebut pengawas, lembaga, komite, dan sebagainya. Pikirkan lagi, bahwa jika misalnya di kantor polisi pun pernah ada pelecehan seksual, apakah kepolisian juga harus kau bubarkan? Di Jatinangor sering ada pembunuhan antar senior dan junior. Itu tak membuatmu jadi hebat ketika kau mengusulkan pembubarannya.

A: Ah, rumit kali ya.

B: Tidak rumit. Otakmu yang memperumitnya. Sekolah semacam JIS itu akan selalu dibutuhkan orang. Sama halnya dengan Kepolisian dan Kejaksaan dan lembaga-lembaga mal-functional lainnya. Hanya saja pemerintah yang akan dibubarkan inilah yang sama sekali tidak tahu tanggungjawab dan kewajibannya. Ia hanya sibuk dengan pekerjaan korupsional seperti proyek UN. Sadarkah kau, bahwa yang buruk itu mukamu, bukan cermin itu.

Advertisements

1 Comment

  1. Dewi says:

    Berbagai komentar tentang kasus ini membuat kita semua jadi belajar bahwa apapun komentar yang disampaikan merupakan cermin jati dirinya. Membuat prihatin membaca komentar mereka yang tidak paham tapi mampunya hanya menghujat, tanpa berkeinginan untuk mencari tahu atau mendengar input agar bijak. Begitulah seleksi alam untuk mengetahui siapa yang pantas dianggap teman dan bukan teman (beda vibrasi). Pejabat yang buta ilmu tentang sekolah international silahkan studi banding ke negara lain. Hampir setiap negara punya sekolah international. Bagi JIS agar lebih sering silaturahmi kepada PDK seperti dulu, sehingga sailing kenal dan bisa kerja sama Lebih baik untuk mencerdaskan pendidikan Indonesia dengan kurikulum yang di update sesuai kebutuhan jaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: