'nBASIS

Home » ARTIKEL » Kisah Caleg Terpidana: JAGANDING YANG UNGGUL

Kisah Caleg Terpidana: JAGANDING YANG UNGGUL

AKSES

  • 535,235 KALI

ARSIP


Haruskah seorang caleg bertemu dan tatap muka dengan semua konstituen yang memilihnya dalam pemilu? Jika ya, maka bagaimana seorang mampu membagi waktunya untuk misalnya sekadar bersalaman saja? Tidak begitu kan? Siapa yang sanggup?

Ini sebuah kasus unik memang. Mungkin baru pertamakali terjadi di Sumatera Utara. Seorang terpidana yang mendekam dalam Lembaga Pemasyarakatan mendapat suara terbesar di dapilnya. Dengan begitu Jaganding, nama lain dari caleg terpidana itu, pada waktunya nanti, akan dinyatakan terpilih menjadi Anggota legislatif Kabupaten Madina untuk periode 2014-2019.

Dengan perolehan suara 5.244, Jaganding merajai perolehan suara di Dapil V Kab Madina yang terdiri dari Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Timur dan Kecamatan Panyabungan Barat itu. Suara tertinggi kedua diraih H. Maraganti dan posisi ketiga Binsar Nasution dengan total perolehan 3.123 suara.

Tetapi belakangan reaksi pun bermunculan. Antara lain, Ketua KPU Madina, Agussalam Nasution, disebut menyatakan bahwa pihaknya sudah menyurati KPU Provinsi Sumut meminta petunjuk terkait penanganan terhadap suara yang diperoleh Ali Makmur Nasution ini.

Tentu sikap itu terbalik. Apakah KPU Provinsi tahu bagaimana proses perkampanyean yang membuat terpidana menjadi pemenang? Justru KPU Madina yang harus menjelaskan itu kepada semua pihak. Jika KPU Madina tak menemukan hal yang bertentangan dengan ketentuan, mengapa harus ribut?

Jaganding adalah person yang diusung oleh sebuah partai. Partai itu adalah jejaring kampanye. Sebuah partai pun masih dapat menambah tim di luar partai. Itu sebabnya semua orang tidak perlu bertemu secara langsung dengan semua orang yang memilihnya.

Jaganding sudah terpuruk, jangan dizolimi lagi. Di Kabupaten Mesuji Khamamik dan Ismail Ishak mengukir cerita. Pasangan ini resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mesuji setelah Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, atas nama Menteri Dalam Negeri, melantik pasangan itu. Itu kejadian bulan April tahun 2012 lalu di Lembaga Pemasyarakatan Bawanglatak, Menggala.

Jadi, siapkan saja pelantikannya secara khusus nanti di Lembaga Pemasyarakatan. Itu hak konstitusional.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: