'nBASIS

Home » ARTIKEL » LIPI DITUDING TAK INDEPENDEN

LIPI DITUDING TAK INDEPENDEN

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


Tidakkah LIPI itu tak merasa terpanggil memproyeksi Indonesia jika akan dipimpin setiap figur capres dengan segenap sisinya yang kompleks ketimbang menuduh negatif partai-partai dan kelompok Islam di Indonesia? Ini tentu berbahaya. Sebagai apa LIPI itu sekarang? Mengapa ia memusuhi Islam? Itu pertanyaannya.


Hans Suta Widhya
, Koordinator Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP), Sabtu kemaren (24/4/2014) menuding Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tidak independen dalam melakukan kritik kepada Capres RI 2014.

Menurutnya, bukan hanya porsi kampanye negatif oleh pengamat LIPI sangat banyak diarahkan kepada Capres Prabowo Subianto, dibandingkan capres lainnya. Bahkan pengamat LIPI juga menempatkan capres lain seolah-olah sangat sempurna tidak ada cacat sedikitpun.

Ahmad Najib Burhani misalnya. Peneliti dari Pusat Litbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI ini menegaskan negara akan semakin terlibat menjadi hakim dalam penentuan keyakinan/kelompok jika Prabowo Subianto nanti terpilih jadi Presiden RI. Hal itu ditegaskannya dalam Talk Show DPD RI bertopik “Peta Politik di Senayan PascaPemilu” di gedung DPD/MPR RI Jakarta, Jumat (25/4/2014). Akibatnya nasib minoritas pasti akan terancam.

Hal itu diinterpretasi oleh Najib dari “Manifesto Perjuangan Partai Gerindra” dalam bidang agama yang berbunyi “Pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama”.

Najib tentu harus diminta membaca secara menyeluruh. Manifesto itu berbunyi secara lengkap demikian:

Strategi kebijakan yang belum pernah mampu dirumuskan Indonesia dalam masalah agama adalah bagaimana menempatkan kehidupan beragama di Indonesia dalam format kemasyarakatan dan kenegaraan Pancasila. Sehingga keluhuran agama dapat dipelihara, dan kemajuan bangsa dapat sejalan berkembang.

Setiap orang berhak atas kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama/kepercayaan. Namun, pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.

Kerukunan antarumat beragam merupakan modal dasar tetap eksisnya bangsa Indonesia. Pembinaan kerukunan dengan dasar saling menghormati ajaran agama masingmasing menjadi prasyarat terbinanya kerukunan antarumat beragama yang kondusif. Menyadari pentingnya agama dan kerukunan antar umat beragama, Partai GERINDRA bersikap senantiasa menjamin kebebasan beragama, menjaga kemurnian ajaran agama,dan membina kerukunan antarumat beragama.

Selanjutnya Najib pun merembet ke sisi lebih luas. Katanya, kelompok yang senang dengan ini adalah kelompok yang sekarang menjadi mainstream atau sering mengklaim mewakili suara mayoritas seperti MUI, FPI, dan FUI. Tambahnya, jika mengikuti logika ini maka partai berideologi Islam seperti PPP, PKS, dan PBB akan bergabung dengan Gerindra.

Apa yang dikemukakan Hans Suta Widhya memang terasa benarnya juga. Tidakkah LIPI itu tak merasa terpanggil memproyeksi Indonesia dalam kaitannya dengan figur-figur yang diprediksi akan maju menjadi capres dengan segenap sisinya yang kompleks ketimbang menuduh negatif partai-partai dan kelompok Islam di Indonesia? Ini tentu berbahaya. Sebagai apa LIPI itu sekarang? Mengapa ia memusuhi Islam? Itu pertanyaannya.

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: