'nBASIS

Home » ARTIKEL » MAKNA DUKUNGAN BURUH BAGI CAPRES

MAKNA DUKUNGAN BURUH BAGI CAPRES

AKSES

  • 550,950 KALI

ARSIP


Sejak pagi tadi beberapa stasiun tv menyiarkan liputan Hari Buruh 1 Mei 2014 dari berbagai kota di Indonesia. Selain memperbincangkan 10 tuntutan buruh, rencana kegiatan di berbagai kota dikemukakan, termasuk pertemuan di GBK. Nah, disebutkan bahwa nanti sekitar pukul 13.00 di sana akan hadir Prabowo Subianto untuk menyatakan komitmennya mendukung 10 tuntutan buruh 2014.

Selamanya hubungan pengusaha-buruh itu adalah kisah ketegangan karena kepentingan yang bertentangan. Indonesia mencoba dengan berbagai cara yang tetap memenangkan pemodal, meski dengan berbagai wacana dan terminologi. Sudomo (Menaker) di zaman Orde Baru kelihatan memang mampu mengurangi ketegangan, tetapi intinya hanyalah karena pemerintah mampu membungkam para buruh di depan para pemodal.

Resiko bagi Prabowo jika akan memperturutkan kehendak buruh dengan 10 tuntutannya itu tentu tidak kecil. Jika dunia usaha akan menekannya karena kekhawatiran serius dari perspektif (subjektif) mereka, gerangan apa yang akan terjadi dalam peta dukungan politik tanpa pemodal?

Memang tak ada penjelasan rinci dari pemberitaan hingga siang ini bahwa “sang bulusukan” Jokowi juga ditawari hal yang sama meski terkesan bahwa hanya Prabowo yang menyatakan kesediaan dan karena itu ia pantas diberi panggung dan sekaligus dukungan.

Juga harus dihitung cermat, dukungan formal melalui seremoni dan pernyataan dukungan dari elit kelompok tidak selalu dapat dijamin identik dengan aspirasi di bawah. Di sinilah kemungkinan riskannya sebuah dukungan. Masih belum lama berselang, adalah Ketua Umum DPP PPP yang secara proaktif maju memberi dukungan kepada Prabowo. Belakangan terbukti dukungan itu tak ubahnya cheque kosong, yang malah mengulangi kejadian tahun 2009 saat Suryadharma Ali meninggalkan Prabowo Subianto setelah membuat komitmen. Karena itu, momentum Hari Buruh 2014 bisa menjadi faktor non-produktif bagi dukungan politik bagi seorang capres (Prabowo Subianto).

Sebetulnya yang akan ditunggu saat ini bukan cuma kejadian di GBK. Tetapi bagaimana cara-cara amat logis dan humanistik menyelesaikan konflik pengusaha-buruh.

Menunggu.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: