'nBASIS

Home » ARTIKEL » TUNTUTAN BURUH 2014

TUNTUTAN BURUH 2014

AKSES

  • 557,706 KALI

ARSIP


Tahun 2003 peringatan yang sama dibubuhi pesan serius tentang pemerintahan. Mereka ingin peringatan 2013 secara kuat memengaruhi pilihan politik pemilu untuk pembentukan pemerintahan 2004-2009. Namun dalam perjalanan pemerintahan sesudahnya (2009-2014), nasib buruh tak kunjung diindahkan.

TUNTUTAN buruh 1 Mei 2014 menggema di seluruh kota-kota besar Indonesia. Mereka sepakat menyuarakan sejumlah tuntutan:

1. Upah. Naikkan upah minimal pada tahun 2015 sebesar 30 persen. Tolak penangguhan upah minimum.

2. Jaminan. Jalankan jaminan pensiun bagi buruh di perusahaan swasta pada Juli 2015. Jalankan jaminan kesehatan pada buruh.

3. Outsourching. Hapus outsourcing BUMN.

4. Regulasi. Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga dan revisi UU Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Cabut UU Ormas dan ganti dengan RUU Perkumpulan.

5. Status PNS. Angkat pegawai dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil, serta subsidi Rp 1.000.000 per orang setiap bulan dari APBN untuk honorer.

6. Fasilitas. Sediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh.

7. Masa depan bangsa. Jalankan wajib belajar 12 tahun dan sediakan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi.

Jika lebih dirinci, tunutan buruh 2014 mestinya juga berbicara tegas tentang redistribusi. Kesenjangan begitu menganga di tengah pertumbuhan yang cukup memujikan di pentas dunia. Bukankah tak akan ada makmur sebelum ada adil?

Tentulah ini menyangkut national policy. Kepada siapa sistem sumber di negeri ini telah dipastikan untuk dimonopoli? Mengapa dalam setiap publikasi kekayaan orang perorang di Indonesia, oleh lembaga-lembaga dunia, nama Paijo dan Paijem tak pernah bertengger dalam daftar?

Bukan Paijo dan Paijem yang bertanggungjawab atas kondisi buruk itu. Ketika orang-orang yang dimandati lebih memilih menjadi “kuli” bagi dunia usaha (pemodal), pada saat itulah ia sudah menyatakan pengkhianatannya terhadap negara-bangsa yang mestinya harus dikondisikan adil untuk memeroleh kemakmuran. Mestinya ia tidak boleh mengejar acungan jempo palsu dengan berlindung di balik logika umum kapitalisme tentang pentingnya pertumbuhan, sembari pada saat yang sama dengan senanghati mengorbankan pemerataan.

Negara tidak gembira melihat pemegang mandat yang lilu (kesasar dan ambiguity) di antara kewajiban imperatif menyejahterakan rakyat di satu pihak dan di pihak lain pasang badan memelihara secara protektif status istimewa para juragan yang memberi dia asupan gizi berlebih atas nama dan untuk jabatannya yang terselewengkan itu.

Tahun 2003 peringatan yang sama dibubuhi pesan serius tentang pemerintahan. Mereka ingin peringatan 2013 secara kuat memengaruhi pilihan politik pemilu untuk pembentukan pemerintahan 2004-2009. Namun dalam perjalanan pemerintahan sesudahnya (2009-2014), nasib buruh tak kunjung diindahkan.

Kini mereka mengusung isyu yang sama. Mereka mungkin mencari seorang Presiden yang berani memberi komitmen. Bukan orang yang secara simbolis dan seremonial bersedia menandatangani janji di atas kertas.

Mudah-mudahan tak sekadar rutinisme yang galak, atau sekadar variasi pemandangan menarik di saat libur.  Selamat Hari Buruh.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

1 Comment

  1. Bang Uddin says:

    Quote:
    1. Naikkan upah minimal pada tahun 2015 sebesar 30 persen.
    2. Buruh tolak penangguhan upah minimum.
    3. Jalankan jaminan pensiun bagi buruh di perusahaan swasta pada Juli 2015.
    4. Jalankan jaminan kesehatan pada buruh.
    5. Hapus outsourcing BUMN.
    6. Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga dan revisi UU Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
    7. Cabut UU Ormas dan ganti dengan RUU Perkumpulan.
    8. Angkat pegawai dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil, serta subsidi Rp 1.000.000 per orang setiap bulan dari APBN untuk honorer.
    9. Sediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh.
    10. Jalankan wajib belajar 12 tahun dan sediakan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi.

    KOMENTAR
    analisis

    1. dan 2. teratasi bila mana Presiden paska PilPres 2014 setuju bila kita kembali menggunakan uang Rupiah yang didukung oleh emas/perak yang tersimpan di brankas Bank Indonesia. Karena ada kestabilan Moneter
    3. setuju
    4. sangat setuju
    5. outsourcing BUMN?? dengan PK pada Pasal 59 dan Pasal 64 UU Ketenagakerjaan
    6. setuju.
    7. kaitannya???????
    8. waduh berat nih. 50/50 lah
    9. setuju sekali
    10. 12 tahun oke tapi dengan kemampuan life skill strooong… kalo sampai kuliah mungkin bila di setiap Dati II terbentuk PUSDIKLAT DIPLOMA II dan melalui proses sertifikasi untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja karena universitas daya tampungnya masih sangat kurang, dibanding lulusan SMA.

    #cape_deh

    Referensi
    http://megapolitan.kompas.com/read/2014/04/24/1739295/10.Tuntutan.Buruh.pada.May.Day.Mendatang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: