'nBASIS

Home » ARTIKEL » GAGASAN REVOLUSI MENTAL OLEH ORANG SAKIT MENTAL

GAGASAN REVOLUSI MENTAL OLEH ORANG SAKIT MENTAL

AKSES

  • 538,596 KALI

ARSIP


Agaknya sudah selesailah soal iklan RIP Jokowi itu ya. Bahkan jika pun Jokowi misalnya merasa terhinakan dan karena itu mengadukan kasus ke kepolisian, tak ada bedanya. Semua sudah terlanjur. Mungkin sangat perlu untuk dicatat saja sebagai bentuk-bentuk kepanikan yang lazim dari orang-orang di belakang sebuah kubu politik pencapresan.

Orang-orang di balik kubu politik pencapresan tak perlu diherankan kerap stres, agresif dan tak mengenal norma untuk mendahulukan kepentingan dengan berbagai cara apa pun. Mungkin juga kerap menggagas sesuatu agar diganjar uang oleh para pemegang pundi pencapresan. Ini sangat lazim, terlepas pelaku seorang aktivis, pemimpin dan pemegang simbol sakral keagamaan tertentu, dan seterusnya. Pada tataran ini mereka kerap sama saja, ingin menunjukkan kinerja dan secara hipokrit ingin diacungi jempol dan tentu ingin bayaran.

Bagaimana dengan tulisan Revolusi Mental itu? Sudahlah. Lupakan juga. Itu akan hanya menambah pilu saja, terutama bagi orang-orang yang masih berpikiran normal di negeri ini. Lupakan saja itu. Lupakan saja. Tak begitu penting lagi mencari siapa yang plagiat, toh mereka (Jokowi dan Benny yang menulis judul yang sama di dua media berbeda dengan substansi sama) itu satu tim.

Kesimpulannya orang-orang sakit mental menyerukan revolusi mental. Ya lucu saja. Harapan terpenting, semoga saja mereka lekas sembuh. Terutama Jokowi, “kesembuhannya” sangat penting agar nanti jangan terkategori sakit mental oleh diagnosis tim pemeriksa kesehatan para calon presiden RI dan calon wakil presiden RI.

Mungkin penetapan tersangka oleh Kejagung RI atas pejabat DKI yang sudah mengkorup melalui pengadaan ratusan bus transjakarta menjadi agenda lebih serius. Jokowi-Ahok yang terkesan dan memang dikesankan begitu ketat (mendikte) sampai ke detil kebijakan (lihat banyak video di youtube tentang “raja Ahok” dan “Tuan Blusukan” Jokowi), serasa aneh bisa-bisanya terkesan tak tahu ditipu oleh bawahan dalam salah satu hal terpenting dalam urusan ibukota (transportase).

Beranikah orang-orang (tersangka) ini (Drajat A , Pristono dan Prawoto) pergi atas inisiatif sendiri ke Cina untuk melalukan transaksi untuk pengadaan ratusan bus transjakarta yang belakangan diketahui banyak yang rusak itu? Kalau untuk membeli bus kok pilihannya made in China, kan?

Itu sajalah diseriusi Jokowi sambil memperkuat kuda-kuda pencapresannya dan membayangkan bersama (dengan seluruh tim) suasana pelantikan Presiden dan Wakil Presiden  RI tak lama lagi, dan di sana aturlah cara membungkuk di depan Mega untuk menerima ucapan selamat beberapa detik pasca pengambilan sumpah.

Peace dan semoga sehat wal-afiat (secara mental).

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: