'nBASIS

Home » ARTIKEL » Naik Sepeda Ontel itu Merakyat dan Sederhana?

Naik Sepeda Ontel itu Merakyat dan Sederhana?

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


Dalam bayangan saya, kedua calon usungan PDIP, NasDem, PKB dan Hanura (Jokowi-JK) sudah terlebih dahulu berdialog cukup alot sebelum keputusan naik sepeda ontel ke KPU, mendaftar secara resmi. Begini kira-kira dialognya:


Jokowi
: Pak JK, saya punya rencana, eh tepatnya saya diberi usul oleh orang kita. Jika nanti itu sangat bagus kita naik sepeda ontel saat mendaftrar di KPU.

JK: Maksud pak Jokowi apa? Saya tak faham. Coba tolong diterangkan lebih rinci lagi. Hari gini masih naik sepeda? Di tengah keramaian lalulintas Jakarta? Apa kata dunia?

Jokowi: Gini lho. Untuk membangun pencitraan pasangan kita, saya kira cukup efektif jika kita naik sepeda ontel saat mendaftar ke KPU.

JK: Sewaktu pak Jokowi meninggalkan Solo masih ingat gak berapa orang lagi yang masih mau naik sepeda ontel? Di Jakarta bapak masih menemukan berapa orang lagi? Atau sama sekali pak Jokowi tak memiliki data tentang itu? Kalau di kampung saya, tak ada lagi itu. Itu malah dianggap simbol kemiskinan. Ya, simbol penindasan. Sesuatu yang oleh kita-kita ini tak pernah diurus secara baik sehingga tetap menjadi fakta kesenjangan.

Jokowi: Ini begini pak, kan ini urusan pencitraan. Biar banyak yang memilih kita nanti saat pilpres.

JK: Silakan kalau pak Jokowi merasa itu baik dan bermanfaat. Kita aturlah. Bapak naik sepeda ontel, saya di belakang memantau dan mengiringkan. Saya naik mobil. Saya tak yakin teori itu, dan rasanya sedikit mengelabui kan? Lagi pula semua sepeda ontel itu ukurannya tinggi. Tak cocok buat saya.

Jokowi: Bukan gitu pak JK. Maaf. Sekali lagi mohon maaf. Maksud saya ada yang perlu ditonjolkan, ya citra kemerakyatan itu pak JK.

JK: Sudah kalau begitu. Naik sepeda ontel saja !!!

Nah, itu dia. JK tak bisa berkompromi dengan hal-hal yang “tele-tele”-nya membosankan. Membosankan? Ya, tentu bukan dalam benak Jokowi dan orang-orang sepikiran dengannya. Ini baru permulaan, dan akan semakin dahsyat potensi kontroversi jika nanti pemerintahan mereka mulai berjalan.

Kabarnya, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) sudah melakukan upaya yang melukiskan penolakan atas keputusan memasangkan Jokowi dengan JK. Anehnya mereka yakin bahwa JK akan menjadi beban bagi Jokowi. Betulkah begitu?

Selamat was-waslah kalau begitu !!!

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: