'nBASIS

Home » ARTIKEL » Angkatan 66 Sumut: SELAMATKAN INDONESIA

Angkatan 66 Sumut: SELAMATKAN INDONESIA

AKSES

  • 556,237 KALI

ARSIP


Sore ini, di Medan, Keluarga Besar Angkatan 66 mendeklarasikan dukungannya untuk memenangkan Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Deklarasi itu dibacakan Azwir Husein dan diserahkan kepada Tim Kampanye Prabowo-Hatta yang diwakili Gus Irawan. Posting ini mengutip sepenuhnya naskah deklarasi yang diberi judul “Selamatkan Indonesia” itu.

Sebagai salah satu generasi yang peran dan keberadaannya telah tertoreh dalam sejarah perjuangan menyelamatkan Negara dan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman serius, Keluarga Besar Angkatan 66, khususnya di Sumatera Utara, merasa terpanggil untuk menyatakan sikap dalam penentuan nasib Negara dan bangsa ke depan. Kami berkeyakinan bahwa sejarah adalah guru yang baik, penuntun bagi masa depan suatu Negara dan bangsa, agar tidak pernah terperosok berulangkali ke lubang yang sama.

Berkaitan dengan itu, kami sangat berkeyakinan bahwa rakyat di seluruh tanah air saat ini sangat berhak mendapatkan suatu harapan masa depan terbaik, rasa nyaman dan juga kebanggaan terhadap pemimpinnya. Pemimpin yang didambakan oleh seluruh rakyat Indonesia saat ini ialah tokoh nasional yang bertanggungjawab, telah teruji dan benar-benar peduli terhadap rakyat yang dipimpinnya. Dalam harapan rakyat, sosok pemimpin itu mestilah yang memiliki kadar nasionalisme yang teruji, dan sama sekali tak menyimpan perasaan dendam yang berbahaya terhadap sesama anak bangsa. Sosok pemimpin yang didambakan oleh seluruh rakyat Indonesia adalah tokoh nasional yang memiliki sikap dan ketegasan atas masalah-masalah kenegaraan dan kebangsaan, termasuk dalam hubungan kerjasama dengan pihak-pihak asing.

Sebagai stakeholder pembangunan di Negara ini, rakyat tentulah sangat berhak mengetahui kondisi objektif Negara dan bangsa saat ini:

  1. Sungguh menyedihkan sebuah Negara yang terkenal agraris yang semestinya dapat mengendalikan dunia dengan politik pangan, tetapi harus mengimpor beras dan komoditi pangan lainnya dari Negara lain.
  2. Sungguh tak terperikan Negara dengan sumberdaya alam yang kaya raya, baik di darat maupun di lautan yang membentang, tetapi tak memperoleh kesejahteraan dari pola-pola eksploitasi yang sangat tidak adil dan semua itu telah lama merontokkan kedaulatan politik maupun ekonomi dan sosial budaya sebagai sebuah Negara yang merdeka.
  3. Betapa memalukan sebagai salah satu Negara berpenduduk terbesar di dunia, tetapi dianggap tak memiliki daya saing dan cenderung hanya menjadi pasar yang empuk bagi produk industri dunia.
  4. Kapan lagi rakyat Indonesia dididik untuk mampu menjadi pelaku bisnis dan industri, agar menjadi tuan di negeri sendiri? Mengapa hingga kini kita sebagai bangsa yang merdeka selalu dianggap enteng oleh pihak asing? Mengapa sumberdaya alam kita habis dikuras tanpa memperdulikan norma keadilan dan pertanggungjawaban kepada generasi mendatang? Mengapa selama ini para pemimpin kita secara tak kstaria menandatangani perjanjian-perjanjian yang tidak adil dengan pihak-pihak asing yang menyebabkan bangsa ini tak pernah menjadi tuan di negeri sendiri?
  5. Mengapa kebijakan nasional dalam pembangunan selalu diskriminatif, sehingga segelintir orang kaya selalu makin kaya dan orang miskin terus-menerus semakin miskin? Mengapa sejak peralihan pemerintahan dari kolonial Belanda ke tangan pemerintahan NKRI, segelintir orang telah diberi perlakuan-perlakuan istimewa untuk menumpuk kekayaan tak terhingga di tengah penderitaan rakyat yang semakin parah? Bukankah kesenjangan yang semakin hari kian lebar ini sangat potensil mengancam kondusivitas politik dan keamanan Nasional serta keutuhan Negara dan bangsa?

Salah satu masalah mendasar kita sebagai suatu Negara yang merdeka adalah kedaulatan. Hal ini diakibatkan kekeroposan pemahaman dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945, serta cita-cita kemerdekaan yang sesungguhnya menginginkan bangsa dan Negara yang adil dan makmur, lahir dan bathin, dan dengan itu pula wajib mampu berperan untuk ikut memelihara perdamaian dan ketertiban dunia.

Salah satu karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah limpahan rahmat kebhinnekaan dan keluasan wilayah dengan hak-hak yang sama terhadap pembangunan dan kemajuan. Rakyat di semua wilayah tidak boleh merasa diabaikan karena kebijakan pembangunan yang diskriminatif. Kita semua sangat sadar bahwa sudah pasti kesenjangan antar daerah yang semakin hari kian lebar sama sekali tidak bisa ditanggulangi dengan kebiasaan pemberian berbagai jenis piagam penghargaan dan piala kepada para kepala daerah. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya tidak mungkin diwujudkan dengan seremoni demi seremoni dan karnaval untuk mengarak piala-piala yang “dibagi-bagi” oleh pemerintah pusat kepada daerah-daerah.

Karena itu Keluarga Besar Angkatan 66 menilai bahwa kini tiba saatnya menegaskan sikap dan langkah strategis untuk membuka lembaran baru Indonesia, menyelamatkan Indonesia, dengan prasyarat konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45 dan menyadari tantangan-tantangan domestik dan global yang selalu dinamis. Kini tiba saatnya bertekad membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur tanpa kehilangan martabat. Kini tiba saatnya mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, demokratis, dan berperan aktif dalam perdamaian dunia. Kini tiba saatnya mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi. Kini tiba saatnya mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak tinggi, berbudaya luhur, berkualitas tinggi, sehat, cerdas, kreatif dan terampil.

Keluarga Besar Angkatan 66 berkeyakinan bahwa prasyarat untuk itu ialah membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur. Melaksanakan ekonomi kerakyatan. Membangun kembali kedaulatan pangan, energi dan sumberdaya alam. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan. Meningkatkan kualitas pembangunan sosial melalui program kesehatan, sosial, agama, budaya dan olahraga. Mempercepat pembangunan infrastruktur. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Membangun pemerintahan yang melindungi rakyat, bebas korupsi dan efektif melayani.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, setelah terlebih dahulu mengkaji secara kritis dan memperbandingkan plus dan minus visi, misi dan agenda prioritas kedua pasangan calon presiden RI periode 2014-2019; dan setelah mengkaji secara komprehensif plus dan minus serta kapasitas kedua pasangan calon presiden RI periode 2014-2019, maka dengan berharap ridho Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, Keluarga Besar Angkatan 66 Sumatera Utara dengan ini menyatakan tekad bulat untuk:

MENDUKUNG DAN MEMENANGKAN PASANGAN CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN HATTA RAJASA
DALAM PEMILIHAN PRESIDEN RI PERIODE 2014-2019 YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 JULI 2014 YANG AKAN DATANG.

Demikianlah sikap dan dukungan ini kami nyatakan serta kami tandatangani bersama. Dengan deklarasi dukungan ini pula kami serukan agar semua warga Negara yang memiliki hak pilih dengan gembira ria menggunakan hak pilihnya sebaik-baiknya. Dengan deklarasi dukungan ini pula kami berharap penyelenggara pemilu berusaha sekuat-kuatnya untuk menjaga integritas, kejujuran dan profesionalitas sehingga Pemilihan Presiden RI tanggal 9 Juli 2014 berlangsung jujur sejujur-jujurnya dan adil seadil-adilnya agar menjadi modal yang baik untuk melanjutkan demokratisasi secara substantif ke depan.

Medan, 29 Mei 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: