'nBASIS

Home » ARTIKEL » SURAT DARI LAUT

SURAT DARI LAUT

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


Siang ini saya menerima email dari Nithin, Olly, Debra dan tim Walk Free yang menceritakan musibah yang menimpa 74 ABK yang berasal dari Indonesia. Setelah membaca, saya merasa perlu membantu menyuarakan penderitaan yang mereka alami. Bunyinya cukup mengharukan, sbb:

Kepada Shohibul Anshor,

Pada Februari 2014, 74 Anak Buah Kapal (ABK) dipulangkan dari Afrika Selatan. Mereka yang berasal dari seluruh Indonesia diiming-imingi oleh perusahaan yang menjanjikan gaji tinggi dan berbagai tunjangan. Ketika mereka tiba ke kapal penangkap ikan, mereka sering menemukan kondisi yang kumuh, jam kerja yang panjang, dan sedikit istirahat. Beberapa dipaksa untuk hanya makan ikan yang tidak dapat dijual perusahaan – limbah kualitas rendah, ikan rusak, dan bahkan dipaksa menangkap ikan spesies langka yang terancam punah. Mereka dipaksa bekerja sepanjang waktu, istirahat hanya 4 jam per hari tanpa hari libur. Karena kapal yang membawa ABK jarang sandar, akibatnya mereka juga jarang pernah melihat daratan, bahkan ada beberapa ABK tidak pernah melihatan daratan selama 30 bulan lebih. 

Ini perbudakan di lautan.

Beritahukan kepada Presiden SBY untuk membantu melindungi ribuan warga negara kita dari perbudakan modern di lautan.

Pengesahan Konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) 188 akan memberikan akses kuat ke pengadilan untuk korban, termasuk kemampuan untuk mendapatkan kompensasi atas waktu mereka di laut dari lembaga dan perusahaan, dan memaksa Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam menjunjung tinggi hak-hak pekerja.

Menurut Departemen Tenaga Kerja, terdapat sebanyak 200.000 orang Indonesia yang bekerja di perikanan di seluruh dunia – dan semua beresiko terkena perbudakan modern karena undang-undang yang tidak memadai dan perlindungan baik di luar negeri dan juga di Indonesia.

Para ABK asal Indonesia direkrut oleh perusahaan perekrut swasta. Perusahaan perekrut ini sebagian besar tidak terdaftar dalam perusahaan agen perekrut luar negeri Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Setelah mereka diberangkatkan ke pelabuhan negara tujuan dan diberlayar ke laut untuk menangkap ikan, itu merupakan kali terakhir mereka melihat daratan. Karena tidak ada jadwal kapan kapal operasi (long lane) yang membawanya itu akan bersandar. Dalam klausul kontrak tertuliskan pembayaran gaji kepada ABK akan dilakukan ketika kapal sandar. Karena kapal jarang sandar, maka mereka juga tidak menerima gajinya.

Panggil Pemerintah Indonesia untuk meratifikasi ILO 188 sehingga para pelaut Indonesia di masa depan tidak harus menderita seperti apa yang mereka alami.

Hari ini, para ABK yang terdampar di Afrika Selatan telah kembali ke Indonesia, namun masih tersisa pengalaman traumatis bagi mereka. Tapi mereka masih belum melihat bayaran untuk pekerjaan mereka, dan masih menunggu kesempatan mereka untuk mendapatkan keadilan. Hukum yang lebih kuat – seperti yang akan dilaksanakan jika ILO 188 diratifikasi – akan membuat perjuangan mereka jauh lebih mudah.

Pastikan bahwa tidak ada nelayan di masa depan yang menjadi korban perbudakan modern. Daftar dan bagikan petisi kami dan membuat perbedaan bagi ribuan pelaut Indonesia yang beresiko terkena perbudakan modern di seluruh dunia.

Salam,

Nithin, Olly, Debra dan tim Walk Free

Tentang Walk Free. Walk Free adalah pergerakan masyarakat di seluruh dunia, berjuang untuk mengakhiri salah satu dari kejahatan terburuk di dunia: perbudakan masa kini.  Dalam situs resmi Walk Free ditegaskan sebagai berikut:

Slavery is illegal in every country, yet millions are enslaved by vicious criminals, archaic traditions and brutal greed. As news media uncover shocking stories of modern day slavery, more and more people are waking up to the need to take action.The reasons why slavery still exists are complex. In many countries the fight against slavery is not a priority. In some countries, existing laws are not being enforced. In some countries, certain forms of slavery are so common that they are almost considered normal.

We are determined to change this. Walk Free’s goal is to be the generation that ends modern slavery.

There are many groups around the world working on the front line against slavery. Walk Free aims to amplify and extend their efforts. By gathering a global membership, using social networks and new technologies, and organising campaigns and communities online and on the ground, we can make the fight against slavery a real priority across the world.Slavery has no place in the modern world. Together, we can build a world without it. A world where it is unthinkable to be treated like someone else’s property. A world where those who steal other people’s freedoms are brought to justice. A world where everyone can walk free.

 

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: